Pernah nggak sih, niatnya mau sehat minum susu sapi atau jajan es kopi susu kekinian, tapi setengah jam kemudian perut langsung terasa kembung, begah, bergas, atau bahkan berujung diare? Kalau iya, besar kemungkinan kamu mengalami intoleransi laktosa (lactose intolerance). Kondisi ini terjadi ketika tubuhmu tidak memproduksi cukup enzim laktase untuk mencerna laktosa (gula alami dalam susu sapi). Faktanya, intoleransi laktosa ini sangat umum dialami oleh mayoritas orang Asia, lho!
Tapi tenang aja, berhenti minum susu sapi bukan berarti kamu harus kehilangan asupan nutrisi harian atau berhenti minum kopi enak. Di pasaran sekarang sudah banyak banget alternatif susu nabati (plant-based milk) yang aman buat pencernaan. Biar nggak bingung milihnya, yuk intip 5 pilihan susu pengganti terbaik ini!
- 7 Gejala Asam Lambung yang Sering Dikira Maag Biasa dan Cara Mengatasinya
- 10 Rekomendasi Merek Susu Kedelai Terbaik di Indonesia
5 Alternatif Susu Nabati Bebas Laktosa dan Kaya Nutrisi
1. Susu Kedelai (Soy Milk)
Susu kedelai adalah alternatif klasik yang paling mudah ditemukan dan harganya paling bersahabat. Secara profil nutrisi, susu kedelai adalah yang paling mirip dengan susu sapi karena kandungan proteinnya sangat tinggi (sekitar 7-8 gram per gelas). Selain itu, susu kedelai juga mengandung isoflavon yang kaya antioksidan. Ini adalah pilihan terbaik kalau kamu mencari pengganti susu sapi untuk mendukung pemenuhan gizi harian yang padat.
2. Susu Oat (Oat Milk)
Buat kamu yang suka banget ngopi, oat milk pasti udah nggak asing lagi. Teksturnya yang kental dan creamy bikin susu ini sangat cocok dicampur ke dalam kopi tanpa merusak rasanya. Susu oat terbuat dari gandum utuh, sehingga mengandung serat larut bernama beta-glucan yang sangat bagus untuk pencernaan dan membantu menurunkan kolesterol. Namun, perlu diingat bahwa susu oat memiliki kandungan karbohidrat yang sedikit lebih tinggi dibanding susu nabati lainnya.
3. Susu Almond
Kalau kamu sedang menjaga berat badan atau dalam program defisit kalori, susu almond adalah jawabannya. Susu ini memiliki kalori yang paling rendah (jika memilih varian tanpa pemanis tambahan/ unsweetened). Susu almond juga merupakan sumber Vitamin E alami yang sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit dan menangkal radikal bebas. Kekurangannya, susu almond sangat rendah protein, jadi pastikan kamu mendapat asupan protein dari makanan lain.
4. Susu Kacang Mete (Cashew Milk)
Susu kacang mete punya tekstur yang lebih kaya dan rasa yang sangat gurih dibandingkan susu almond. Susu ini mengandung lemak tak jenuh yang sangat baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Karena teksturnya yang kental saat dipanaskan, susu kacang mete sangat cocok digunakan sebagai bahan dasar smoothies, campuran oatmeal, atau pengganti santan untuk memasak hidangan penutup yang sehat.
5. Susu Beras (Rice Milk)
Kalau kamu punya perut yang super sensitif, tidak bisa mencerna laktosa, alergi kacang-kacangan (nut allergy), sekaligus alergi kedelai, susu beras adalah alternatif yang paling hypoallergenic (minim risiko alergi). Rasanya secara alami sudah manis dan teksturnya sangat ringan. Namun, karena terbuat dari beras, susu ini tinggi karbohidrat dan indeks glikemiknya cukup tinggi, sehingga kurang disarankan bagi penderita diabetes yang perlu mengontrol gula darah.
Beralih ke susu nabati memang langkah cerdas untuk menyelamatkan perutmu. Tapi, selalu biasakan untuk membalik kemasan dan membaca Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts). Pilihlah varian yang Unsweetened atau Less Sugar agar kamu tidak tanpa sadar menumpuk asupan gula harian, dan pastikan produk tersebut sudah difortifikasi (diperkaya) dengan Kalsium dan Vitamin D!