Cari kos-kosan zaman sekarang emang jauh lebih gampang. Nggak perlu lagi panas-panasan keliling gang sempit buat nanya “Ada kamar kosong, Bu?”. Cukup rebahan sambil scroll aplikasi pencari kos atau grup Facebook, puluhan pilihan kamar estetik udah terpampang nyata di layar HP.
Sayangnya, kemudahan ini juga dibarengi dengan maraknya kasus penipuan. Mulai dari foto kamar hasil curian dari Pinterest (catfishing), alamat fiktif, sampai oknum yang bawa kabur uang Down Payment (DP). Buat anak kuliah atau first-jobber yang budget-nya pas-pasan, kena tipu urusan kosan pasti bikin nyesek banget.
Biar kamu nggak jadi korban manisnya janji palsu di internet, wajib banget terapin 8 tips hunting kos online yang aman berikut ini!
- 5 Checklist Sebelum Menandatangani Kontrak Sewa Kos-kosan Biar Gak Nyesel
- 10 Ide Masak Kost dari Bahan Sisa di Kulkas, Hemat dan Anti Mubazir
8 Tips Mencari Kos-kosan Secara Online agar Tidak Tertipu
1. Gunakan Platform Resmi yang Terpercaya
Mencari kos via grup Facebook atau Twitter/X memang sering kasih harga miring, tapi risikonya sangat tinggi karena tidak ada pihak ketiga yang menengahi. Kalau kamu belum berpengalaman, lebih aman menggunakan aplikasi resmi seperti Mamikos, Cove, Rukita, atau platform sejenis yang sudah memverifikasi mitra pemilik kosnya. Jika terjadi sengketa, kamu bisa melaporkannya ke customer service aplikasi tersebut.
2. Hati-hati Jika Harga Terlalu Good to be True
Kamar luas, full furnished, AC dingin, smart TV, WiFi kencang, kamar mandi dalam, tapi harganya cuma Rp500 ribu per bulan di area strategis dekat kampus? Red flag! Sebelum kegirangan, cek dulu harga pasaran kos-kosan di daerah tersebut. Kalau harganya terlampau murah dan tidak masuk akal, kemungkinan besar itu adalah pancingan penipu.
3. Cermati Kualitas Foto dan Watermark
Penipu biasanya malas memotret dan hanya mengambil gambar dari internet atau listing kos lain. Perhatikan kualitas fotonya. Apakah gambarnya terlalu blur, pecah, atau terlihat seperti potongan gambar dari majalah desain interior? Waspadai juga jika ada watermark (tanda air) di foto yang namanya berbeda dengan nama akun si pengiklan.
4. Verifikasi Alamat Melalui Google Maps (Street View)
Jangan langsung percaya pada alamat teks yang diberikan. Buka Google Maps, masukkan alamat lengkapnya, dan gunakan fitur Street View untuk melihat kondisi fisik bangunannya dari jalanan. Apakah bentuk pagar dan warna cat rumahnya sama dengan yang ada di foto promosi? Kalau alamatnya mengarah ke tanah kosong atau ruko terbengkalai, tinggalkan saja.
5. Minta Virtual Tour atau Video Call Langsung
Ini adalah cara paling ampuh untuk mematikan langkah penipu yang menggunakan foto palsu. Mintalah pemilik kos atau penjaga untuk melakukan video call dan menunjukkan kondisi kamar yang kosong secara real–time. Kalau mereka terus beralasan “kamera rusak”, “lagi di luar kota”, atau “sinyal jelek”, kamu wajib curiga.
6. Jangan Pernah Transfer DP ke Rekening Pribadi Tak Dikenal
Modus penipuan paling klasik adalah mendesak calon penyewa untuk segera mentransfer uang muka (DP) dengan alasan “kamarnya sisa satu”. Jangan pernah mentransfer uang sepeser pun sebelum kamu (atau teman yang kamu mintai tolong) melihat kamarnya secara langsung! Jika menggunakan aplikasi pencari kos, gunakan fitur payment gateway resmi dari aplikasi tersebut agar uangmu bisa kembali jika terjadi pembatalan sepihak.
7. Baca Review dan Rating dari Penghuni Sebelumnya
Di platform pencari kos atau Google Maps, biasanya ada kolom ulasan dari penghuni lama. Jangan cuma melihat bintangnya, tapi baca keluhannya. Penipu biasanya tidak memiliki ulasan sama sekali, atau ulasannya terlihat palsu (semuanya bintang lima dengan komentar yang sangat generik).
8. Jangan Terpancing Taktik FOMO (Fear of Missing Out)
Penipu sangat jago memainkan psikologi korban. Mereka sering menggunakan kalimat seperti, “Ini udah ada 3 orang yang mau transfer ya Kak, siapa cepat dia dapat.” Tujuannya agar kamu panik, tidak sempat berpikir panjang, dan langsung mengirimkan uang. Tetaplah tenang dan logis. Kehilangan satu kamar kos yang “katanya” bagus jauh lebih baik daripada kehilangan uang jutaan rupiah.
Dunia maya memang penuh kemudahan, tapi juga penuh jebakan. Bersikap kritis, banyak bertanya, dan melakukan cek silang (cross-check) adalah tameng terbaikmu saat mencari hunian sementara. Lebih baik sedikit repot di awal, daripada pusing dan rugi bandar di akhir!