Pernah gak sih kamu ngerasa frustrasi, jerawatnya udah kempes, eh malah ninggalin jejak yang lebih susah ilang? Seringkali kita main hajar aja pakai satu jenis skincare buat semua jenis bekas jerawat. Padahal, bekas jerawat itu ada dua tipe utama: yang merah (PIE) dan yang hitam (PIH). Salah diagnosa bisa bikin perawatan kamu jadi zonk dan gak ngefek. Biar gak buang-buang waktu dan biaya, yuk kenali bedanya dan cara perawatannya yang valid menurut medis.
Baca juga:
- 10 Produk Skincare yang Harus Dihindari oleh Kulit Berjerawat
- Skincare Routine Terbaik untuk Kulit Berjerawat
Apa Bedanya PIE dan PIH?
Simpelnya, perbedaan utamanya ada di warna dan penyebabnya. PIE (Postinflammatory Erythema) adalah bekas jerawat yang berwarna kemerahan atau keunguan. Ini terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah akibat peradangan saat jerawat sedang aktif. Jadi, warna merah itu sebenarnya adalah darah, bukan pigmen kulit.
Sedangkan PIH (Postinflammatory Hyperpigmentation) adalah noda berwarna cokelat atau kehitaman. Ini disebabkan oleh produksi melanin (zat warna kulit) yang berlebihan sebagai respons terhadap peradangan. Karena penyebabnya beda, cara mengobati-nya juga harus beda.
Solusi untuk Tim “Bekas Merah” (PIE)
Kalau bekas jerawat kamu dominan merah, fokus utamanya adalah menenangkan peradangan dan mengecilkan pembuluh darah. Menurut penelitian, penggunaan Intense Pulsed Light (IPL) dengan filter vaskular spektrum sempit terbukti ampuh mengatasi PIE. Teknologi ini bekerja dengan menargetkan hemoglobin dalam darah untuk mengurangi kemerahan. Selain itu, Pulsed Dye Lasers (PDL) juga sering digunakan karena kemampuannya menargetkan pembuluh darah dan merangsang pembentukan kolagen baru, yang membantu memudarkan eritema (kemerahan) bekas jerawat.
Solusi untuk Tim “Bekas Hitam” (PIH)
Nah, buat kamu yang punya bekas jerawat kehitaman, musuh utamanya adalah tumpukan melanin. Perawatan menggunakan laser Nd:YAG 1064 nm sangat efektif karena gelombang ini bisa menembus kulit bagian dalam untuk memecah pigmen tanpa merusak permukaan kulit. Selain laser, penggunaan Chemical Peeling juga sangat membantu. Peeling bekerja dengan mengangkat sel kulit mati dan mempercepat pergantian kulit, sehingga noda hitam lebih cepat pudar.
Chemical Peeling Bisa Buat Keduanya?
Kabar baiknya, ada metode yang bisa membantu kedua masalah ini sekaligus, yaitu Chemical Peeling. Bahan seperti Asam Salisilat (Salicylic Acid) tidak hanya bagus untuk membersihkan komedo, tapi juga punya sifat anti-inflamasi yang bisa mengurangi kemerahan (PIE) sekaligus memudarkan pigmentasi (PIH).
Penelitian juga menunjukkan bahwa Glycolic Acid (AHA) efektif melawan bakteri penyebab jerawat dan membantu pengelupasan kulit, yang bikin tekstur kulit jadi lebih halus dan noda memudar. Tapi ingat, pilih konsentrasi yang sesuai dan sebaiknya konsultasikan dengan dokter, ya. Karena peeling yang terlalu keras malah bisa bikin iritasi.
Jangan Lupa Aturan Emas: Sunscreen!
Apapun perawatan yang kamu pilih, entah itu laser atau peeling, semuanya bakal percuma kalau kamu gak melindungi kulit dari matahari.Pasca perawatan, kulit kamu bakal lebih sensitif. Paparan sinar matahari tanpa perlindungan bisa bikin PIH makin gelap atau malah memicu iritasi baru. Dokter menyarankan untuk meminimalkan paparan sinar matahari dan wajib menggunakan sunscreen berspektrum luas (broad-spectrum) yang non-comedogenic setiap hari.
Jadi, sebelum beli serum mahal-mahal atau pergi ke klinik, cek dulu cermin: bekas jerawatmu merah atau hitam? Kenali musuhnya, baru pilih senjatanya!