Ngeliat feed media sosial penuh dengan foto teman-teman yang lagi healing ke Bali, Jepang, atau Korea jadi ingin ikutan kan? Tapi, giliran mengecek saldo rekening bank, rasanya ekspektasi langsung dipatahkan oleh realita.
Banyak anak muda yang merasa liburan ke destinasi impian itu cuma angan-angan karena gajinya selalu habis untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal, dengan perencanaan yang matang dan kedisiplinan tingkat tinggi, liburan impianmu sangat mungkin terwujud.
Kuncinya bukan pada seberapa besar gajimu, tapi seberapa cerdas kamu mengelolanya. Biar tahun depan kamu yang gantian update Instagram Story di destinasi impian, yuk terapkan 6 strategi menabung berikut ini dari sekarang!
- 7 Negara Bebas Visa untuk WNI yang Bisa Masuk List Liburan Kamu Tahun ini
- 12 Ide Liburan Tahun Baru Murah Tapi Seru Buat Anak Muda
6 Strategi Menabung untuk Liburan Impian
1. Tentukan Budget Super Detail, Bukan Sekadar Angka Kasar
Kesalahan terbesar saat menabung untuk liburan adalah tidak punya target angka yang pasti. Jangan cuma bilang, “Aku mau ke Korea tahun depan.” Mulailah riset dari sekarang! Hitung estimasi harga tiket pesawat (Cari tahu bulan apa yang paling murah), biaya visa, penginapan per malam, transportasi lokal, sampai jatah makan harian. Kalau totalnya ternyata Rp12 juta, artinya kamu harus menyisihkan tepat Rp1 juta setiap bulannya selama setahun. Target yang spesifik bikin otak lebih fokus.
2. Bikin Rekening atau Pocket Terpisah Khusus Liburan
Hukum mutlak menabung, jangan pernah mencampur uang operasional sehari-hari dengan uang tabungan liburan! Kalau disatukan, dijamin uang liburanmu bakal pelan-pelan terpakai untuk jajan atau belanja online. Buka rekening baru yang tanpa biaya admin bulanan, atau manfaatkan fitur kantong digital (digital pocket) di mobile banking-mu. Beri nama kantong tersebut dengan nama destinasi impianmu, misalnya “Dana Healing ke Jepang”.
3. Terapkan Sistem Auto-Debet di Hari Gajian
Menabung itu harus dipaksa di awal, bukan menunggu sisa uang di akhir bulan. Biasanya, di akhir bulan uangnya keburu habis entah ke mana. Aktifkan fitur auto-debet (pemotongan otomatis) dari rekening utamamu ke rekening liburan tepat di tanggal gajian atau tanggal kamu mendapat uang bulanan. Konsep pay yourself first ini adalah trik psikologis terbaik biar tabungan liburanmu aman tanpa harus kamu pikirkan lagi.
4. Kurangi Impulsive Buying
Coba cek riwayat transaksimu bulan lalu. Berapa banyak uang yang habis untuk es kopi susu, biaya ongkir pesan antar makanan, atau jajan camilan di minimarket? Pengeluaran kecil yang dilakukan secara rutin ini disebut Latte Factor. Kelihatannya cuma Rp20 ribu, tapi kalau dikalikan 30 hari, jumlahnya bisa buat bayar tiket pesawat! Kurangi frekuensi jajan ini, dan alihkan uangnya langsung ke celengan liburanmu.
5. Alokasikan Uang dan Cuan Side Hustle 100% untuk Liburan
Dalam setahun, pasti ada momen di mana kamu mendapat uang ekstra di luar pendapatan rutin. Entah itu dari bonus tahunan kantor, THR (Tunjangan Hari Raya), angpau, atau cuan tambahan dari side hustle dan freelance. Biasakan diri untuk tidak langsung menghamburkan “uang kaget” ini. Alokasikan setidaknya 50% hingga 100% dari uang ekstra tersebut langsung ke dana liburan agar target 12 bulanmu bisa tercapai lebih cepat.
6. Bikin Visual Tracker Biar Makin Semangat
Kadang, menabung selama setahun penuh bisa bikin semangat kendor di pertengahan jalan. Biar motivasinya tetap menyala, buatlah visual tracker atau papan target. Kamu bisa mencetak gambar destinasi impianmu dan menempelkannya di meja kerja, atau membuat tracker kotak-kotak di buku jurnal yang bisa kamu warnai setiap kali kamu berhasil menyetor uang. Melihat progres yang semakin mendekati target akan memicu hormon dopamin dan bikin kamu makin semangat berhemat!
Liburan impian bukan cuma milik mereka yang gajinya dua digit. Dengan memecah target besar menjadi nominal bulanan yang realistis, kamu sedang membangun jembatan menuju mimpimu sendiri. Berani berhemat sekarang,