Young On Top

10 Cara Meningkatkan Average Order Value (AOV) agar Transaksi Lebih Menguntungkan

10 Cara Meningkatkan Average Order Value (AOV) agar Transaksi Lebih Menguntungkan

Pernah nggak sih kamu merasa udah capek-capek promosi, pelanggan yang datang lumayan banyak, tapi kok keuntungan akhir bulannya segitu-gitu aja? Kalau iya, mungkin ini saatnya kamu berhenti sejenak mencari pelanggan baru, dan mulai fokus memaksimalkan pelanggan yang sudah ada di depan mata.

Di dunia bisnis, strategi ini disebut dengan meningkatkan Average Order Value (AOV), alias rata-rata nominal uang yang dihabiskan oleh satu pelanggan dalam satu kali transaksi. Logikanya sederhana, membujuk satu orang yang sudah percaya padamu untuk belanja lebih banyak itu jauh lebih gampang dan murah daripada meyakinkan orang baru untuk membeli.

Biar satu kali transaksi bisa mendatangkan cuan maksimal, yuk terapkan 10 strategi jitu menaikkan AOV ini!

Baca Juga:

10 Cara Meningkatkan Average Order Value (AOV) agar Transaksi Lebih Menguntungkan

1. Terapkan Trik Upselling 

Upselling adalah seni membujuk pelanggan untuk membeli versi yang lebih mahal atau lebih cepat dari produk/jasa yang awalnya mereka pilih. Misalnya, kamu membuka jasa cek uji similarity dokumen seharga Rp5.000 dengan estimasi waktu pengerjaan standar 24 jam. Tawarkan opsi “Layanan Ekspres 1 Jam Selesai” seharga Rp7.000 atau Rp10.000. Mahasiswa tingkat akhir yang sedang panik dikejar deadline pasti rela mengeluarkan uang ekstra untuk kecepatan ini!

2. Cross-Selling (Jual Produk Komplementer)

Kalau upselling itu menaikkan kelas produk, cross-selling adalah menawarkan produk pendamping. Misalnya, saat ada klien yang memesan draf artikel website, jangan biarkan transaksinya berhenti di situ. Tawarkan layanan tambahan: “Bapak/Ibu mau sekalian saya buatkan turunan kontennya untuk 3 caption Instagram dan thread X (Twitter) dari artikel ini?”. Satu klien, dua project!

3. Bikin Paket Bundling yang Menggiurkan

Pelanggan sangat suka sensasi “berhemat”. Gabungkan beberapa produk sekaligus dan jual dengan harga yang sedikit lebih murah dibanding beli satuan. Kalau kamu sedang membuka masa Pre-Order (PO) untuk buku terbarumu, buatlah Paket Bundling yang isinya: Buku Fisik + Bookmark Eksklusif + Totebag Kanvas. Nilai transaksinya otomatis akan jauh lebih besar daripada sekadar menjual satu buku fisik.

4. Patok Minimal Belanja untuk Gratis Ongkir

Ini adalah trik psikologis paling klasik tapi super ampuh di e-commerce. Kalau rata-rata pembelimu hanya menghabiskan Rp40.000, buatlah promo “Gratis Ongkir dengan Minimal Belanja Rp75.000”. Pelanggan biasanya lebih rela menambah barang belanjaan ke dalam keranjang (meskipun barang itu tidak terlalu mereka butuhkan) daripada harus membayar ongkos kirim.

5. Tawarkan Diskon Volume

Strategi ini sangat efektif untuk produk yang sering dipakai berulang kali, seperti makanan, produk perawatan tubuh, atau jasa digital. Terapkan harga bertingkat: Beli 1 harganya normal, Beli 3 diskon 10%, Beli 5 diskon 20%. Tanpa disadari, pelanggan akan mengajak teman-temannya untuk patungan demi mendapatkan harga termurah, dan omzetmu dalam satu nota akan langsung membengkak.

6. Program Loyalitas

Berikan poin setiap kali pelanggan melakukan transaksi, yang nantinya bisa ditukar dengan potongan harga. Tapi, berikan multiplier poin untuk transaksi di atas nominal tertentu. Misalnya, “Belanja di atas Rp100.000 dapat poin 2x lipat!”. Ini akan memotivasi mereka untuk menambah pesanan demi mengumpulkan poin lebih cepat.

7. Beri Hadiah Langsung

Mirip dengan gratis ongkir, tapi menggunakan barang fisik. Tentukan batas minimal transaksi untuk mendapatkan hadiah eksklusif yang tidak dijual bebas. Misalnya, pelanggan akan mendapatkan pouch kosmetik cantik atau sampel skincare gratis kalau mereka berbelanja produk kecantikan senilai Rp150.000.

8. Tambahkan Layanan Ekstra di Halaman Checkout

Saat pelanggan sudah bersiap membayar, munculkan penawaran layanan tambahan dengan nominal kecil yang rasanya sayang untuk dilewatkan. Contohnya: opsi “Bungkus Kertas Kado + Kartu Ucapan Custom” seharga Rp10.000. Receh memang, tapi kalau dikalikan puluhan pelanggan, hasilnya lumayan banget!

9. Promo Waktu Terbatas

Ciptakan urgensi (rasa mendesak). Saat pelanggan memasukkan satu barang ke keranjang, tawarkan barang kedua dengan diskon 50%, tapi berikan hitung mundur selama 10 menit. Rasa takut tertinggal promo (Fear of Missing Out/FOMO) akan mendorong mereka untuk segera memencet tombol checkout sebelum waktunya habis.

10. Sediakan Opsi Pembayaran yang Beragam dan Fleksibel

Terkadang, pelanggan batal menambah pesanan bukan karena tidak mau, tapi karena uang di e-wallet mereka sedang pas-pasan. Pastikan bisnismu menerima berbagai macam metode pembayaran (QRIS, transfer bank, dompet digital). Untuk produk fisik dengan harga agak tinggi bisa sangat mendongkrak AOV karena pelanggan merasa beban pembayarannya jadi lebih ringan.

Menaikkan AOV bukan berarti kamu memeras uang pelanggan atau memaksa mereka membeli hal yang tidak berguna. Kuncinya adalah memberikan value (nilai tambah) yang benar-benar relevan dengan masalah mereka. Pelanggan yang merasa sangat terbantu tidak akan ragu mengeluarkan uang lebih banyak di tempatmu!

Most Reading