Mahasiswa tingkat akhir mana sih yang gak kenal sama “Skripsi”? Skripsi memang jadi syarat mutlak kelulusan setelah kuliah bertahun-tahun. Tapi faktanya, fase ini sering banget jadi momen paling chaos. Masa ini adalah masa transisi di mana kondisi mental sering gak stabil, penuh konflik, tuntutan, dan perubahan suasana hati.
Gak jarang, banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan sampai akhirnya stres berat. Padahal, kesehatan mental itu aspek penting biar kamu bisa tetap produktif. Jangan sampai kamu burnout tapi gak sadar. Yuk, cek 8 tanda kalau kamu butuh istirahat sejenak dari skripsi!
Baca juga:
8 Tanda Kamu Butuh Istirahat Sejenak dari Skripsi
1. Tidur Jadi Gak Karuan
Tanda paling jelas kalau kamu lagi stres berat adalah pola tidur yang berantakan. Mayoritas mahasiswa mengakui kalau jam tidur mereka jadi sangat tidak teratur selama mengerjakan skripsi. Gangguan ini bisa berupa insomnia, sering terbangun di malam hari, atau perubahan drastis pada pola tidur. Kalau kamu udah mulai begadang tiap hari tapi progres skripsi jalan di tempat, itu tanda tubuhmu butuh reset.
2. Fisik Mulai Protes
Pernah ngerasa rambut jadi makin tipis atau kepala sering nyut-nyutan? Kamu gak sendirian. Banyak banget mahasiswa yang mengalami dampak fisik nyata seperti sakit kepala atau rambut rontok selama skripsian. Selain itu, reaksi fisik lain saat menghadapi kesulitan skripsi bisa berupa mudah lelah, berkeringat berlebih, hingga imun tubuh menurun yang bikin kamu gampang sakit.
3. Jadi Lebih Sensitif
Dikit-dikit marah, dikit-dikit sedih. Emosi yang naik turun ini wajar terjadi saat stres. Faktanya, sebagian mahasiswa merasa sensitivitas emosionalnya meningkat tinggi saat mengerjakan skripsi. Reaksi emosional ini bisa berupa rasa mudah marah, sedih, kecewa, atau mood yang berubah-ubah dengan cepat. Kalau teman tanya “kapan wisuda” aja bikin kamu emosi jiwa, please take a break.
4. Sering Menangis Tiba-Tiba
Kadang, rasanya air mata keluar gitu aja tanpa permisi. Gak sedikit mahasiswa yang mengaku sering menangis saat proses pengerjaan skripsi. Ini menunjukkan tekanan emosional yang sangat tinggi. Menangis itu wajar sebagai pelepasan, tapi kalau frekuensinya sudah terlalu sering, itu sinyal merah buat kesehatan mentalmu.
5. Hilang Semangat dan Mulai Menghindar
Awalnya semangat ’45, sekarang buka laptop aja males? Gejala stres pada mahasiswa mencakup perasaan tidak bersemangat, malas beraktivitas, atau ingin berhenti mengerjakan skripsi. Dampaknya, kamu jadi menunda-nunda pekerjaan, memilih melupakannya, bahkan sampai menghindari dosen pembimbing. Padahal, banyak juga mahasiswa yang mengakui kalau dosen pembimbing sulit ditemui, jadi kalau kamu ikutan menghindar, kapan kelarnya?.
6. Susah Konsentrasi
Stres bikin otak jadi gak bisa diajak kerja sama. Gejalanya bisa berupa kurang konsentrasi, kebingungan berpikir, hingga pikiran menjadi kacau. Akibatnya, kamu jadi sering stuck, bingung mau nulis apa, dan merasa skripsi itu tugas yang sangat berat. Bahkan, mayoritas mahasiswa tidak setuju kalau dibilang mengerjakan skripsi itu pengalaman yang menyenangkan.
7. Insecure dan Merasa Gak Berharga
Stres akademik bisa bikin kamu kehilangan kepercayaan diri. Kamu mungkin mulai merasa rendah diri, ragu bisa menyelesaikan skripsi, hingga merasa putus asa. Perasaan frustrasi ini bahaya banget kalau dibiarin, karena bisa bikin kamu merasa diri kamu tidak lagi berharga. Ingat, skripsi itu cuma tugas akhir, bukan penentu harga diri kamu seumur hidup!
8. Cemas Berlebihan Pasca Bimbingan
Bimbingan harusnya bikin pencerahan, tapi kok malah bikin down? Seringkali, mahasiswa merasa tidak bahagia setelah sesi bimbingan selesai. Perasaan cemas, gelisah, dan takut salah sering menghantui mahasiswa tingkat akhir. Kalau tiap notifikasi WA dari dosen bikin jantung mau copot, tarik napas dalam-dalam dulu, ya.
Apa yang Harus Dilakukan?
Kalau kamu ngalamin tanda-tanda di atas, jangan dipaksa gas terus. Kamu bisa cari dukungan sosial, hampir semua mahasiswa setuju kalau mereka butuh support dari orang terdekat saat mengerjakan skripsi. Dukungan orang sekitar sangat mempengaruhi performa kamu dalam menghadapi kesulitan ini. Kamu juga harus jaga fisik dan jangan lupa istirahat yang cukup. Semangat pejuang toga! Istirahat sebentar bukan berarti berhenti, kok.