Ramadan sering kali jadi bulan yang ironis secara finansial. Makan siang libur, tapi pengeluaran justru membengkak tajam. Mulai dari godaan takjil sore hari, agenda buka puasa bersama (bukber) yang padat, hingga persiapan menyambut Lebaran.
Bagi kamu yang memiliki sumber pemasukan bervariasi dengan arus kas yang keluar-masuk harus dipantau ketat agar tidak “numpang lewat” begitu saja. Berikut lima strategi jitu mengatur keuangan agar dompet tetap aman terkendali.
- 8 Tips Menyiapkan Menu Buka Puasa 30 Hari Anti Ribet dan Gak Bosen
- 5 Cara Membagi Waktu Antara Ibadah, Kerja, dan Istirahat Pas Puasa
5 Cara Mengatur Keuangan Selama Ramadan
1. Pisahkan Pemasukan Bisnis di Awal
Pemasukan yang tidak tetap per bulannya rawan bocor jika disatukan dalam satu rekening operasional. Begitu fee atau pembayaran klien yang masuk, langsung bagi menjadi pos-pos spesifik: 55% untuk kebutuhan harian, 30% untuk tabungan/investasi, dan 15% untuk keinginan (termasuk bukber). Jangan tunggu akhir bulan untuk menabung sisanya, karena biasanya tidak akan ada sisa.
2. Jatah Kuota dan Anggaran Bukber
Bukber adalah “tersangka utama” bocornya dompet mahasiswa dan pekerja lepas. Tetapkan batas maksimal, misalnya hanya tiga kali bukber dalam sebulan dengan budget maksimal per pertemuan. Beranikan diri menolak ajakan yang tidak masuk anggaran, atau usulkan alternatif buka puasa hemat berbentuk potluck (bawa makanan masing-masing) bersama teman-teman kampus daripada harus nongkrong di kafe hits sekitaran kota yang overpriced.
3. Amankan Modal Investasi ke RDN (Rekening Dana Nasabah)
Kalau kamu punya target mulai membangun portofolio saham, bulan puasa adalah momentum yang tepat untuk menyisihkan dana lebih banyak. Alih-alih menghamburkan uang untuk hal konsumtif, segera transfer alokasi 30% tabunganmu ke RDN sesaat setelah gajian. Menjadikan investasi sebagai “pengeluaran wajib” di awal bulan akan menyelamatkan uangmu dari godaan diskon flash sale.
4. Batasi Pengeluaran Printilan Takjil Harian
Membeli es buah, gorengan, atau jajanan pasar setiap jam 5 sore terkesan murah karena nominalnya kecil. Namun jika diakumulasikan selama 30 hari, angkanya bisa untuk membayar kuota internet berbulan-bulan. Alokasikan budget takjil mingguan secara tunai. Jika uang tunai di dompet khusus takjil tersebut habis, itu artinya kamu harus menahan diri dan berbuka dengan makanan yang ada di rumah.
5. Bikin Sinking Fund Khusus Persiapan Lebaran
Kebutuhan tampil prima saat Lebaran, seperti membeli baju baru atau restock serum Vitamin C dan peeling andalan harus direncanakan dari sekarang. Buatlah tabungan target (sinking fund) khusus untuk pengeluaran Lebaran ini. Dengan memisahkan dananya, kamu bisa tetap glowing di hari raya tanpa mengganggu uang makan atau modal operasional bisnismu bulan depan.
Dari lima pos keuangan di atas, bagian mana yang biasanya paling sering bikin pengeluaranmu jebol dan mau kamu rapikan format anggarannya hari ini?