Gempa bumi sering kali memicu kepanikan yang membuat orang bereaksi secara insting namun terkadang salah. Dalam situasi darurat, tindakan yang tidak tepat justru bisa meningkatkan risiko cedera atau terjebak dalam situasi yang lebih berbahaya. Berikut adalah 8 hal yang tidak boleh dilakukan saat terjadi gempa.
- 5 Alasan Menjaga Lingkungan Agar Terhindar dari Bencana Alam
- 10 Peran Volunteer dalam Menanggulangi Bencana Alam
8 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Terjadi Gempa
1. Berlari Keluar Gedung Saat Guncangan Masih Berlangsung
Banyak orang refleks berlari ke luar saat merasakan guncangan. Hal ini berbahaya karena benda-benda dari langit-langit, kaca jendela, atau dekorasi dinding bisa jatuh menimpa kamu saat sedang berlari. Tetaplah di dalam, berlindung di bawah meja yang kuat sampai guncangan benar-benar berhenti.
2. Menggunakan Lift untuk Turun atau Keluar
Jangan pernah masuk ke dalam lift saat gempa. Guncangan bisa menyebabkan sistem kelistrikan padam secara mendadak atau merusak mekanisme kabel lift, yang berisiko membuatmu terjebak di dalam ruang sempit di tengah situasi darurat. Gunakan tangga darurat hanya setelah guncangan berhenti.
3. Berdiri di Dekat Jendela atau Lemari Besar
Kaca jendela yang pecah akibat tekanan guncangan bisa menjadi serpihan tajam yang sangat berbahaya. Begitu juga dengan lemari besar atau rak buku yang tidak dipaku ke dinding; benda-benda ini sangat mudah roboh dan menimpa orang di sekitarnya. Cari ruang terbuka di dalam ruangan atau berlindung di bawah furnitur yang kokoh.
4. Berhenti di Dekat Bangunan Tinggi, Tiang Listrik, atau Pohon
Jika kamu sedang berada di luar ruangan, jangan berhenti di bawah bangunan, tiang listrik, baliho, atau pohon besar. Area paling aman adalah lapangan terbuka yang jauh dari benda-benda yang berpotensi roboh. Hindari juga area di bawah jembatan atau jalan layang.
5. Menyalakan Api atau Pemantik Rokok
Setelah gempa, risiko kebocoran gas sangat tinggi akibat pipa yang retak atau rusak. Menyalakan korek api atau sumber api lainnya bisa memicu ledakan hebat jika ada gas yang terperangkap di dalam ruangan. Gunakan senter bertenaga baterai jika kondisi gelap.
6. Tetap Berada di Dalam Mobil Jika Sedang Menyetir
Jika sedang mengemudi, jangan tetap melaju. Segera pinggirkan mobil di tempat yang aman (jauh dari jembatan dan tiang), matikan mesin, dan tarik rem tangan. Namun, jangan keluar dari mobil jika area sekitar dirasa tidak aman; mobil bisa menjadi perlindungan sementara dari benda jatuh yang berukuran kecil.
7. Langsung Masuk ke Dalam Bangunan yang Terlihat Retak
Setelah guncangan berhenti, jangan terburu-buru masuk kembali ke dalam gedung, terutama jika terlihat ada retakan besar pada struktur bangunan. Gempa susulan sering kali terjadi dan bisa merobohkan bangunan yang sudah tidak stabil akibat guncangan pertama.
8. Menyebarkan Informasi yang Belum Tentu Benar (Hoaks)
Saat terjadi bencana, informasi simpang siur mengenai gempa susulan yang lebih besar atau isu tsunami sering beredar tanpa sumber resmi. Menyebarkan pesan yang tidak jelas sumbernya hanya akan menambah kepanikan massal. Selalu pantau informasi resmi dari BMKG atau pihak berwenang melalui radio atau kanal resmi.
Tetap tenang dan memahami langkah mitigasi yang benar adalah kunci keselamatan saat menghadapi bencana alam. Selalu ingat prinsip “Drop, Cover, and Hold On” sebagai langkah perlindungan diri yang paling efektif.