Young On Top

10 Jenis Pola Intermittent Fasting dan Cara Memilih yang Tepat

Jenis Pola Intermittent Fasting – Intermittent Fasting (IF) bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga strategi pola makan yang dapat meningkatkan kesehatan dan membantu menurunkan berat badan. Namun, tidak semua metode IF cocok untuk setiap orang. Berikut adalah 10 macam pola Intermittent Fasting yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidupmu!

10 Jenis Pola Intermittent Fasting

Baca Juga:

1. Jenis Pola Intermittent Fasting: 12:12

Pola ini mengharuskan kamu berpuasa selama 12 jam dan makan dalam jendela 12 jam. Cocok untuk pemula yang ingin membiasakan tubuh dengan IF tanpa terlalu banyak perubahan drastis.

2. 14:10

Puasa selama 14 jam dan makan dalam 10 jam. Pola ini cukup fleksibel dan bisa menjadi langkah awal sebelum mencoba metode yang lebih ketat.

3. 16:8

Metode yang paling populer! Puasa 16 jam dan makan dalam 8 jam. Biasanya dilakukan dengan melewatkan sarapan dan mulai makan siang hingga malam. Cocok untuk yang ingin menurunkan berat badan.

4. 18:6

Pola ini mengurangi waktu makan menjadi 6 jam, misalnya hanya makan antara jam 12 siang hingga 6 sore. Cocok untuk yang sudah terbiasa dengan IF dan ingin meningkatkan efektivitasnya.

5. 20:4 (The Warrior Diet)

Jenis pola intermittent fasting selanjutnya adalah 20:4. Metode ini mengharuskan puasa 20 jam dan makan dalam jendela waktu 4 jam. Biasanya dilakukan dengan satu atau dua kali makan besar dalam waktu singkat.

6. Eat-Stop-Eat

Puasa 24 jam sekali atau dua kali seminggu. Misalnya, kamu makan malam hari ini dan baru makan lagi keesokan harinya di jam yang sama.

7. 5:2 Diet

Makan normal selama 5 hari dalam seminggu, lalu membatasi asupan kalori hanya 500–600 kalori di 2 hari lainnya. Cocok untuk yang ingin fleksibilitas lebih.

8. Jenis Pola Intermittent Fasting: Alternate-Day Fasting

Puasa setiap dua hari sekali. Pada hari puasa, kamu bisa tidak makan sama sekali atau hanya mengonsumsi sekitar 500 kalori.

9. OMAD (One Meal a Day)

Hanya makan satu kali sehari dalam jendela waktu 1 jam. Metode ini cukup ekstrem dan lebih cocok bagi yang sudah terbiasa dengan IF.

10. Jenis Pola Intermittent Fasting: Spontaneous Meal Skipping

Bukan metode terstruktur, tetapi hanya makan saat lapar dan melewatkan waktu makan saat tidak merasa lapar. Cocok untuk pemula yang ingin transisi ke IF dengan cara alami.

Bagaimana Memilih Pola IF yang Tepat?

  • Pemula? Coba 12:12 atau 14:10 dulu.
  • Ingin turun berat badan? 16:8 atau 18:6 efektif.
  • Suka tantangan? Coba OMAD atau Alternate-Day Fasting.
  • Butuh fleksibilitas? 5:2 Diet bisa jadi pilihan.

Kalau kamu ingin berkembang lebih jauh, join YOTLP – Young On Top dan TIKET YOTNC15 REGULAR – Young On Top bisa jadi tempat yang tepat untuk belajar dari para pemimpin inspiratif! Jangan lupa juga cek Store – Young On Top untuk berbagai merchandise eksklusif!

Share the Post:

Recommended from Young On Top

Open Volunteer YOTers Semarang: Sharing Ramadhan 2025

Buat kamu yang pengen ikut kegiatan sosial dan berbagi di bulan suci, ini kesempatan emas! YOT Share...

10 Outfit yang Cocok untuk Bentuk Tubuh Pear

Outfit Bentuk Tubuh Pear – Bentuk tubuh pear atau segitiga identik dengan pinggul yang lebih...

10 Kesalahan dalam Networking yang Harus Kamu Hindari

Kesalahan dalam Networking – Networking adalah salah satu kunci sukses dalam karier dan...

10 Soft Skill yang Bisa Kamu Pelajari dari Kehidupan Sehari-hari

Soft Skill Sehari-hari – Soft skill itu penting banget, bukan cuma buat kerja, tapi juga buat...