Young On Top

8 Cara Menyampaikan Kritik yang Membangun ke Teman atau Rekan Kerja

8 Cara Menyampaikan Kritik yang Membangun ke Teman atau Rekan Kerja

Ngasih kritik ke orang lain, apalagi ke teman dekat atau rekan kerja satu tim, emang sering bikin serba salah. Kalau diam aja, kerjaan berantakan atau project kelompok jadi mandek. Tapi kalau diomongin, takutnya mereka malah baper, tersinggung, dan ujung-ujungnya hubungan jadi awkward.

Padahal, kritik yang membangun itu penting banget buat proses bertumbuh. Tanpa feedback, kita nggak bakal tahu di mana letak kesalahan yang harus diperbaiki. Kuncinya bukan pada apa yang kamu sampaikan, melainkan bagaimana cara kamu menyampaikannya.

Biar pesanmu tersampaikan tanpa harus ngerusak pertemanan atau profesionalitas kerja, yuk terapkan 8 cara elegan ini!

Baca Juga:

8 Cara Menyampaikan Kritik yang Membangun ke Teman atau Rekan Kerja

1. Pastikan Niatmu Memang untuk Membantu

Sebelum ngomong, tanya dulu ke dirimu sendiri, apakah kamu ngasih kritik ini murni buat perbaikan performa tim, atau cuma pelampiasan rasa kesal? Kalau emosimu masih memuncak, mending tunda dulu. Kritik yang keluar saat lagi emosi biasanya lebih terdengar seperti serangan personal dibanding masukan yang objektif.

2. Sampaikan Secara Privat, Jangan di Depan Umum

Ini aturan emasnya, Praise in public, criticize in private. Jangan pernah menegur kesalahan rekan kerjamu di tengah meeting, apalagi diomongin blak-blakan di grup WhatsApp. Ajak mereka ngobrol empat mata, entah itu chat personal, telepon, atau ngopi bareng. Menjaga harga diri mereka adalah kunci agar kritikmu bisa diterima dengan pikiran terbuka.

3. Gunakan Metode “Sandwich

Metode ini paling klasik tapi masih sangat ampuh. Sisipkan kritikmu di antara dua pujian. Mulailah dengan mengapresiasi kerja keras mereka, masukkan poin kritik atau perbaikannya di tengah, lalu tutup lagi dengan dukungan positif. Contohnya: “Makasih ya udah gerak cepat nyelesain draf tulisan ini. Tapi kayaknya bagian hook di paragraf pertama masih bisa dibikin lebih catchy lagi deh biar engagement-nya makin naik. Secara keseluruhan idenya udah keren banget, tinggal dipoles dikit aja!”

4. Fokus pada Masalahnya, Bukan Personalnya

Hindari kata-kata yang menyerang karakter atau kepribadian. Daripada bilang, “Kamu tuh emang ceroboh banget sih ngurusin laporan,” lebih baik ubah fokusnya ke pekerjaan. Misalnya, “Aku perhatiin ada beberapa data di laporan project kelompok kita yang belum sinkron nih. Yuk kita crosscheck ulang bareng-bareng biar hasilnya maksimal.”

5. Gunakan Sudut Pandang “Aku” (I-Message)

Kalimat yang diawali dengan kata “Kamu” sering kali terdengar menghakimi (misal, “Kamu selalu telat ngirim bahan”). Ganti dengan sudut pandang “Aku” atau “Kita” agar terdengar lebih kolaboratif. Contohnya: “Aku merasa kita bakal agak keteteran ngejar deadline kalau materinya belum terkumpul hari ini. Ada yang bisa aku bantu biar cepet kelar?”

6. Jadilah Spesifik, Jangan Ngambang

Kritik yang bilang “Kerjaanmu kurang bagus” itu sama sekali nggak membantu karena membingungkan. Tunjukkan bagian mana yang spesifik perlu diperbaiki. Misalnya, “Di bagian visual desain ini, font-nya agak susah dibaca kalau dari jauh. Mungkin ukurannya bisa dibesarin dikit atau warnanya dibikin lebih kontras.”

7. Jangan Cuma Protes, Bawa Solusi

Mengkritik tanpa ngasih jalan keluar itu namanya cuma komplain. Kalau kamu melihat ada yang salah dengan hasil kerja temanmu, pastikan kamu juga punya bayangan alternatif solusinya. Menawarkan bantuan atau ide perbaikan bakal bikin mereka merasa kamu adalah rekan tim yang solutif, bukan orang yang bossy.

8. Beri Ruang untuk Berdialog

Setelah menyampaikan masukan, jangan langsung pergi atau menutup obrolan. Berikan mereka kesempatan untuk merespons atau menjelaskan sudut pandang mereka. Coba akhiri dengan pertanyaan terbuka seperti, “Menurutmu gimana? Ada kendala yang bikin bagian ini jadi kurang maksimal nggak kemaren?”

Memberikan kritik yang membangun butuh empati dan pemilihan kata yang tepat. Kalau kamu menyampaikannya dengan rasa hormat, rekan kerja atau temanmu pasti bakal sadar kalau masukan itu sebenarnya adalah bentuk kepedulianmu terhadap progres dan kesuksesan tim bersama.

Most Reading