Pernah nggak sih kamu dikasih tugas buat review puluhan jurnal, atau harus membedah buku referensi setebal batu bata, padahal deadline udah di depan mata? Mengandalkan sistem kebut semalam (SKS) buat membaca semuanya kata demi kata jelas bikin mata pedas dan otak burnout.
Baca Juga:
- 10 Perbedaan Utama antara ChatGPT dan Gemini
- 10 Keunggulan ChatGPT vs Gemini dalam Membantu Pelajar dan Mahasiswa
8 Prompt ChatGPT yang Bisa Bantu Kamu Rangkum Buku dan Artikel
1. Prompt untuk Rangkuman Cepat
Kalau kamu cuma butuh gambaran besar dari sebuah artikel panjang sebelum memutuskan apakah artikel itu layak dibaca sampai habis atau tidak, gunakan perintah ini:
“Buatkan rangkuman eksekutif (TL;DR) maksimal 3 paragraf dari teks di bawah ini. Fokus pada masalah utama yang dibahas dan solusi yang ditawarkan oleh penulis.”
2. Prompt untuk Ekstraksi Jurnal Akademik
“Bertindaklah sebagai asisten peneliti. Rangkum jurnal akademis berikut ini yang membahas tentang penyakit kulit pasca banjir di area pemukiman. Tolong buatkan ringkasan terstruktur yang berisi: 1) Tujuan penelitian, 2) Metodologi yang digunakan, 3) Karakteristik masyarakat yang diteliti, dan 4) Kesimpulan utama.”
3. Prompt “Jelaskan Seperti Saya Anak Umur 5 Tahun”
Ketemu teori rumit di buku teks yang bikin otak loading lama? Minta ChatGPT untuk menyederhanakannya menggunakan analogi sehari-hari.
“Jelaskan konsep utama dari bab buku di bawah ini seolah-olah kamu sedang menjelaskannya kepada anak SMP. Gunakan bahasa yang sangat sederhana, hindari jargon akademis yang berat, dan berikan satu contoh analogi di kehidupan nyata.”
4. Prompt untuk Menarik Poin Argumen (Bullet Points)
Membaca opini atau esai panjang kadang bikin kita kehilangan fokus pada argumen utama si penulis. Gunakan perintah ini untuk memetakan isi kepala penulis.
“Ekstrak 5 poin argumen utama dari artikel opini ini. Tuliskan dalam bentuk bullet points, dan berikan penjelasan singkat (1-2 kalimat) di bawah setiap poinnya.”
5. Prompt untuk Mencari Kutipan Inspiratif (Quotes)
Buat kamu yang hobi menulis artikel kreatif di platform publik seperti atau butuh materi untuk konten media sosial, prompt ini sangat berguna untuk mencari kutipan andalan.
“Baca teks berikut dan keluarkan 5 kutipan (quotes) paling berdampak, inspiratif, atau kontroversial dari penulisnya. Sertakan juga konteks singkat mengapa kutipan tersebut penting dalam teks ini.”
6. Prompt untuk Membandingkan Dua Artikel Berbeda
Lagi bikin tinjauan pustaka dan bingung mencari benang merah dari berbagai sumber? Berikan dua teks berbeda ke ChatGPT dan gunakan prompt ini:
“Berikut adalah Artikel A dan Artikel B. Buatkan analisis perbandingan dari kedua teks ini. Jelaskan apa persamaan pandangan mereka, di mana letak perbedaannya, dan kesimpulan apa yang bisa ditarik dari perdebatan kedua artikel tersebut.”
7. Prompt Rangkuman per Bab
Kalau kamu sedang membedah buku, merangkumnya sekaligus pasti akan menghilangkan banyak detail penting. Minta AI untuk melakukannya per bagian.
“Saya akan memberikan teks dari Bab 1 buku ini. Tolong buatkan rangkuman komprehensif yang menyoroti 3 pelajaran (key takeaways) paling berharga dari bab ini. Jika sudah, tanyakan padaku apakah aku ingin lanjut ke Bab 2.”
8. Prompt untuk Membuat Pertanyaan Kritis
Kalau kamu harus mempresentasikan isi buku atau artikel di depan kelas, prompt ini akan membantu menyiapkan mentalmu menghadapi pertanyaan dosen atau audiens.
“Berdasarkan artikel yang saya berikan, buatkan 5 pertanyaan kritis yang sangat menantang dan sulit untuk menguji pemahaman saya tentang materi ini. Berikan juga petunjuk cara menjawabnya.”
Menggunakan ChatGPT untuk merangkum bacaan memang menghemat waktu hingga berjam-jam. Tapi, perlu diingat bahwa AI bisa saja melewatkan nuansa penting dari sebuah tulisan. Gunakan rangkuman ini sebagai peta jalan, bukan hasil akhir. Terlebih lagi, kalau output tersebut mau kamu masukkan ke dalam karya tulismu sendiri, pastikan untuk selalu memparafrasenya dengan bahasamu dan melakukan pengecekan plagiasi (Turnitin) agar orisinalitas karyamu tetap terjaga!