Punya ide bisnis atau skill yang bisa diuangkan tapi bingung mau jualan di mana? Di era digital ini, kamu nggak perlu lagi sewa ruko mahal atau buka lapak di pinggir jalan buat mulai berbisnis.
Ekosistem e-commerce di Indonesia sekarang sudah sangat matang dan terfragmentasi. Artinya, ada platform khusus untuk jualan barang fisik, ada yang fokus untuk reseller, dan ada juga yang didesain khusus buat para freelancer atau kreator menjajakan karya dan jasa digitalnya.
Biar kamu nggak salah lapak, yuk kenali 6 platform e-commerce dan marketplace lokal yang siap bantu kamu meraup cuan!
- 5 Cara Validasi Ide Bisnis Sebelum Mengeluarkan Modal Besar
- 10 Faktor Penting dalam Optimasi SEO untuk E-commerce
6 Platform E-commerce Lokal untuk Bantu Kamu Berjualan
1. Tokopedia
Siapa yang tidak kenal Tokopedia? Sebagai marketplace lokal terbesar, platform si “Burung Hantu Hijau” ini punya basis pengguna jutaan orang. Tokopedia sangat cocok kalau kamu ingin menjual produk fisik dengan target pasar yang luas. Misalnya, kalau kamu baru saja menerbitkan buku antologi cetak hasil kolaborasi dengan penulis lain, atau membuka toko reseller khusus produk skincare lokal yang sedang tren, membuka Official Store atau toko Power Merchant di sini adalah langkah pertama yang paling logis.
2. KaryaKarsa
Jualan nggak melulu soal barang fisik yang harus dipaketkan. Kalau kamu punya skill menulis cerita, meracik artikel, atau membuat komik, KaryaKarsa adalah e-commerce lokal terbaik untukmu. Platform ini memungkinkan penggemar atau audiens mengapresiasi karyamu secara langsung (lewat sistem beli karya atau langganan). Daripada tulisanmu cuma mengendap di laptop, lebih baik diunggah ke sini dan jadikan passive income!
3. SociaBuzz
Nah, buat kamu yang menawarkan jasa digital, SociaBuzz (khususnya fitur SociaBuzz GIGS) adalah lapak jualan yang sangat fungsional. Kamu bisa membuat katalog jasa lengkap dengan tarifnya. Sangat pas untuk menawarkan keahlian freelance copywriting, pembuatan desain, hingga jasa spesifik seperti pengecekan dokumen dan skor similarity bebas plagiasi untuk mahasiswa tingkat akhir. Klien tinggal klik, bayar, dan kamu bisa langsung mulai mengerjakan pesanan.
4. Evermos
Kalau kamu ingin berjualan tapi belum punya modal untuk stock barang, Evermos bisa jadi solusi. Platform e-commerce ini menggunakan model social commerce yang menghubungkan reseller dengan berbagai brand lokal (terutama produk fesyen muslim, makanan halal, dan kecantikan). Kamu cukup mendaftar, pilih produk yang ingin dijual, dan promosikan lewat WhatsApp atau media sosial. Urusan packing dan pengiriman, akan diurus oleh brand asalnya.
5. Bukalapak
Meski sekarang persaingan marketplace sangat ketat, Bukalapak tetap punya taring, terutama di kalangan pelapak grosir dan B2B (Business to Business). Kalau model bisnismu adalah menyuplai kebutuhan dalam jumlah besar, misalnya menerima pesanan suvenir, lanyard kepanitiaan, atau perlengkapan kampus dalam skala partai, fitur-fitur di Bukalapak sangat mendukung untuk transaksi dalam jumlah masif dengan harga bertingkat.
6. Blibli
Blibli menempatkan dirinya sebagai e-commerce lokal bernuansa online mall. Platform ini sangat ketat dalam menyeleksi pelapaknya karena menggaransi bahwa barang yang dijual 100% orisinal. Kalau suatu saat nanti bisnismu sudah berkembang pesat, memiliki legalitas lengkap, dan membangun brand sendiri yang matang, membuka toko resmi di Blibli akan langsung meroketkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap produkmu.
Di platform mana pun kamu memilih untuk berjualan, kunci utamanya tetap sama, visual yang menarik dan copywriting deskripsi produk yang jelas. Jangan malas menuliskan detail produk, syarat dan ketentuan jasa, hingga keunggulan lapakmu agar calon pembeli tidak ragu untuk melakukan checkout. Selamat berjualan!