Seringkali kita berpikir bahwa hidup yang berantakan disebabkan oleh manajemen waktu yang buruk atau barang yang terlalu banyak. Kita sibuk membeli container box, menyusun jadwal harian, dan merapikan meja kerja. Namun, selang beberapa hari, semuanya kembali kacau. Kenapa ini terjadi? Karena kita mencoba membereskan masalah eksternal tanpa membereskan masalah internalnya terlebih dahulu.
Kekacauan di dunia nyata adalah cerminan dari kekacauan di dalam pikiran. Jika otakmu penuh dengan kecemasan, tugas yang menumpuk, dan informasi yang tidak penting, akan sulit kamu bisa menjalani hari dengan teratur. Sebelum kamu merapikan kamarmu, rapikan dulu isi kepalamu dengan 5 strategi berikut.
Baca Juga:
- 10 Hambatan Mental yang Bikin Ide Kamu Tidak Terwujud
- 10 Cara Menjaga Mental Saat Karier atau Hidup Lagi Serba Nggak Jelas
5 Strategi Decluttering Mental untuk Produktivitas Maksimal
1. Rutin Keluarkan Isi Pikiran
Otak manusia didesain untuk memproses ide, bukan untuk menyimpannya. Menyimpan daftar tugas, jadwal, dan ide di kepala hanya akan membebani kapasitas kognitif. Solusinya adalah Brain Dump. Sediakan buku catatan atau aplikasi, lalu tuliskan semua hal yang mengganggu pikiranmu. Mulai dari tugas kantor, janji temu, ide bisnis, sampai hal remeh seperti beli sabun cuci. Saat semuanya sudah tertulis, otakmu akan berhenti bekerja keras untuk mengingat dan bisa mulai fokus untuk mengerjakan.
2. Selesaikan Tugas yang Menggantung
Dalam psikologi dikenal Zeigarnik Effect, yaitu kecenderungan otak untuk terus mengingat tugas yang belum selesai dibandingkan yang sudah tuntas. Tugas kecil yang tertunda seperti membalas email, membayar tagihan, atau membuat janji, secara tidak sadar menyedot energi mental. Cara sederhana untuk menguranginya adalah menyelesaikan tugas yang bisa dilakukan dalam waktu singkat segera setelah teridentifikasi. Menutup “open loops” ini membantu menciptakan rasa lega dan meningkatkan kejernihan berpikir.
3. Batasi Asupan Informasi
Di era digital, kita mengonsumsi informasi setara dengan puluhan hingga ratusan koran setiap hari. Ini menyebabkan obesitas informasi yang berujung pada kebingungan mental. Hidup rapi membutuhkan filter yang ketat. Berhenti mengikuti akun gosip, unsubscribe email promosi yang tidak relevan, dan batasi waktu scrolling. Pikiran yang jernih hanya bisa didapat jika kamu selektif terhadap apa yang kamu izinkan masuk ke dalam otak.
4. Kurangi Kelelahan Keputusan
Setiap keputusan yang kamu buat mengikis energi mentalmu. Jika kamu menghabiskan pagi hari untuk bingung memilih baju atau menu sarapan, energimu sudah habis saat harus mengambil keputusan besar di kantor. Orang-orang produktif merapikan hidup mereka dengan merutinkan hal-hal kecil. Tentukan menu makan selama seminggu, siapkan baju kerja di malam sebelumnya, atau buat jadwal rutin. Semakin sedikit keputusan remeh yang harus kamu buat, semakin rapi jalan pikiranmu.
5. Fokus pada Satu Hal
Multitasking adalah mitos produktivitas. Saat kamu mencoba mengerjakan dua hal sekaligus, otakmu sebenarnya hanya beralih fokus dengan cepat, yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas kerja dan peningkatan stres. Latih pikiran untuk hadir utuh di satu aktivitas. Saat makan, hanya makan. Saat bekerja, hanya bekerja. Keteraturan pikiran muncul dari kemampuan untuk fokus menyelesaikan satu hal hingga tuntas sebelum beralih ke hal lain.
Merapikan hidup bukan sekadar tentang estetika visual atau meja yang bersih. Ini adalah tentang manajemen energi mental. Ketika pikiranmu teratur, rapi, dan memiliki ruang kosong, tindakanmu akan otomatis menjadi lebih terstruktur. Mulailah “bersih-bersih” dari dalam kepala hari ini.