Melihat brand besar sukses meraup untung puluhan juta dari iklan Instagram atau Facebook (Meta Ads) sering bikin pebisnis pemula tergiur ikutan. Tinggal siapkan budget, pasang foto produk, klik jalankan, dan berharap pesanan langsung membeludak, kan?
Kenyataannya nggak sesederhana itu! Banyak pemula yang akhirnya kapok beriklan karena merasa cuma “bakar uang” tanpa ada hasil penjualan yang masuk. Padahal, platform iklan Meta itu sangat cerdas, asalkan kita tahu cara mengendalikannya.
Biar modal iklanmu nggak menguap sia-sia, pastikan kamu menghindari 5 kesalahan fatal yang paling sering dilakukan pemula ini!
- 6 Platform E-commerce Lokal untuk Bantu Kamu Berjualan
- 7 Metode Penetapan Harga Jual yang Tepat agar Untung dan Tetap Kompetitif
5 Kesalahan Fatal dalam Iklan Berbayar (Ads)
1. Terjebak Godaan Tombol Boost Post (Promosikan Postingan)
Kesalahan paling umum pemula adalah beriklan langsung dari aplikasi Instagram atau Facebook dengan memencet tombol biru bertuliskan “Boost Post“. Memang sangat praktis, tapi fiturnya sangat terbatas! Tombol ini biasanya hanya dioptimasi untuk mencari Likes atau Comments (rasio interaksi), bukan untuk mendatangkan konversi penjualan yang sesungguhnya. Kalau mau serius dan menargetkan pembeli, gunakanlah Meta Ads Manager melalui browser laptop. Di sana, fiturnya jauh lebih lengkap dan detail.
2. Targeting Audiens Terlalu Luas
“Ah, produkku ini cocok buat semua orang kok, dari umur 18 sampai 65 tahun di seluruh Indonesia!” Ini adalah mindset yang salah besar. Semakin luas target audiensmu, semakin cepat budget iklanmu habis untuk ditampilkan ke orang-orang yang sebenarnya tidak peduli dengan produkmu. Spesifikkan targetmu! Tentukan rentang usianya, lokasinya, hingga minat yang relevan dengan apa yang kamu jual.
3. Mengabaikan Kualitas Visual dan Copywriting
Sebagus apa pun targeting-mu, kalau gambar atau video iklannya buram dan teksnya copywriting membosankan, audiens akan langsung melewatinya. Ingat, kamu hanya punya waktu 3 detik pertama untuk menghentikan jempol audiens! Gunakan gambar atau video yang jernih, headline yang memancing rasa penasaran, dan akhiri teks dengan Call to Action (CTA) yang jelas, seperti “Klik link di bio untuk diskon 50% hari ini!”.
4. Tidak Memasang Meta Pixel di Website atau Landing Page
Kalau kamu mengarahkan audiens iklan ke website atau landing page toko, tidak memasang Meta Pixel adalah kesalahan besar. Meta Pixel adalah sebaris kode pelacak yang merekam siapa saja yang sudah masuk ke website-mu, siapa yang sudah menaruh barang di keranjang tapi belum bayar, hingga siapa yang sudah sukses belanja. Tanpa data ini, kamu tidak akan bisa melakukan Retargeting (mengiklankan kembali produkmu ke orang yang sudah tertarik tapi belum jadi beli).
5. Terlalu Cepat Mematikan Iklan
Banyak pemula yang panik saat melihat iklannya belum menghasilkan penjualan di hari pertama atau kedua, lalu buru-buru mematikannya. Padahal, algoritma mesin Meta membutuhkan waktu yang disebut Learning Phase (fase pembelajaran) selama beberapa hari untuk mencari tahu tipe audiens seperti apa yang paling merespons iklanmu. Berikan waktu setidaknya 3 hingga 7 hari sebelum memutuskan untuk mematikan atau mengubah strategi iklan tersebut.
Beriklan di Facebook dan Instagram itu ibarat mengendarai mobil balap. Kalau kamu tidak tahu fungsi pedal gas, rem, dan setirnya, kamu pasti akan menabrak. Jangan terburu-buru menghabiskan budget besar. Mulailah dengan modal kecil (misalnya Rp20.000 hingga Rp50.000 per hari) untuk melakukan testing (uji coba) strategi mana yang paling mendatangkan cuan untuk bisnismu.