Kuliah sambil kerja jadi pilihan banyak mahasiswa, terutama demi kemandirian finansial dan pengalaman profesional. Namun, tidak semua kondisi membuat pilihan ini ideal. Ada saatnya kuliah sambil kerja perlu dilanjutkan, dan ada kalanya justru perlu dihentikan sementara. Berikut 10 tanda kuliah sambil kerja perlu dievaluasi.
Baca Juga:
- 7 Cara Bertahan Kuliah Meski Lagi Kehilangan Motivasi
- 8 Negara Tujuan Kuliah yang Butuh Skor IELTS Tinggi
10 Tanda Kapan Harus Bertahan atau Berhenti
1. Saat Tujuan Akademik Masih Tercapai
Jika IPK stabil, tugas terselesaikan tepat waktu, dan kamu masih memahami materi perkuliahan, itu tanda kuliah sambil kerja masih layak dilanjutkan.
2. Ketika Pekerjaan Mendukung Pengembangan Diri
Pekerjaan yang relevan dengan jurusan atau skill masa depan (misalnya copywriting, data, kesehatan masyarakat) justru memberi nilai tambah dan patut dipertahankan.
3. Selama Kesehatan Fisik dan Mental Terjaga
Lanjutkan jika kamu masih bisa istirahat cukup, tidak burnout, dan emosi relatif stabil. Jangan lupa bahwa kesehatan adalah indikator utama keberlanjutan.
4. Jika Manajemen Waktu Masih Terkontrol
Ketika kamu masih mampu membagi waktu antara kelas, kerja, dan kehidupan pribadi tanpa terus-menerus menunda, iu adalah tanda positif.
5. Saat Nilai Akademik Mulai Turun Signifikan
Namun, jika IPK semakin menurun, sering absen, atau tugas terbengkalai karena kerja, ini sinyal kuat untuk mengevaluasi bahkan menghentikan salah satunya.
6. Ketika Kerja Mengorbankan Proses Belajar
Kuliah bukan sekadar hadir. Jika kamu sudah tidak fokus belajar, hanya mengejar absen dan nilai minimum, kuliah sambil kerja perlu ditinjau ulang.
7. Jika Kesehatan Mulai Terganggu
Sering sakit, insomnia, cemas berlebihan, atau kehilangan motivasi adalah tanda tubuh dan mental sudah kelelahan. Di titik ini, berhenti atau mengurangi beban adalah keputusan bijak.
8. Saat Pekerjaan Tidak Lagi Relevan atau Eksploitatif
Gaji tidak sebanding dengan beban kerja, jam kerja berlebihan, atau tidak ada pembelajaran baru yang bisa kamu dapat, lebih baik dilepas.
9. Ketika Dukungan Sosial Menghilang
Jika dosen, keluarga, atau lingkungan sudah menyarankan untuk fokus salah satu karena melihat dampak negatif, pertimbangkan masukan tersebut secara objektif.
10. Saat Tujuan Hidup Perlu Disusun Ulang
Tidak semua fase hidup harus produktif secara finansial. Ada masa untuk belajar penuh, ada masa untuk kerja penuh. Berhenti bukan berarti gagal, tapi bagian dari strategi hidup.
Kuliah sambil kerja bukan soal kuat-kuatan, tapi soal keseimbangan dan tujuan jangka panjang. Lanjutkan jika keduanya saling mendukung, berhenti jika salah satunya mulai merusak. Yang terpenting, keputusan diambil secara sadar, bukan karena tekanan atau ikut-ikutan.