Young On Top

7 Tips Menghadapi Dosen yang Killer atau Sulit Didekati

7 Tips Menghadapi Dosen yang Killer atau Sulit Didekati

Dapat kelas yang diampu oleh dosen killer atau kaku sering kali dianggap sebagai mimpi buruk buat mahasiswa. Baru dengar namanya saja, rasanya nyali sudah ciut. Apalagi kalau melihat reputasi mereka yang terkenal pelit nilai, jarang tersenyum, dan hobi merevisi tugas sampai belasan kali.

Tapi tenang, dosen killer itu bukan monster, kok! Mereka sebenarnya hanya akademisi dengan standar kedisiplinan dan profesionalisme yang sangat tinggi. Kalau kamu tahu cara menaklukkan standar mereka, kamu justru akan belajar lebih banyak dari kelas mereka dibandingkan kelas dosen yang terlalu santai.

Biar kamu nggak terus-terusan deg-degan setiap kali mau masuk kelas atau bimbingan, yuk terapkan 7 strategi jitu menghadapi dosen yang sulit didekati ini!

Baca Juga:

7 Tips Menghadapi Dosen yang Killer atau Sulit Didekati

1. Pahami Aturan Sejak Hari Pertama Kuliah

Dosen yang strict biasanya sangat kaku terhadap aturan. Di pertemuan pertama, perhatikan baik-baik kontrak kuliah yang mereka sampaikan. Apakah mereka mentoleransi keterlambatan maksimal 15 menit? Apakah mereka benci mahasiswa yang bermain HP di kelas? Catat semua pantangan tersebut dan patuhi. Kalau kamu sudah menunjukkan respek terhadap aturan mereka sejak awal, mereka tidak akan mencari-cari kesalahanmu.

2. Perhatikan Etika Menghubungi

Ini adalah kesalahan fatal yang sering bikin dosen killer naik darah. Saat mengirim pesan via WhatsApp atau email, gunakan format yang sangat sopan. Mulailah dengan salam, perkenalkan diri dengan jelas (Nama, NIM, Kelas/Mata Kuliah), sampaikan tujuanmu dengan singkat dan padat (jangan bertele-tele), dan tutup dengan ucapan terima kasih serta permintaan maaf karena mengganggu waktunya. Paling penting, perhatikan jam kerja! Jangan chat dosen di atas jam 8 malam atau di hari libur.

3. Datang Bawa Progres Bukan Hanya Bawa Bingung

Dosen paling tidak suka dengan mahasiswa yang manja. Kalau kamu mau bimbingan atau bertanya sesuatu yang sulit dipahami, pastikan kamu sudah mencoba mencari tahu jawabannya lebih dulu. Alih-alih bertanya, “Pak/Bu, saya bingung bab ini maksudnya apa ya?”, lebih baik ubah menjadi, “Pak/Bu, saya sudah membaca jurnal X dan menyimpulkan A, tapi saya masih kesulitan menyambungkannya dengan konsep B. Mohon arahannya.” Dosen akan sangat menghargai effort belajarmu.

4. Kerjakan Tugas Sesuai Format Secara Detail

Dosen perfeksionis punya “mata elang” untuk melihat kesalahan sepele. Sebelum mengumpulkan tugas atau draf makalah, cek ulang semuanya dua kali lipat. Apakah margin kertasnya sudah benar? Apakah daftar pustakanya sudah sesuai format APA/Harvard? Dan yang paling penting, pastikan tulisanmu bebas dari typo dan tingkat plagiasinya rendah (sudah dicek menggunakan Turnitin atau software serupa). Kerapian dokumen adalah bentuk penghormatanmu pada tugas tersebut.

5. Jadilah Mahasiswa yang Aktif

Menunjukkan antusiasme di kelas adalah cara ampuh meluluhkan hati dosen. Duduklah di barisan depan, catat materi yang disampaikan, dan berikan kontak mata. Kalau ada sesi tanya jawab, berikan pertanyaan yang berbobot dan relevan dengan materi, bukan pertanyaan asal-asalan hanya demi terlihat aktif.

6. Pahami Bahasa Tubuh dan Timing Mereka

Dosen juga manusia yang punya suasana hati naik turun dan kesibukan yang padat. Jangan asal mencegat dosen yang sedang berjalan terburu-buru menuju ruang rapat hanya untuk meminta tanda tangan. Baca situasi. Kalau mereka terlihat sedang santai di ruangannya atau baru saja selesai mengajar dan terlihat good mood, barulah kamu bisa mendekat dengan sopan. Timing yang pas menentukan 80% keberhasilan komunikasimu!

7. Jangan Baper, Ambil Sisi Positifnya!

Kalau revisianmu dicoret-coret penuh tinta merah atau kamu mendapat teguran tegas di kelas, jangan langsung terbawa perasaan dan merasa dosen itu membencimu. Hadapi kritik mereka secara objektif. Ingatlah bahwa tekanan dari dosen killer adalah simulasi terbaik untuk menghadapi tekanan dari atasan atau klien yang jauh lebih kejam di dunia kerja nanti.

Berhadapan dengan dosen killer adalah ujian integritas dan ketangguhan mental. Mereka tidak menuntutmu menjadi mahasiswa paling jenius di kampus, mereka hanya menuntutmu menjadi mahasiswa yang bertanggung jawab, punya tata krama, dan mau berusaha keras. Tunjukkan kualitas itu, dan percayalah, mereka akan menjadi mentor terbaik yang pernah kamu miliki!

 

Most Reading