Young On Top

7 Hal yang Tidak Boleh Kamu Tanyakan saat Interview 

7 Hal yang Tidak Boleh Kamu Tanyakan saat Interview 

Dalam sesi interview, pertanyaan yang kamu ajukan kepada perekrut mencerminkan tingkat profesionalisme, persiapan, dan minatmu terhadap posisi tersebut. Meskipun interview adalah proses dua arah, ada beberapa pertanyaan yang secara fungsional dapat memberikan kesan negatif jika ditanyakan pada waktu yang salah atau dengan cara yang kurang tepat. Menghindari pertanyaan sensitif atau yang terlalu berfokus pada diri sendiri akan membantumu menjaga citra sebagai kandidat yang matang secara sistematis.

Baca Juga:

7 Hal yang Tidak Boleh Kamu Tanyakan saat Interview

1. “Perusahaan ini bergerak di bidang apa, ya?”

Menanyakan hal dasar yang bisa ditemukan dengan riset 5 menit di Google menunjukkan bahwa kamu tidak melakukan persiapan. Secara fungsional, ini menandakan kurangnya inisiatif dan ketertarikan yang serius. Perekrut mencari kandidat yang sudah draf memahami visi perusahaan dan datang untuk menawarkan solusi, bukan orang yang baru ingin belajar tentang dasar bisnis mereka saat interview berlangsung.

2. “Berapa gaji, bonus, dan jatah cuti yang saya dapat?”

Meskipun penting, menanyakan hal ini di sesi interview pertama (terutama di awal percakapan) bisa membuatmu terlihat hanya berorientasi pada uang, bukan pada kontribusi. Tunggulah sampai perekrut yang mengangkat topik kompensasi atau saat kamu sudah berada di tahap penawaran. Fokuslah terlebih dahulu pada bagaimana kamu bisa berfungsi secara maksimal di posisi tersebut.

3. “Apakah saya bisa pulang cepat atau sering izin?”

Pertanyaan ini memberikan sinyal bahwa kamu sudah mencari cara untuk tidak bekerja bahkan sebelum diterima. Meskipun kamu memiliki alasan pribadi, menanyakan fleksibilitas waktu di awal interview dapat dianggap sebagai indikator etos kerja yang rendah secara sistematis. Fokuslah pada tanggung jawab pekerjaan terlebih dahulu sebelum mendiskusikan keseimbangan hidup.

4. “Kapan saya bisa naik jabatan atau dapat promosi?”

Memiliki ambisi itu bagus, namun menanyakan promosi saat kamu bahkan belum membuktikan kinerjamu bisa terlihat arogan. Perusahaan ingin tahu apakah kamu bisa menyelesaikan tugas di posisi yang sedang dilamar saat ini. Alih-alih bertanya tentang jabatan, tanyakanlah tentang “peluang pengembangan diri” atau “bagaimana perusahaan mengukur kesuksesan seorang karyawan”.

5. “Berapa lama waktu istirahat siangnya?”

Sama seperti pertanyaan soal pulang cepat, pertanyaan ini terlalu berfokus pada waktu luang daripada produktivitas. Hal-hal teknis seperti jam istirahat biasanya akan dijelaskan secara sistematis saat masa orientasi. Menanyakan hal ini saat interview memberikan kesan bahwa kamu lebih mementingkan kenyamanan pribadi daripada fungsionalitas peranmu di dalam tim.

6. “Apakah perusahaan mengecek media sosial saya?”

Pertanyaan ini secara otomatis memicu kecurigaan perekrut bahwa kamu memiliki konten yang tidak profesional atau berisiko di dunia digital. Di era saat ini, hampir semua perusahaan melakukan background check. Daripada menanyakannya, lebih baik pastikan akun media sosialmu sudah dalam kondisi rapi dan profesional untuk mendukung integritas karirmu.

7. “Apakah ada gosip atau konflik internal di tim ini?”

Mencari tahu tentang budaya kerja adalah hal yang wajar, namun menanyakan “gosip” menunjukkan kurangnya etika profesional. Jika kamu ingin tahu tentang dinamika tim, tanyakanlah dengan cara yang lebih sistematis, misalnya: “Bagaimana cara tim ini biasanya menyelesaikan perbedaan pendapat dalam sebuah proyek?” Ini jauh lebih fungsional dan memberikan kesan bahwa kamu adalah seorang pemecah masalah.

Setiap pertanyaan yang kamu ajukan adalah cerminan dari prioritasmu. Gunakan sesi tanya jawab untuk menggali lebih dalam tentang budaya perusahaan, tantangan posisi, dan bagaimana kamu bisa berkontribusi secara nyata. Dengan menghindari pertanyaan-pertanyaan di atas, kamu menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang fokus pada nilai tambah, profesionalisme, dan siap bertumbuh bersama perusahaan secara jangka panjang.

 

Share the Post:

Most Reading