Young On Top

8 Cara Mengatasi Decision Fatigue Saat Harus Pilih Banyak Hal Sehari-hari

8 Cara Mengatasi Decision Fatigue Saat Harus Pilih Banyak Hal Sehari-hari

Pernah nggak sih ngerasa capek banget padahal baru setengah hari beraktivitas? Buka aplikasi ojol bingung mau makan apa, buka lemari bingung mau pakai baju apa, sampai buka laptop pun bingung mau ngerjain tugas yang mana duluan. Ujung-ujungnya kamu malah scrolling medsos berjam-jam karena otak rasanya udah “ngebul”.

Kalau kamu sering ngalamin ini, selamat, kamu sedang terkena Decision Fatigue alias kelelahan mengambil keputusan! Sama seperti otot tubuh, otak kita punya batas energi harian untuk menimbang opsi.

Semakin banyak keputusan remeh yang kamu buat dari pagi, semakin buruk kualitas keputusanmu di sore hari. Biar energimu nggak habis buat mikirin hal-hal sepele dan target harianmu tetap tercapai, yuk retas otakmu dengan 8 cara mengatasi decision fatigue ini!

Baca Juga:

8 Cara Mengatasi Decision Fatigue Saat Harus Pilih Banyak Hal Sehari-hari

1. Otomatisasi Keputusan Kecil dari Malam Sebelumnya

Jangan biarkan pagi harimu habis untuk mikir. Siapkan baju yang akan dipakai, buku catatan, dan tas kerjamu dari malam hari. Kalau perlu, tentukan juga menu sarapanmu sebelum tidur. Dengan begini, saat bangun pagi, kamu hanya perlu bergerak seperti “robot” yang mengeksekusi rencana tanpa harus membebani otak dengan pilihan baru.

2. Terapkan Sistem Batching untuk Tugas Berulang

Bolak-balik berpindah dari satu tugas ke tugas lain sangat menguras energi mental. Gabungkan tugas-tugas yang sejenis dalam satu waktu (batching). Misalnya, daripada mengecek dan memproses dokumen klien satu per satu setiap kali ada chat masuk, lebih baik kumpulkan antreannya dan proses sekaligus di jam tertentu (misalnya jam 1 siang dan 7 malam).

3. Lakukan Keputusan Paling Berat di Pagi Hari

Energi pengambilan keputusan berada di titik puncaknya saat kamu baru bangun tidur. Gunakan energi emas ini untuk mengerjakan tugas yang paling sulit dan butuh konsentrasi tinggi. Entah itu menyusun draf tugas yang tenggat waktunya mepet atau menganalisis data untuk riset, selesaikan di pagi hari agar sisa harimu terasa lebih ringan.

4. Bikin Time Limit Buat Keputusan Remeh

Sering menghabiskan waktu 30 menit cuma buat milih font presentasi atau milih judul film di Netflix? Mulai sekarang, pasang timer! Beri dirimu waktu maksimal 2 menit untuk memilih hal-hal yang tidak berdampak besar pada hidupmu. Kalau waktunya habis, pilih opsi pertama yang ada di depan mata.

5. Batasi Pilihan dengan Rule of 3

Terlalu banyak opsi justru melumpuhkan otak. Kalau kamu kewalahan mencari ide konten atau bingung memilih metode riset, batasi pilihanmu maksimal menjadi tiga saja. Abaikan opsi sisanya. Memilih satu dari tiga jauh lebih mudah dan cepat daripada harus menyaring sepuluh kemungkinan sekaligus.

6. Susun Meal Plan Mingguan

“Hari ini makan apa ya?” adalah pertanyaan yang paling sering menguras energi anak kost. Daripada setiap jam makan siang kamu harus berdebat dengan diri sendiri, luangkan waktu 15 menit di hari Minggu untuk menyusun jadwal menu makan selama seminggu ke depan. Kamu jadi hemat waktu mikir dan hemat budget jajan sembarangan!

7. Berhenti Mencari Kesempurnaan (Good Enough is Fine)

Sifat perfeksionis adalah sahabat karib decision fatigue. Kamu jadi terus-terusan ragu dan menimbang-nimbang karena takut salah pilih. Ingat, tidak semua keputusan butuh hasil yang 100% sempurna. Untuk hal-hal sehari-hari, keputusan yang “cukup baik” (good enough) sudah sangat memadai agar kamu bisa segera move on ke pekerjaan selanjutnya.

8. Istirahatkan Otak Tanpa Layar

Saat otak mulai nge- blank, itu tandanya kamu butuh jeda. Kesalahan terbesar kita adalah beristirahat tapi malah membuka media sosial, di mana otak tetap dipaksa memilih untuk like, scroll, atau menonton konten. Cobalah istirahat dengan memejamkan mata, mengatur napas, atau berjalan kaki sebentar tanpa membawa handphone.

Decision fatigue terjadi karena kita memberikan porsi perhatian yang sama rata untuk semua hal, baik yang penting maupun yang tidak. Dengan menyederhanakan rutinitas dan mengotomatisasi hal-hal kecil, kamu sedang menabung energi otakmu untuk menciptakan ide-ide brilian yang jauh lebih berharga.

Most Reading