Punya sahabat yang dulu ke mana-mana selalu bareng, tapi sekarang terpisah jarak karena beda kampus atau beda kota tempat kerja? Awalnya mungkin kalian rajin video call tiap malam, tapi lama-kelamaan chat di grup makin sepi karena semua sibuk dengan urusannya masing-masing. Menjaga pertemanan jarak jauh (Long Distance Friendship) itu emang butuh effort ekstra. Kalau nggak dirawat, hubungan yang tadinya sedekat nadi bisa tiba-tiba terasa canggung seperti orang asing.
Tapi tenang, jarak fisik bukan berarti akhir dari pertemanan kalian! Biar tali silaturahmi tetap awet dan obrolan nggak cuma sekadar “Hai, apa kabar?”, yuk terapkan 5 cara seru ini untuk merawat pertemanan jarak jauhmu!
- 11 Tips Berteman Buat Kamu yang Socially Awkward
- 10 Hobi Baru yang Bisa Dilakuin Bareng Teman, Dijamin Makin Seru
5 Cara Menjaga Hubungan Baik dengan Teman Meski Jarak Jauh
1. Jadwalkan Virtual Hangout yang Berkualitas
Saat masing-masing sudah punya kesibukan, memaksakan diri untuk chatting setiap hari justru bisa bikin burnout. Ubah strateginya! Lebih baik jadwalkan virtual hangout sebulan sekali tapi benar-benar berkualitas. Kalian bisa pakai Google Meet atau Zoom sambil makan malam di kamar masing-masing, atau sekadar nonton bareng serial Netflix terbaru lewat fitur Teleparty. Kualitas obrolan yang dalam jauh lebih berharga daripada chat basa-basi tiap hari.
2. Kirimkan Spontaneous Update
Merespons Instagram Story adalah cara paling gampang buat keep in touch. Tapi, cobalah sesekali kirimkan update spontan tentang hal-hal random yang terjadi di keseharianmu. Misalnya, membagikan foto kucing lucu yang kamu temui di jalan, mengirim meme receh yang mengingatkanmu pada mereka, atau sekadar voice note curhat colongan saat lagi nunggu antrean. Hal-hal kecil ini bikin temanmu merasa tetap dilibatkan dalam keseharianmu.
3. Inisiasi Project Kreatif atau Tujuan Bersama
Punya kegiatan atau project bareng adalah “lem” paling ampuh buat menjaga komunikasi tetap hidup dan produktif. Daripada cuma ngobrol ngalor-ngidul, cobalah ajak teman-temanmu bikin karya bareng. Menginisiasi proyek menerbitkan buku antologi bersama 8 orang teman dari berbagai kota, misalnya, adalah ide brilian. Selain komunikasi grup jadi lebih aktif untuk bahas deadline dan ide naskah, kalian juga punya karya nyata yang bisa dibanggakan sama-sama!
4. Berikan Kejutan di Momen Penting Mereka
Kehadiran fisik memang nggak bisa digantikan, tapi effort selalu bisa dirasakan. Saat temanmu berulang tahun, merayakan kelulusan sidang skripsi, atau sekadar lagi stres berat menghadapi tumpukan tugas, berikan mereka kejutan kecil dari jauh. Mengirimkan makanan favorit mereka lewat ojek online ke alamat kostnya, atau mengirimkan kado kecil via e-commerce, akan memberikan kesan “Aku selalu ada buat kamu” yang sangat mendalam.
5. Turunkan Ekspektasi dan Hindari Guilt-Tripping
Ini yang paling penting, pahami bahwa prioritas dan jadwal kalian sudah berbeda. Kalau pesanmu baru dibalas keesokan harinya, jangan langsung baper atau melakukan guilt-tripping (membuat mereka merasa bersalah) dengan kalimat seperti, “Wah, sombong ya sekarang sibuk terus”. Jadilah teman yang suportif dengan memberikan ruang bagi mereka untuk bertumbuh. Pertemanan dewasa yang sehat adalah pertemanan yang saling memaklumi tanpa harus merasa ditinggalkan.
Hubungan yang sehat tidak bisa hanya dipertahankan oleh satu orang. Kalau kamu merasa sudah melakukan segala cara tapi temanmu sama sekali tidak menunjukkan effort balasan yang setimpal, tidak apa-apa untuk sedikit memberi jarak. Fokuslah merawat hubungan dengan mereka yang juga mau merawat hubungan denganmu!