Ngomongin soal gaya hidup eco-friendly atau ramah lingkungan kadang bikin kita maju mundur. Bayangannya pasti harus langsung berubah drastis, nggak boleh pakai plastik sama sekali, harus beli produk organik yang serba mahal, atau hidup super minimalis.
Padahal, transisi menuju gaya hidup berkelanjutan (sustainable) itu bukan tentang satu orang yang melakukannya secara sempurna, melainkan jutaan orang yang melakukannya dengan tidak sempurna. Kamu nggak perlu langsung merombak seluruh isi rumah. Kuncinya ada pada swaps atau pertukaran kebiasaan kecil sehari-hari dengan alternatif yang lebih minim jejak karbon.
Biar bumi kita bisa sedikit bernapas lega, yuk mulai dari 7 swaps sederhana ini dalam keseharianmu!
- 8 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Lingkungan Tetap Sehat Mulai dari Rumah
- 15 Langkah Nyata Reboisasi yang Bisa Dilakukan di Lingkungan Sekitar
7 Swaps Sederhana untuk Hidup yang Lebih Ramah Lingkungan
1. Kantong Belanja Plastik ➡️ Tote Bag Kanvas
Ini adalah swap paling basic yang harus kamu biasakan. Daripada setiap mampir ke minimarket selalu nambah koleksi kantong kresek di kamar, biasakan untuk selalu menyelipkan satu tote bag kain tipis di dalam tas punggung atau jok motormu. Selain kuat dan bisa dicuci, memakai tote bag bikin gaya belanja kamu terlihat lebih rapi dan estetis.
2. Beli Bumbu Dapur Kemasan ➡️ Tanam Apotek Hidup Sendiri
Daripada terus-terusan membeli jahe, kunyit, atau lengkuas yang dibungkus plastik berlapis-lapis di tukang sayur, kenapa nggak coba tanam sendiri? Bikin apotek hidup skala kecil di pot pekarangan rumah atau bahkan menginisiasi penanaman bareng kelompok ibu-ibu PKK di lingkungan sekitar itu langkah eco-friendly yang seru banget. Selain menghemat uang belanja, kamu juga ikut menghijaukan area pemukiman.
3. Buang Sisa Makanan ke Tong Sampah ➡️ Olah Jadi Kompos
Tahukah kamu kalau sampah organik yang menumpuk di tempat pembuangan akhir akan menghasilkan gas metana yang memperparah pemanasan global? Mulai pisahkan sisa makananmu. Kamu bisa mengolahnya di rumah menggunakan teknologi komposter Takakura yang praktis dan tidak berbau untuk skala rumah tangga. Alternatif lain yang sangat efektif adalah menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurai sampah organik secara cepat.
4. Botol Air Minum Kemasan ➡️ Bawa Tumbler
Coba hitung berapa uang yang kamu habiskan buat beli air mineral botolan setiap kali ke kampus atau ke kantor. Menggantinya dengan membawa tumbler berisi air minum dari rumah bukan cuma menyelamatkan lingkungan dari tumpukan sampah plastik abadi, tapi juga menyelamatkan dompetmu di akhir bulan.
5. Kapas Wajah Sekali Pakai ➡️ Reusable Cotton Pads
Buat kamu yang peduli banget sama kesehatan dan skincare routine, bayangkan berapa banyak lembar kapas yang dibuang setiap kali kamu mengaplikasikan toner atau menghapus makeup di malam hari. Coba beralih ke reusable cotton pads berbahan kain lembut atau bambu yang bisa dicuci ulang. Lebih ramah lingkungan dan tentunya tidak melukai skin barrier-mu.
6. Terus-terusan Beli Fast Fashion ➡️ Thrifting dan Mix & Match
Industri pakaian adalah salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Jangan biarkan dirimu terjebak FOMO (Fear of Missing Out) untuk selalu membeli baju model terbaru setiap bulan. Terapkan prinsip mindful shopping, bongkar lagi lemarimu dan padupadankan pakaian lama, atau beralihlah ke thrifting (beli baju bekas layak pakai) kalau memang sedang butuh outfit baru.
7. Tisu Kering ➡️ Saputangan Kain
Kebiasaan menggunakan berlembar-lembar tisu hanya untuk mengelap keringat atau mengeringkan tangan rasanya harus mulai dikurangi. Bawa saputangan kain kecil berbahan katun ke mana pun kamu pergi. Mengganti tisu dengan kain yang bisa dicuci ulang akan menyelamatkan banyak pohon dari penebangan industri.
Memulai gaya hidup eco-friendly itu ga harus buru-buru. Jangan memaksakan diri untuk melakukan ketujuh swaps ini sekaligus di hari yang sama. Pilih satu atau dua hal yang paling mudah untuk kamu terapkan lebih dulu, jadikan itu sebagai kebiasaan, lalu perlahan tambah daftar kebiasaan baikmu.