Pergantian tahun atau selesainya sebuah periode kerja bukan cuma momen buat merencanakan liburan, tapi juga waktu yang paling krusial untuk melakukan “audit” terhadap diri sendiri.
Sering kali kita terlalu sibuk berlari dari satu target ke target lain sampai lupa berhenti sejenak untuk melihat seberapa jauh kita sudah berkembang. Kalau kamu nggak pernah melakukan evaluasi, kamu berisiko mengulangi kesalahan yang sama atau terjebak dalam rutinitas yang sebenarnya bikin kamu burnout.
Biar tahun depan langkahmu makin tajam dan terarah, yuk luangkan waktu 15 menit, siapkan buku catatan, dan jawab 10 pertanyaan self-assessment ini dengan jujur!
- 5 Cara Membagi Waktu Antara Ibadah, Kerja, dan Istirahat Pas Puasa
- 7 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Terbaik di Era AI
10 Pertanyaan untuk Evaluasi Diri di Akhir Tahun Kerja
1. Apa pencapaian terbesarku tahun ini yang paling bikin bangga?
Jangan cuma ingat kegagalan! Rayakan kemenangan besarmu. Mungkin tahun ini kamu akhirnya sukses publish jurnal ilmiah sebagai penulis pertama, berhasil jadi pengurus organisasi, menyelesaikan project menerbitkan buku kolaborasi bareng teman-teman, atau sukses tembus kerja di perusahaan impian. Tulis dan apresiasi dirimu sendiri atas kerja keras itu.
2. Skill baru apa yang berhasil aku kuasai?
Dunia profesional bergerak sangat cepat. Coba ingat-ingat, apakah tahun ini kamu berhasil mengasah skill baru yang meningkatkan value dirimu? Entah itu skill menulis yang makin persuasif, kemampuan negosiasi, atau bahkan skill manajerial dalam mengorganisasi sebuah event kampus.
3. Kegagalan atau kesalahan apa yang memberiku pelajaran paling berharga?
Kegagalan adalah guru yang paling jujur. Mungkin kamu pernah salah menetapkan harga untuk jasa yang kamu tawarkan, atau sempat kewalahan mengatur timeline project sampai ditegur klien. Jangan denial, akui kesalahan itu, dan catat pelajaran apa yang bisa kamu ambil agar tidak terulang di masa depan.
4. Apakah aku sudah menyeimbangkan antara pekerjaan, studi, dan kehidupan pribadi?
Sebagai anak muda yang super sibuk, kuliah jalan terus, kerjaan dikejar deadline, sampai ngurusin bisnis kecil-kecilan di malam hari, burnout itu sangat rentan terjadi. Tanyakan pada dirimu, apakah jam tidurmu cukup? Apakah kamu masih punya waktu untuk hobi dan orang terdekat?
5. Siapa saja relasi baru yang memberi dampak positif buat karierku?
Networking adalah aset yang tidak terlihat. Coba evaluasi lingkaran pertemanan dan relasi profesionalmu tahun ini. Siapa mentor, dosen, atau rekan kerja yang paling sering memberimu insight baru? Rencanakan untuk terus merawat hubungan baik dengan mereka di tahun depan.
6. Apa satu kebiasaan buruk yang paling menghambat produktivitasku?
Jujurlah pada dirimu sendiri. Apakah kamu sering melakukan procrastination (menunda-nunda pekerjaan sampai mepet deadline)? Atau kamu terlalu sering scrolling media sosial saat sedang stuck mencari ide tulisan? Menyadari kebiasaan buruk adalah langkah pertama untuk menghancurkannya.
7. Apakah target finansialku tahun ini sudah tercapai?
Evaluasi kondisi keuanganmu. Kalau kamu punya target omzet bulanan dari bisnis kecilmu, apakah angka itu tercapai? Jika belum, strategi marketing apa yang salah? Jika sudah, bagaimana cara melipatgandakannya tahun depan?
8. Proyek atau pekerjaan apa yang paling menguras energi tapi hasilnya kurang sepadan?
Lakukan audit energi. Pasti ada satu atau dua tugas yang membuatmu sangat lelah, memakan waktu berhari-hari, tapi bayaran atau impact-nya untuk kariermu sangat kecil. Tahun depan, belajarlah untuk berani berkata “Tidak” pada proyek-proyek energy vampire semacam ini.
9. Feedback atau kritik apa yang paling sering aku terima tahun ini?
Coba ingat-ingat masukan dari dosen pembimbing, klien, atau atasanmu. Kalau ada kritik yang sama dan diulang-ulang oleh orang yang berbeda (misalnya: “Kerjaanmu bagus, tapi sering telat merespons chat”), itu tandanya kamu memang punya blind spot di area tersebut dan harus segera diperbaiki.
10. Apa Satu tujuan utama yang mau aku capai tahun depan?
Setelah menjawab 9 pertanyaan di atas, kerucutkan ambisimu. Jangan buat 20 resolusi yang ujung-ujungnya hanya jadi wacana. Pilih SATU fokus utama yang paling berdampak besar buat karier atau akademismu tahun depan, dan susun langkah taktis untuk mencapainya.
Tujuan utama dari self-assessment bukanlah untuk mencari-cari kekurangan dan merutuki diri sendiri, melainkan untuk memetakan posisi strategismu saat ini. Dengan mengenali potensi dan batasanmu, kamu bisa berlari jauh lebih kencang di tahun yang baru!