Young On Top

5 Tanda Perusahaan Toxic yang Harus Diwaspadai Saat Interview

5 Tanda Perusahaan Toxic yang Harus Diwaspadai Saat Interview

Udah seneng banget dapet email panggilan interview, tapi pas ngobrol sama HRD atau calon atasan, kok rasanya ada yang janggal di hati, ya? Hati-hati! Wawancara kerja itu bukan cuma momen buat perusahaan menilai skill kamu, tapi juga momen krusial buat kamu menilai culture mereka.

Jangan sampai saking pengennya cepat dapet kerja, kamu malah menutup mata dan terjebak di perusahaan yang toxic. Ujung-ujungnya, bukannya karier yang berkembang, malah mental yang makin breakdance setiap hari. Biar nggak menyesal dan harus resign dalam waktu dekat, perhatikan 5 red flag alias tanda bahaya ini saat kamu sedang wawancara kerja!

Baca Juga:

5 Tanda Perusahaan Toxic yang Harus Diwaspadai Saat Interview

1. Jobdesc Ngambang dan Harus Serba Bisa

Saat kamu bertanya soal detail pekerjaan harian tapi jawaban mereka berputar-putar, ini patut dicurigai. Waspadai juga template kalimat seperti, “Di sini kita wear many hats (merangkap banyak peran) ya, jadi harus fleksibel.” Fleksibel itu bagus, tapi kalau tidak ada batasan peran yang jelas, itu sering kali jadi kode halus kalau kamu bakal disuruh mengerjakan tugas 3 orang dengan gaji 1 posisi saja.

2. Glorifikasi Lembur dan “We Are Family

Kata “keluarga” di dunia kerja kadang bisa jadi jebakan yang manis. Kalau interviewer dengan bangga bilang, “Kita di sini kerja keras banget sampai malam karena kita semua sudah seperti keluarga,” itu adalah sinyal buruk buat work-life balance kamu. Lingkungan kerja yang sehat dan profesional harusnya memiliki batasan waktu yang jelas, bukan mengeksploitasi waktu istirahatmu atas nama loyalitas kekeluargaan.

3. HRD atau User Menjelek-jelekkan Mantan Karyawan

Kalau HRD atau calon atasanmu secara terbuka membicarakan keburukan atau menggosipkan orang yang sebelumnya mengisi posisi tersebut di depanmu, itu adalah red flag! Profesional sejati tidak akan membicarakan keburukan internal di depan kandidat. Kalau mereka bisa menjelekkan mantan karyawan di depanmu sekarang, sadarilah bahwa suatu saat mereka juga bisa melakukan hal yang sama kepadamu.

4. Menyepelekan Waktumu

Dinamika kantor memang kadang memunculkan meeting mendadak, itu wajar. Tapi, kalau interviewer datang terlambat sampai satu jam tanpa memberi kabar, atau melakukan reschedule berkali-kali secara mendadak tanpa permintaan maaf yang pantas, ini tanda bahaya. Bagaimana cara mereka menghargai waktumu saat interview adalah cerminan langsung dari bagaimana mereka akan memperlakukanmu saat kamu sudah jadi karyawan nanti.

5. Defensif Saat Kamu Mengajukan Pertanyaan Kritis

Di akhir sesi interview, kamu berhak mengajukan pertanyaan balik. Nah, kalau saat kamu bertanya soal turnover rate (seberapa sering karyawan keluar-masuk), kejelasan proses evaluasi kinerja, atau seperti apa tantangan terbesar di tim tersebut, mereka malah terlihat tersinggung, menjawab dengan ketus, atau mengelak, fiks ada borok internal yang sedang disembunyikan.

Kalau setelah keluar dari ruang interview atau mematikan Zoom perutmu terasa nggak enak dan instingmu bilang ada yang salah, dengarkan itu. Menolak tawaran dari perusahaan yang jelas-jelas menunjukkan red flag jauh lebih baik daripada harus mengorbankan kewarasan dan kedamaian mentalmu setiap hari.

Most Reading