Young On Top

7 Fakta Megah Masjid Negara di IKN

7 Fakta Megah Masjid Negara di IKN

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfokus pada gedung pemerintahan yang futuristik, tapi juga menghadirkan mahakarya spiritual yang luar biasa. Salah satu bangunan yang kini menjadi sorotan utama masyarakat adalah Masjid Negara IKN.

Tidak sekadar menjadi tempat ibadah baru, bangunan raksasa yang menelan anggaran APBN sekitar Rp940 miliar ini didesain dengan filosofi yang sangat mendalam. Mulai dari wujud arsitekturnya yang mendobrak pakem konvensional, hingga lokasinya yang menjadi simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia. Biar kamu makin update dengan wajah baru pusat spiritual di Nusantara ini, yuk bedah 7 fakta menarik dari Masjid Negara IKN yang kini sudah rampung!

Baca Juga:

Pesona dan Filosofi di Balik Masjid Negara IKN

1.  Desain Ikonik “Sorban” Karya I Nyoman Nuarta

Jika masjid pada umumnya identik dengan kubah setengah bola, Masjid Negara IKN berani tampil beda. Sang arsitek, I Nyoman Nuarta, merancang atap masjid ini dengan bentuk lekukan dan putaran dinamis yang terinspirasi dari sorban. Pemilihan bentuk sorban ini melambangkan kelembutan, fleksibilitas, serta identitas budaya Islam Nusantara yang terus bergerak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

2. Menara 99 Meter yang Sarat Makna Spiritual

Masjid ini dilengkapi dengan menara (minaret) yang menjulang kokoh menembus langit. Tingginya tidak dipilih secara asal, yaitu tepat 99 meter. Angka ini merupakan representasi dari 99 Asmaul Husna (nama-nama indah Allah), yang menjadi pengingat visual akan kebesaran Tuhan bagi siapa pun yang memandangnya dari kejauhan.

3. Kapasitas Raksasa

Seiring berpindahnya pusat pemerintahan. Pada tahap awal pengoperasiannya, masjid ini mampu menampung sekitar 29.095 jemaah. Namun, desain kawasannya sudah diproyeksikan untuk bisa diperluas hingga menampung 60.000 jemaah di masa mendatang.

4. Berdiri Berdampingan sebagai Simbol Toleransi

Masjid ini tidak berdiri eksklusif sendirian. Bangunan ini merupakan bagian dari Kawasan Peribadatan Nusantara, di mana lokasinya berdekatan dengan rumah ibadah agama lain, seperti Gereja Basilika (Katolik), Gereja Kristen, Pura, dan Vihara. Kawasan terpadu ini adalah wujud fisik nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika di tanah Nusantara.

5. Mengusung Konsep Green Building yang Mandiri

Sesuai dengan visi smart forest city IKN, masjid ini dibangun dengan prinsip keberlanjutan yang ketat. Area kanopi dan tempat parkirnya dilengkapi panel surya untuk menyuplai energi listrik secara mandiri. Selain itu, pintu-pintu besarnya didesain agar sirkulasi angin bisa bebas masuk, sehingga ruang utama ibada tetap terasa sejuk meski tanpa bergantung penuh pada AC.

6. Dikelilingi Embung Air dan Minim Limbah

Masjid ini dikelilingi oleh kolam retensi atau embung buatan. Kehadiran air ini tidak cuma mempercantik estetika pemandangan, tapi juga berfungsi secara teknis sebagai penyejuk suhu sekitar (mikroklimat) alami. Kerennya lagi, air wudu dan air hujan di kawasan ini didaur ulang kembali untuk menyiram tanaman dan keperluan non-konsumsi lainnya.

7. Mulai Mengukir Sejarah

Setelah peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Januari 2024, proses pembangunan hasil kolaborasi PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya ini akhirnya rampung penuh pada Februari 2026. Masjid ini bahkan sudah mencetak sejarah dengan digunakannya untuk Salat Subuh perdana yang diimami oleh Menteri Agama pada 11 Januari 2026, dan kini telah beroperasi penuh untuk memfasilitasi rangkaian ibadah di bulan Ramadan tahun ini.

Masjid Negara IKN bukan hanya tumpukan beton dan material bangunan, melainkan ruang spiritual yang merangkul teknologi hijau, pemberdayaan ekonomi lokal, dan nilai keberagaman. Sebuah mahakarya arsitektur yang sukses merepresentasikan wajah Indonesia masa depan!

Most Reading