Young On Top

5 Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Tersingkat di Tahun 2026

5 Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Tersingkat di Tahun 2026

Pernah kebayang nggak sih gimana rasanya berpuasa lebih dari 15 jam? Kalau di Indonesia kita sudah terbiasa menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13 jam, teman-teman muslim kita di negara lain ternyata mengalami durasi puasa yang jauh berbeda. Ada yang harus ekstra sabar, tapi ada juga yang puasanya terasa sangat kilat!

Uniknya, durasi puasa ini sangat bergantung pada rotasi bumi dan musim. Karena bulan Ramadan tahun 2026 ini bertepatan dengan bulan Februari hingga Maret, negara-negara di belahan bumi utara sedang mengalami akhir musim dingin (siang lebih pendek), sedangkan di belahan bumi selatan sedang menikmati musim panas (siang lebih panjang).

Makanya, mitos bahwa “puasa di Eropa itu pasti selalu lama dan menyiksa” nggak berlaku di tahun ini, lho! Biar wawasanmu makin luas, yuk intip 5 negara dengan durasi puasa terlama dan tersingkat di dunia pada Ramadan 2026 ini.

Baca Juga:

5 Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Tersingkat

1. Selandia Baru

Tahun ini, umat muslim di Selandia Baru, khususnya di kota Christchurch, harus menyiapkan ketahanan fisik ekstra. Mereka mencatat rekor sebagai negara dengan durasi puasa terlama di dunia, yaitu sekitar 15 jam 22 menit pada awal Ramadan! Karena masih berada di musim panas, matahari di sana terbit lebih cepat dan tenggelam jauh lebih lambat.

2. Chile

Bergeser ke benua Amerika Selatan, tepatnya di kota Puerto Montt, Chile. Umat muslim di sana harus menjalani ibadah puasa dengan durasi yang beda tipis dari Selandia Baru, yakni menembus 15 jam 13 menit. Tentu butuh asupan sahur yang bergizi tinggi dan hidrasi maksimal untuk bisa tetap beraktivitas di siang hari.

3. Australia

Nggak jauh dari Indonesia, teman-teman mahasiswa atau pekerja rantau yang bermukim di Canberra, Australia, juga harus menahan godaan sedikit lebih lama. Durasi puasa di sana mencapai angka 14 jam 48 menit. Meskipun lebih lama hampir 1,5 jam dari Indonesia, cuaca yang stabil cukup membantu mereka melewati hari-hari puasa.

4. Prancis

Kalau kamu pernah dengar cerita ngerinya puasa di Eropa yang bisa sampai 20 jam, itu hanya terjadi kalau Ramadan jatuh pada pertengahan tahun (musim panas). Di Ramadan 2026 ini, Prancis justru menjadi salah satu negara dengan durasi puasa tersingkat! Umat muslim di Paris hanya berpuasa sekitar 11 jam 33 menit per harinya karena matahari lebih cepat terbenam.

5. Islandia & Greenland

Berada di ujung utara bumi yang super dingin, Islandia (Reykjavik) dan Greenland (Nuuk) mencatat durasi puasa hanya sekitar 11 jam 42 menit. Siang hari yang sangat pendek di sana membuat waktu antara sahur dan berbuka terasa sangat berdekatan. Sangat bersahabat untuk fisik, meskipun suhu udaranya yang menusuk tulang menjadi tantangan tersendiri!

Buat kita yang tinggal di Indonesia, berpuasa dengan durasi rata-rata 13 jam adalah sebuah “kemewahan” geografis yang patut disyukuri. Karena posisi negara kita tepat berada di garis khatulistiwa, durasi siang dan malam kita selalu stabil di angka 12 hingga 13 jam-an sepanjang tahun, tidak peduli musim apa pun yang sedang terjadi.

Most Reading