Young On Top

5 Event Olahraga Seru yang Bisa Kamu Ikuti untuk Jaga Kesehatan dan Networking

Pernah dengar istilah “Your Network is Your Net Worth“? Di zaman sekarang, mencari koneksi atau relasi bisnis tidak melulu harus lewat seminar kaku atau pertemuan formal di ruang rapat. Lapangan olahraga kini telah bertransformasi menjadi ruang rapat baru yang lebih cair dan menyenangkan. Banyak kesepakatan bisnis, lowongan kerja, atau kolaborasi kreatif yang justru bermula dari obrolan santai setelah lari pagi atau saat istirahat set tenis.

Jika kamu ingin sehat secara fisik sekaligus sehat secara sosial, berikut adalah 5 jenis event olahraga yang bisa kamu ikuti.

Baca Juga:

5 Event Olahraga Seru yang Bisa Kamu Ikuti

1. Fun Run atau Charity Run (Lari Santai)

Ini adalah pintu masuk paling mudah bagi pemula. Berbeda dengan maraton kompetitif yang serius, Fun Run (biasanya jarak 5K atau 10K) lebih mengutamakan kebersamaan. Suasananya sangat cair. Ribuan orang berkumpul dengan mood bahagia. Kamu bisa dengan mudah menyapa pelari di sebelahmu atau mengobrol saat mengantre medali dan refreshment. Bergabunglah dengan komunitas lari lokal (running club) sebelum ikut event. Ikatan alumni lari biasanya sangat kuat.

2. Padel atau Tenis Komunitas

Tenis dan “adiknya” yang sedang naik daun, Padel, adalah olahraga sosial terbaik saat ini. Lapangan Padel yang lebih kecil dan dimainkan secara ganda (2 vs 2) memaksa kamu untuk berkomunikasi intens dengan partner maupun lawan. Durasi istirahat antar set adalah momen emas untuk ngobrol. Selain itu, olahraga ini sering dianggap leisure sport yang digemari oleh para eksekutif muda dan pengusaha kreatif. Ikutilah open play atau turnamen amatir yang sistem pasangannya diacak. Kamu “dipaksa” kenalan dengan orang baru.

3. Golf Tournament (atau Sekadar Driving Range)

Sudah jadi rahasia umum bahwa Golf adalah olahraga para pebisnis. Bukan tanpa alasan, satu putaran golf (18 holes) bisa memakan waktu 4-5 jam, namun waktu memukul bolanya hanya beberapa menit. Sisanya? Jalan kaki dan ngobrol. Ini adalah olahraga dengan waktu interaksi terlama. Kamu punya waktu berjam-jam untuk membahas topik ringan hingga berat tanpa gangguan gawai. Jika turun ke lapangan terlalu mahal atau sulit, cobalah nongkrong di Driving Range yang modern. Suasananya lebih santai, ada makanan enak, dan banyak profesional muda berkumpul di sana.

4. Obstacle Course Racing (Seperti Spartan atau Ninja Warrior)

Bosan lari biasa? Coba lari rintangan. Kamu harus merayap di lumpur, memanjat dinding, atau mengangkat beban. Hal ini bagus untuk networking karena penderitaan bersama (shared suffering) menciptakan ikatan emosional yang instan dan kuat. Saat kamu tidak sanggup memanjat dinding, orang asing di sebelahmu akan mengulurkan tangan membantu. Rasa terima kasih dan tolong-menolong ini adalah pondasi pertemanan yang solid. Jangan ikut kategori elite jika ingin networking. Ikutlah kategori Open atau tim, di mana tujuannya adalah finish bareng, bukan balapan.

5. Cycling Community Ride (Sepedaan Bareng)

Bersepeda, terutama road bike atau sepeda lipat, punya kultur sosial yang unik, “Gowesnya 1 jam, ngopinya 2 jam”. Komunitas sepeda biasanya memiliki jadwal Sunmori (Sunday Morning Ride) yang diakhiri dengan sarapan bersama di kafe. Di meja makan inilah networking sesungguhnya terjadi. Latar belakang pesepeda sangat beragam, mulai dari mahasiswa hingga CEO perusahaan. Pastikan kamu tahu etika bersepeda dalam peloton (rombongan) agar aman dan disukai oleh anggota komunitas lain.

Jangan jadikan olahraga sebagai beban. Ubah pola pikirmu: olahraga adalah investasi. Investasi untuk tubuh agar tidak mudah sakit, dan investasi sosial untuk membuka pintu peluang di masa depan. Jadi, event mana yang mau kamu daftar akhir pekan ini? Siapkan sepatu olahragamu, dan jangan lupa siapkan senyum ramahmu!