Young On Top

7 Hal yang Dilarang saat Mudik

7 Hal yang Dilarang saat Mudik

Mudik adalah tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun aturan dan kebiasaan di masa lalu tentu berbeda dengan era digital sekarang. Jika sekarang kita lebih fokus pada aturan ganjil-genap atau tiket online, orang tua kita dulu menghadapi tantangan fisik dan norma yang lebih ketat. Berikut adalah 7 hal yang dilarang (baik secara aturan resmi maupun norma sosial) saat mudik di zaman dulu.

Baca Juga:

7 Hal yang Dilarang saat Mudik

1. Dilarang Membawa Barang di Atap Bus Tanpa Ikatan Kuat

Dulu, bus antarkota adalah primadona. Karena bagasi terbatas, penumpang sering menaruh barang di atap bus (rak kargo). Larangan kerasnya adalah menumpuk barang terlalu tinggi atau tidak diikat dengan tambang tambang besar, karena bisa membahayakan keseimbangan bus di jalur berkelok seperti Alas Roban atau Situbondo.

2. Dilarang “Nge-tap” Kursi dengan Barang (Tanpa Orang)

Di zaman kereta api belum memiliki sistem one seat one passenger, berebut kursi adalah hukum rimba. Larangan sosial yang sangat kuat adalah menaruh tas atau kain di kursi untuk “menandai” tempat duduk sementara orangnya masih di luar. Jika ketahuan, barang tersebut sering digeser paksa oleh penumpang lain yang lebih sigap.

3. Dilarang Menyalakan Radio Terlalu Kencang di Kendaraan Umum

Sebelum era earphone, banyak orang membawa radio transistor kecil untuk mengusir bosan. Namun, ada aturan tidak tertulis untuk tidak menyalakannya terlalu kencang karena bisa mengganggu konsentrasi sopir bus yang sedang berjuang menembus jalur mudik yang gelap dan minim lampu jalan.

4. Dilarang Turun dari Kereta Saat Berhenti Darurat

Dulu, kereta api sering berhenti di tengah sawah atau hutan karena gangguan teknis atau menunggu antrean jalur tunggal (single track). Penumpang dilarang keras turun untuk sekadar merokok atau buang air kecil di luar, karena kereta bisa berangkat tiba-tiba tanpa sinyal yang jelas, dan kamu bisa tertinggal di antah-berantah.

5. Dilarang Memberi Makan/Minum kepada Orang Asing

Ini adalah pesan orang tua yang sangat saklek. Karena maraknya kasus pembiusan di atas bus atau kereta ekonomi zaman dulu, penumpang dilarang keras menerima pemberian makanan atau minuman dari orang yang baru dikenal di perjalanan. Keamanan adalah prioritas utama agar bisa sampai di kampung halaman dengan selamat.

6. Dilarang Membawa Hewan Ternak ke Dalam Kabin

Meskipun suasana mudik dulu lebih “bebas”, membawa hewan ternak seperti ayam atau kambing ke dalam kabin penumpang tetap dilarang oleh petugas. Jika ingin membawa hasil ternak, hewan tersebut harus dimasukkan ke dalam keranjang bambu dan diletakkan di bagasi bawah atau atap kendaraan agar tidak mengganggu kenyamanan dan aroma kabin.

7. Dilarang Menggunakan Perhiasan Mencolok

Berbeda dengan sekarang yang mungkin lebih aman dengan pengawasan CCTV, mudik zaman dulu sangat rawan pencopetan dan penodongan di terminal atau stasiun. Ada larangan (nasihat) keras dari keluarga untuk tidak memakai perhiasan emas yang mencolok agar tidak memancing niat jahat orang selama perjalanan panjang yang melelahkan.

Melihat kembali aturan mudik zaman dulu membuat kita sadar betapa nyamannya fasilitas mudik yang kita rasakan sekarang. Kuncinya adalah tetap waspada dan menghargai setiap proses perjalanan agar esensi silaturahmi tetap terjaga.

Most Reading