Young On Top

7 Ide Acara Virtual yang Tetap Interaktif dan Tidak Membosankan

7 Ide Acara Virtual yang Tetap Interaktif dan Tidak Membosankan

Sejak era pandemi berlalu, istilah Zoom fatigue alias kelelahan menatap layar video call jadi masalah nyata. Mengadakan event virtual lewat Zoom atau Google Meet sering kali berujung pada layar hitam (peserta off cam) dan suasana hening yang awkward.

Padahal, event virtual itu sangat efisien karena bisa menghemat biaya sewa venue dan menjangkau audiens dari berbagai kota. Kunci agar audiens tidak ngantuk dan diam-diam multitasking membuka tab lain adalah interaksi aktif.

Biar acaramu nggak cuma berisi presentasi satu arah yang membosankan, yuk sontek 7 ide acara virtual yang dijamin interaktif dan bikin peserta betah on cam!

Baca Juga:

7 Ide Acara Virtual yang Tetap Interaktif dan Tidak Membosankan

1. Workshop Eksekusi Langsung (Live Practice)

Jangan cuma memaparkan teori lewat slide PPT. Buat sesi di mana peserta harus langsung praktik. Misalnya, kamu mengadakan workshop dasar copywriting atau sesi mentoring bedah karya untuk kompetisi desain poster. Berikan waktu 15 menit agar peserta membuat draf atau sketsa di tempat, lalu pilih beberapa hasil karya untuk di-review secara live bersama pemateri.

2. Virtual Escape Room atau Trivia Quiz

Butuh ice breaking atau event santai untuk bonding komunitas? Gunakan konsep game interaktif! Kamu bisa memakai platform seperti Kahoot! atau Mentimeter untuk kuis trivia berhadiah. Kalau mau lebih menantang, buat Virtual Escape Room menggunakan petunjuk-petunjuk yang disembunyikan dalam file Google Drive atau slide presentasi, dan biarkan audiens berlomba memecahkan teka-tekinya lewat kolom chat.

3. Fireside Chat dengan Format Ask Me Anything 

Ubah format Webinar yang kaku menjadi “Fireside Chat” yang lebih kasual layaknya podcast. Undang narasumber ahli untuk sekadar mengobrol santai tanpa presentasi panjang lebar. Misalnya, membahas isu-isu lapangan seperti tantangan pengorganisasian masyarakat di era digital. Buka sesi AMA (Ask Me Anything) sejak awal acara dan biarkan peserta unmute mic mereka untuk bertanya langsung secara bergantian.

4. Bedah Karya dan Virtual Book Launch

Acara peluncuran karya tidak harus selalu di gedung mewah. Misalnya, kamu dan rekan-rekan penulis lainnya baru saja menerbitkan buku kolaborasi. Alih-alih cuma menceritakan sinopsis, adakan sesi live reading (membaca kutipan favorit dengan intonasi dramatis), lalu mainkan polling interaktif untuk menebak plot twist atau ending cerita bersama para pembaca.

5. Speed Networking via Breakout Rooms

Banyak orang ikut event virtual untuk mencari koneksi atau teman baru. Fasilitasi hal ini dengan fitur Breakout Rooms. Acak peserta ke dalam ruangan-ruangan kecil yang berisi 2-3 orang, lalu berikan waktu 3-5 menit bagi mereka untuk berkenalan dan menjawab satu “pertanyaan pemantik” dari panitia (misal: “Apa target karier terbesarmu tahun ini?”). Setelah waktu habis, tarik mereka kembali ke Main Room, lalu acak lagi.

6. Studi Kasus Kompetitif

Ide ini sangat cocok untuk event berbau akademis atau bisnis. Bagi peserta ke dalam beberapa kelompok, berikan mereka sebuah studi kasus nyata, dan beri waktu 30 menit di Breakout Room untuk menyusun solusi. Setelah itu, setiap kelompok harus melakukan pitching (presentasi singkat) di depan juri atau pemateri utama. Suasana kompetitif akan membuat energi acara tetap menyala sampai akhir.

7. Watch Party dan Diskusi Film atau Dokumenter

Punya komunitas dengan minat yang sama? Adakan Watch Party! Kamu bisa menggunakan fitur Share Screen untuk menonton film pendek, dokumenter, atau bahkan video edukasi berdurasi 15-20 menit bersama-sama. Setelah menonton, buka sesi diskusi atau debat santai mengenai pesan moral dan review dari tayangan tersebut.

Sebagus apa pun konsep acara virtualmu, ujung tombaknya tetap ada pada pembawa acara (MC) atau moderator. Pastikan memilih MC yang energinya selalu full, jago memancing respons audiens di kolom chat, dan pandai mengisi momen-momen awkward silence (jeda sepi).

Most Reading