Young On Top

4 Cara Efektif Mencatat di Kelas Online atau Hybrid agar Tidak Lupa

4 Cara Efektif Mencatat di Kelas Online atau Hybrid agar Tidak Lupa

Sistem kuliah hybrid atau online memang ngasih fleksibilitas luar biasa. Kamu bisa dengerin dosen ngejelasin materi sambil duduk santai di kosan atau dari kafe favorit. Tapi, fleksibilitas ini ibarat pedang bermata dua. Kalau nggak disiplin, suara dosen di Zoom atau Google Meet sering kali cuma berakhir jadi background noise alias radio rusak selagi kamu asyik scrolling media sosial.

Ujung-ujungnya? Pas mau Ujian Tengah Semester (UTS) atau kuis dadakan, kamu baru panik karena nggak punya catatan apa-apa, dan file presentasi dari dosen rasanya seperti bahasa asing. Biar waktu berjam-jam menatap layar laptop nggak berujung sia-sia dan materi benar-benar nempel di otak, yuk terapin 4 cara efektif mencatat di kelas online atau hybrid ini!

Baca Juga:

4 Cara Efektif Mencatat di Kelas Online atau Hybrid agar Tidak Lupa

1. Terapkan Metode Cornell untuk Mata Kuliah Padat Teori

Kalau kamu sedang menghadapi mata kuliah yang butuh analisis tajam atau hafalan istilah medis, mencatat biasa dari ujung ke ujung kertas nggak akan efektif. Gunakan Metode Cornell. Bagi kertas atau halaman digital-mu menjadi tiga bagian:

  • Kolom kanan (besar): Untuk mencatat poin-poin utama selama dosen berbicara.
  • Kolom kiri (kecil): Untuk menuliskan kata kunci, pertanyaan, atau istilah penting setelah kelas selesai.
  • Kolom bawah: Untuk menulis kesimpulan singkat (1-2 kalimat) dari seluruh materi hari itu.

Metode ini memaksa otakmu untuk langsung mengolah informasi, bukan sekadar menyalin ulang isi slide.

2. Aturan Emas Screenshot: Langsung Anotasi

Kebiasaan paling beracun saat kelas online adalah mengandalkan screenshot (tangkapan layar). Kamu menekan tombol Print Screen saat slide penting muncul, lalu membiarkannya menumpuk di galeri laptop sampai lulus. Ubah kebiasaan ini! Boleh saja melakukan screenshot, tapi terapkan aturan, langsung paste gambar tersebut ke dalam Notion, Microsoft Word, atau Google Docs milikmu saat itu juga. Kemudian, tambahkan anotasi atau catatan kecil berupa 1-2 poin (bullet points) di bawah gambar tersebut menggunakan bahasamu sendiri. Ini akan memberimu konteks saat membacanya kembali berminggu-minggu kemudian.

3. Sentralisasi Catatan di Satu Workspace Digital

Jangan biarkan catatanmu berceceran. Catatan mata kuliah A ada di buku tulis, mata kuliah B ada di Notes HP, dan mata kuliah C ada di dokumen Word yang entah di mana folder-nya. Sebagai mahasiswa yang mungkin sibuk, manajemen waktu dan ruang adalah segalanya. Gunakan satu tools sentral seperti Notion atau Evernote. Buat satu database khusus untuk “Perkuliahan”, lalu pisahkan ke dalam halaman per mata kuliah. Kalau semuanya tersusun rapi di satu “rumah”, memori otakmu akan lebih mudah memanggil ulang informasi tersebut saat dibutuhkan.

4. Lakukan Review 24 Jam

Rahasia ingatan jangka panjang bukanlah sistem kebut semalam (SKS), melainkan Spaced Repetition (pengulangan berjangka). Otak manusia akan membuang 70% informasi baru dalam kurun waktu 24 jam jika tidak dipanggil ulang. Kamu tidak perlu membaca ulang seluruh catatan berjam-jam. Cukup luangkan waktu 10-15 menit di malam hari setelah kelas selesai atau keesokan paginya sebelum memulai aktivitas lain untuk membaca sekilas catatan yang kamu buat. Cek apakah ada kalimat yang kurang jelas, lalu tebalkan (bold) atau beri highlight pada inti sarinya.

Tujuan utama mencatat bukanlah memindahkan semua kata-kata dosen ke dalam laptopmu, melainkan memproses informasi tersebut agar bisa dipahami oleh dirimu di masa depan. Temukan gaya mencatat yang paling nyaman buatmu, dan jadikan kelas online jauh lebih interaktif dari sekadar menatap layar kosong.

Most Reading