Bulan Ramadan memang mengubah ritme biologis kita secara drastis. Harus bangun dini hari untuk sahur jelas memotong jatah tidur malam. Masalahnya, kesibukan sehari-hari tidak ikut “berpuasa” dan beristirahat.
Kalau manajemen tidur berantakan, siap-siap saja tubuh tumbang, mood berantakan, dan otak mendadak blank saat harus mengolah data di siang bolong. Agar produktivitasmu tidak anjlok dan mata tetap melek seharian, berikut adalah lima strategi mengatur pola tidur yang wajib kamu terapkan selama bulan puasa.
- 7 Trik Jaga Pencernaan Tetap Lancar Selama Puasa
- 6 Tips Atasi Asam Lambung Kambuh Saat Puasa Tanpa Harus Bolong
5 Pola Tidur Sehat Selama Ramadhan
1. Majukan Jam Tidur Malam Tanpa Kompromi
Setelah tarawih, godaan untuk nongkrong atau bablas menyelesaikan kerjaan lainnya memang sangat besar. Tapi, ini adalah jebakan yang bikin kamu lemas keesokan harinya. Usahakan semua pekerjaan berat yang menguras otak selesai sebelum jam 10 malam. Memajukan jam tidur adalah satu-satunya cara paling logis untuk mengkompensasi jam tidurmu yang terpotong saat harus bangun menyiapkan sahur nanti.
2. Terapkan Aturan Power Nap
Tidur siang di bulan puasa memang bernilai ibadah, tapi kalau kebablasan sampai tiga jam, itu namanya mengundang sleep inertia (kondisi pusing dan linglung saat bangun). Cukup curi waktu 20 hingga 30 menit saja setelah salat Zuhur. Tidur siang singkat atau power nap ini sangat krusial untuk me-reset otakmu sebelum kembali berkutat pada kesibukan harian.
3. Stop Scrolling Tengah Malam
Mengurus akun media sosial seperti TikTok untuk strategi branding bisnis sampingan memang penting. Tapi, jangan sampai kamu terjebak scrolling tanpa tujuan sampai jam dua pagi. Paparan cahaya biru (blue light) dari layar smartphone akan menipu otakmu dan menghancurkan produksi hormon melatonin. Akibatnya, kamu jadi susah tertidur pulas, kualitas tidur menurun tajam, dan akhirnya bangun sahur dalam keadaan pening serta mata melek-terpejam.
4. Atur Ulang Jadwal Mengerjakan Tugas Berat
Mengenali jam biologis tubuh saat puasa itu sangat penting. Kalau kamu merasa otak paling encer dan energi masih penuh tepat setelah subuh, manfaatkan golden time itu untuk melakukan muraja’ah ayat suci atau menyusun kerangka artikel yang butuh konsentrasi tingkat tinggi. Jangan memaksakan diri mengerjakan tugas analitis yang rumit di jam 2 siang saat cadangan energimu sedang berada di titik terendah. Pindahkan tugas-tugas ringan yang mekanis di jam-jam rawan kantuk tersebut.
5. Hati-hati dengan “Jebakan” Kafein Setelah Berbuka
Menenggak es kopi susu atau teh manis pekat setelah berbuka dan tarawih memang terasa luar biasa menyegarkan. Namun, ingat bahwa kafein membutuhkan waktu berjam-jam untuk benar-benar terurai dan hilang dari sistem tubuhmu. Mengonsumsi kafein di malam hari hanya akan membuat matamu nyalang saat waktunya harus beristirahat, mengacaukan siklus tidur sehat yang sudah susah payah kamu bangun, dan membuatmu tersiksa saat alarm sahur berbunyi.
Manajemen waktu dan energi adalah kunci utama biar semua urusan tetap beres meski sedang berpuasa. Nah, dari kelima pola tidur di atas, mana yang mau langsung kamu coba terapkan nanti malam biar besok pagi bangun lebih segar?