Pola hidup anak muda zaman sekarang emang sering bikin geleng-geleng kepala. Siang sibuk nugas atau ngantor, malamnya begadang sambil minum es kopi susu, ditambah telat makan dan hobi jajan makanan pedas. Nggak heran kalau keluhan sakit perut rasanya udah jadi “penyakit langganan”.
Biasanya, kalau perut mulai perih atau mual, kita langsung melabelinya sebagai “sakit maag” dan minum obat maag warung. Padahal, bisa jadi yang kamu alami bukan sekadar radang lambung (gastritis/maag), melainkan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) alias asam lambung yang naik ke kerongkongan.
Dalam kacamata promosi kesehatan, mengenali gejala secara spesifik adalah langkah pertama untuk mencegah komplikasi yang lebih parah. Biar kamu nggak salah penanganan, yuk kenali 7 gejala asam lambung yang sering mengecoh ini beserta cara mengatasinya!
7 Gejala Asam Lambung yang Sering Dikira Maag Biasa dan Cara Mengatasinya
1. Sensasi Terbakar di Dada (Heartburn)
Ini adalah gejala paling khas dari asam lambung naik, tapi sering bikin panik karena dikira serangan jantung. Heartburn terasa seperti ada panas yang menjalar dari perut bagian atas hingga ke tulang dada. Cara mengatasinya adalah jangan langsung rebahan setelah makan! Beri jeda minimal 2-3 jam agar makanan turun sempurna. Kalau terpaksa harus tidur, posisikan kepala dan dadamu lebih tinggi menggunakan tumpukan bantal.
2. Mulut Terasa Asam atau Pahit (Regurgitasi)
Pernah tiba-tiba bersendawa lalu ada cairan atau rasa makanan yang berbalik naik ke belakang tenggorokan dan meninggalkan rasa pahit di mulut? Itu adalah regurgitasi, di mana katup lambungmu melemah sehingga isi lambung bocor ke atas. Cara mengatasinya dengan menghindari makan dalam porsi besar sekaligus. Lebih baik makan dalam porsi kecil namun sering. Pastikan juga asupan gizimu seimbang dan kurangi makanan yang terlalu berlemak karena lemak membuat lambung lambat mengosongkan isinya.
3. Batuk Kering yang Tak Kunjung Sembuh
Udah minum obat batuk berhari-hari tapi batuk keringnya nggak hilang, terutama saat malam hari? Hati-hati, ini sering banget disalahartikan sebagai flu atau radang biasa. Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa mengiritasi saluran pernapasan dan memicu refleks batuk kronis. Cara mengatasinya dengan menghindari pemicu asam lambung di sore dan malam hari, seperti kopi, teh, cokelat, dan minuman bersoda.
4. Suara Serak di Pagi Hari
Bangun tidur niatnya mau meeting atau presentasi di kelas, eh suara malah serak dan parau padahal lagi nggak pilek. Iritasi dari cipratan asam lambung ke pita suara sepanjang malam adalah biang kerok utamanya. Cara mengatasinya dengan biasakan minum air putih hangat saat bangun tidur untuk membersihkan kerongkongan. Hindari berdehem terlalu keras karena justru akan membuat pita suara makin meradang.
5. Sering Bersendawa dan Perut Kembung Begah
Maag biasa memang bikin kembung, tapi pada penderita asam lambung, sendawa ini bisa terjadi sangat sering dan terus-menerus meskipun belum makan apa-apa. Udara terasa terperangkap di perut dan dada. Cara mengatasinya dengan kunyah makananmu pelan-pelan sampai benar-benar hancur. Makan terburu-buru atau sering mengobrol saat makan membuat banyak udara ikut tertelan ke dalam lambung.
6. Mual Tanpa Alasan yang Jelas
Rasa mual akibat asam lambung biasanya muncul di pagi hari saat perut masih kosong, atau justru beberapa jam setelah makan makanan yang sangat memicu asam (seperti tomat, jeruk, atau makanan super pedas). Cara mengatasinya dengan seduh air jahe hangat. Seperti yang pernah kita bahas di artikel obat alami, rimpang jahe punya senyawa anti-inflamasi yang sangat bagus untuk menenangkan otot lambung dan meredakan rasa mual secara instan.
7. Sensasi Mengganjal di Tenggorokan (Disfagia)
Sering merasa ada “bola” atau sisa makanan yang nyangkut di tenggorokan padahal kamu sedang tidak makan apa-apa? Ini adalah efek peradangan kronis di kerongkongan akibat paparan asam berulang kali. Cara mengatasinya dengan mengurangi menggunakan pakaian, celana, atau ikat pinggang yang terlalu ketat di area perut. Tekanan dari luar perut bisa memaksa cairan lambung naik ke atas dan memperparah sensasi mengganjal tersebut.
Mengobati asam lambung bukan cuma soal minum obat penurun asam, tapi merombak total kebiasaan sehari-hari. Mulailah lebih mindful dengan apa yang kamu konsumsi dan bagaimana pola istirahatmu. Kalau gejala ini muncul lebih dari dua kali seminggu dan sangat mengganggu aktivitas produktifmu, jangan ragu untuk segera periksa ke dokter, ya!