Young On Top

8 Tips Menjadi Moderator yang Baik untuk Sesi Diskusi atau Panel

8 Tips Menjadi Moderator yang Baik untuk Sesi Diskusi atau Panel

Banyak orang mengira tugas moderator itu cuma sekadar membacakan CV pembicara, mempersilakan mereka bicara dengan kalimat “waktu dan tempat dipersilakan”, lalu menutup acara. Padahal, kenyataannya jauh dari itu!

Moderator adalah “nakhoda” dari sebuah acara. Kamulah yang bertanggung jawab menjaga energi audiens, memastikan diskusi tetap on-track, dan mengatur lalu lintas waktu agar tidak ngaret. Kalau nakhodanya kebingungan, seisi kapal (audiens dan pembicara) pasti ikut bosan. Biar kamu tampil karismatik, percaya diri, dan nggak mati kutu saat memandu sesi diskusi atau panel talkshow, yuk kuasai 8 teknik jitu ini!

Baca Juga:

8 Tips Menjadi Moderator yang Baik

1. Riset Pembicara dan Topik Secara Mendalam

Kunci utama moderator yang cerdas adalah persiapan. Jangan pernah datang ke panggung dengan kepala kosong! Kalau kamu memandu seminar tentang isu Kesehatan Masyarakat, bacalah sedikit latar belakang atau jurnal terbaru yang pernah ditulis oleh narasumbermu. Dengan memahami konteks bahasan, kamu bisa merespons jawaban narasumber secara kritis, bukan sekadar mengangguk-angguk bingung.

2. Lakukan Briefing Sebelum Acara

Luangkan waktu 10-15 menit sebelum acara dimulai untuk mengobrol santai dengan narasumber. Sepakati aturan mainnya, berapa lama durasi mereka bicara, dan kode apa yang akan kamu gunakan saat waktu mereka hampir habis (misalnya mengangkat kertas kuning untuk sisa 5 menit). Hal ini akan mencegah kecanggungan di atas panggung nanti.

3. Buka Acara dengan Hook dan Energi Maksimal

Kesan pertama itu segalanya. Jangan membuka sesi dengan nada suara yang monoton! Gunakan energi yang positif, senyum yang lebar, dan lemparkan hook (pancingan) yang menarik perhatian, seperti membagikan fakta unik atau menyisipkan ice breaking ringan sebelum memanggil pembicara ke atas panggung.

4. Kuasai Seni Bridging (Menjembatani Antar Sesi)

Ini adalah skill tingkat tinggi seorang moderator. Saat transisi dari satu pembicara ke pembicara lain, jangan biarkan ada jeda kosong yang kaku. Buatlah “jembatan” kalimat (bridging). Rangkum satu poin menarik dari pembicara pertama, lalu kaitkan dengan topik pembicara kedua. Transisi yang mulus akan membuat alur diskusi terasa seperti sebuah cerita yang mengalir.

5. Potong Pembicaraan yang Ngaret dengan Elegan

Bagaimana cara menghentikan narasumber yang terlalu asyik bicara sampai melebihi batas waktu tanpa terlihat tidak sopan? Gunakan teknik memotong dengan pujian. Katakan dengan ramah namun tegas: “Wah, poin tentang pemberdayaan komunitas tadi sangat menarik dan komprehensif sekali, Bapak/Ibu. Namun karena keterbatasan waktu, kita harus beralih ke sesi tanya jawab sekarang.”

6. Siapkan Pertanyaan Cadangan (Plan B)

Momen paling horor bagi moderator adalah saat membuka sesi Q&A (Tanya Jawab), tapi audiens diam seribu bahasa. Jangan biarkan panggung hening! Sebagai nakhoda, kamu wajib menyiapkan 2-3 pertanyaan cerdas dari hasil risetmu sendiri. Misalnya, saat memandu panel peluncuran buku kolaborasi yang melibatkan 8 penulis berbeda, kamu bisa memancing obrolan dengan bertanya seputar dinamika dan tantangan proses kreatif mereka saat menyatukan ide.

7. Fokus Mendengarkan Bukan Sibuk Baca Cue Card

Jangan terus-terusan menunduk melihat cue card (kartu naskah) untuk memikirkan pertanyaan selanjutnya sampai kamu lupa mendengarkan apa yang sedang dibicarakan. Lakukan kontak mata dengan pembicara. Moderator yang baik adalah pendengar yang aktif, sehingga mereka bisa melontarkan pertanyaan lanjutan (follow-up question) yang spontan dan tajam dari pernyataan narasumber.

8. Tutup dengan Kesimpulan yang Memorable 

Di penghujung acara, jangan langsung menutupnya dengan salam perpisahan. Audiens mungkin sudah lupa dengan apa yang dibahas di menit-menit pertama. Tugasmu adalah merangkum (synthesize) seluruh sesi ke dalam 2-3 poin penting (key takeaways) yang bisa mereka bawa pulang. Penutup yang kuat akan meninggalkan kesan mendalam dan profesional di mata audiens maupun panitia.

Menjadi moderator yang karismatik butuh jam terbang. Wajar kalau di awal-awal kamu masih sering melihat naskah atau sedikit terbata-bata. Persiapkan dirimu dengan matang, bangun chemistry dengan pembicara, dan nikmati perannya!

Most Reading