Bulan Ramadan di kantor biasanya membawa satu perubahan rutinitas yang sangat terasa, hilangnya jam makan siang. Bagi pekerja kantoran, waktu istirahat 1 hingga 1,5 jam di tengah hari yang biasanya dihabiskan di kantin kini berubah menjadi waktu luang yang lumayan panjang.
Sebagian orang mungkin memilih untuk menggunakan waktu ini murni untuk tidur siang di meja kerja. Tentu saja itu tidak salah jika tubuhmu memang butuh istirahat (power nap). Tapi, kalau kamu kebetulan masih punya cukup energi dan bosan hanya scrolling media sosial tanpa arah, jam istirahat siang ini sebenarnya adalah “tambang emas” untuk self-development (pengembangan diri)!
Daripada waktu luangnya terbuang sia-sia, yuk ubah jam istirahat puasamu menjadi lebih produktif dengan 7 kegiatan self-development ini!
- 5 Etika Bekerja saat Puasa di Kantor yang Multikultural
- 6 Gerakan Peregangan di Kantor untuk Atasi Nyeri Punggung dan Leher
7 Cara Memanfaatkan Waktu Luang di Kantor
1. Update CV dan Rapikan Portofolio
Kapan terakhir kali kamu memperbarui Curriculum Vitae (CV) atau profil LinkedIn-mu? Sering kali kita terlalu sibuk bekerja sampai lupa mendokumentasikan pencapaian sendiri. Gunakan waktu luang di kantor untuk mencatat project apa saja yang baru saja selesai, skill baru yang kamu pelajari bulan ini, atau merapikan desain portofoliomu. Profil profesional yang selalu up-to-date akan membuatmu selalu siap jika ada peluang karier mendadak datang.
2. Ikuti Micro-Learning atau Kursus Online Gratis
Kamu tidak butuh waktu berjam-jam untuk belajar hal baru. Manfaatkan platform seperti Coursera, Google Digital Garage, atau Udemy yang sering menyediakan kursus gratis. Pilih modul micro-learning (pembelajaran berdurasi pendek 15-20 menit) yang relevan dengan bidang kerjamu, seperti dasar-dasar digital marketing, copywriting, atau data analytics. Sertifikatnya nanti bisa jadi nilai plus buat kariermu!
3. Dengarkan Podcast Inspiratif
Kalau matamu sudah lelah menatap layar laptop atau HP seharian, ini adalah solusi terbaik. Pasang earphone, tutup matamu sejenak, dan putar podcast yang membahas tentang karier, bisnis, investasi, atau motivasi hidup. Selain mengistirahatkan saraf mata, otakmu tetap menyerap wawasan dan insight baru dari para ahli tanpa harus mengeluarkan tenaga ekstra.
4. Perbanyak Membaca Artikel Industri
Berhenti sejenak dari membaca gosip artis dan mulailah membaca tren di industrimu. Kalau kamu bekerja di bidang kreatif, bacalah artikel tentang tren desain terbaru. Kalau kamu di bidang kesehatan atau administrasi, cari tahu regulasi atau teknologi terbaru di bidang tersebut. Memiliki industry knowledge yang luas akan membuatmu terlihat jauh lebih cerdas dan berwibawa saat diajak meeting atau berdiskusi dengan atasan.
5. Networking Internal
Self-development tidak melulu soal belajar teknis dari layar. Membangun relasi (networking) juga merupakan pengembangan diri yang krusial. Gunakan waktu luang ini untuk mengobrol santai dengan rekan kerja dari divisi lain yang mungkin jarang kamu sapa. Tanyakan tentang project mereka atau tantangan pekerjaan mereka. Pemahaman lintas divisi ini akan sangat membantumu saat harus berkolaborasi di masa depan.
6. Berlatih Bahasa Asing Lewat Aplikasi
Menguasai bahasa asing, minimal bahasa Inggris, adalah syarat mutlak untuk naik level di dunia kerja saat ini. Gunakan waktu 20 menit saat istirahat siang untuk membuka aplikasi seperti Duolingo, Babbel, atau sekadar membaca artikel berita berbahasa Inggris dan mencatat kosakata baru yang kamu temukan. Konsistensi kecil setiap hari akan membuahkan hasil besar di akhir tahun.
7. Evaluasi Diri dan Susun Goals Jangka Pendek
Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat pas untuk refleksi. Jauhkan dirimu dari distraksi, ambil buku catatan, dan lakukan evaluasi karier secara jujur. Apakah kamu sudah puas dengan posisimu saat ini? Skill apa yang masih menjadi kelemahanmu? Susunlah goals spesifik untuk 3 hingga 6 bulan ke depan, dan buatlah rencana tindakan (action plan) yang realistis untuk mencapainya.
Menghabiskan setengah jam sehari untuk self-development mungkin terasa berat di awal, apalagi saat perut sedang kosong. Tapi, bayangkan jika kebiasaan ini kamu tumpuk selama sebulan penuh. Kamu akan keluar dari bulan puasa bukan cuma dengan pahala, tapi juga dengan versi diri yang jauh lebih cerdas dan bernilai tinggi!