Bulan Ramadan bukan cuma tentang menahan lapar dan dahaga, tapi juga dikenal sebagai “musim panen” buat para pegiat bisnis online. Menjelang lebaran, behaviour atau perilaku konsumsi masyarakat biasanya meningkat drastis. Mulai dari berburu baju baru, beli hampers buat teman, sampai mencari promo jasa digital untuk mempermudah hidup selama bulan puasa.
Sayangnya, tingginya daya beli ini juga dibarengi dengan persaingan yang super ketat. Hampir semua brand dan online shop jor-joran bakar uang untuk iklan. Kalau strategi jualanmu cuma posting foto produk dan berharap ada yang beli, siap-siap aja tenggelam di tengah lautan konten.
Biar omzet bisnismu atau side hustle-mu makin meroket dan nggak kalah saing, yuk terapkan 6 strategi jitu jualan online selama bulan Ramadan ini!
- 8 Tips Jitu Atur Keuangan Bisnis Kecil agar Tidak Bangkrut di Tahun Pertama
- 8 Ide Bisnis Simpel Buat Kamu yang Gak Suka Ribet
6 Strategi Jitu Meningkatkan Penjualan Online Selama Bulan Ramadan
1. Manfaatkan Golden Hours Ramadan
Selama bulan puasa, jam aktif audiens di media sosial mengalami pergeseran yang signifikan. Waktu terbaik untuk melakukan promosi atau upload konten adalah saat sahur (pukul 03.00 – 05.00 pagi) dan menjelang berbuka puasa atau ngabuburit (pukul 16.00 – 18.00 sore). Di jam-jam ini, orang lebih sering memegang HP dan scrolling media sosial. Jadwalkan konten promosimu di waktu tersebut agar peluang dilihat dan di-checkout makin besar.
2. Sesuaikan Copywriting dan Visual dengan Tema Ramadan
Audiens sangat menyukai konten yang relatable dengan momen saat ini. Ubah sedikit gaya komunikasi bisnismu. Gunakan copywriting yang menyentuh empati, kebersamaan, atau bahkan humor seputar puasa. Secara visual, kamu bisa menambahkan sentuhan ornamen Ramadan pada foto produk atau logo tokomu agar audiens langsung merasakan vibes perayaan dari brand yang kamu bangun.
3. Buat Promo Bundling yang Menggiurkan
Diskon memang menarik, tapi promo bundling (paket gabungan) sering kali lebih efektif untuk menaikkan rata-rata nilai transaksi (Average Order Value). Entah kamu jualan kue kering, pakaian, atau bahkan menawarkan jasa digital independen, cobalah buat paket khusus. Contohnya: “Paket Hampers Lebaran” atau “Paket Semangat Nugas Sahur Beli 3 Cek Lebih Murah”.
4. Bebaskan Ongkir atau Berikan Ekstra Layanan
Banyak calon pembeli yang mundur teratur gara-gara melihat biaya ongkos kirim yang mahal atau biaya admin tambahan. Menggratiskan ongkir atau memberikan subsidi ongkir adalah salah satu trigger psikologis terkuat untuk membuat orang segera menyelesaikan pembayaran. Kalau kamu menjual jasa, berikan ekstra layanan kecil yang gratis, seperti revisi tambahan atau konsultasi kilat.
5. Fast Response adalah Kunci
Di musim belanja yang padat, kesabaran pembeli biasanya sangat tipis. Kalau toko atau jasamu lambat membalas chat, mereka akan dengan mudah pindah ke kompetitor. Pastikan kamu (atau adminmu) standby membalas pesan, terutama di golden hours. Gunakan fitur auto-reply di WhatsApp Business atau Instagram untuk menyapa mereka terlebih dahulu saat kamu sedang tidak memegang HP.
6. Sisipkan Nilai Berbagi (Program Charity)
Ramadan adalah bulan berbagi. Banyak anak muda sekarang yang lebih suka berbelanja di brand yang memiliki nilai sosial (social impact). Kamu bisa membuat kampanye kecil-kecilan, misalnya, “Setiap 10% dari keuntungan penjualan minggu ini akan disalurkan untuk takjil gratis di jalanan.” Selain meningkatkan penjualan, strategi ini juga membangun citra positif dan loyalitas jangka panjang untuk brand-mu.
Meningkatkan penjualan di bulan Ramadan butuh lebih dari sekadar keberuntungan, butuh strategi yang adaptif dengan kebiasaan audiens. Jangan tunggu sampai pertengahan bulan puasa untuk mulai promosi. Curi start dari sekarang, rapikan katalog produkmu, dan bersiaplah menyambut lonjakan orderan