Young On Top

Minat Masuk Jurusan Gizi? Ini Pro dan Kontra yang Harus Kamu Tahu

Minat Masuk Jurusan Gizi? Ini Pro dan Kontra yang Harus Kamu Tahu

Saat mendengar kata “Jurusan Gizi”, apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu? Ahli diet yang mengatur porsi makan? Tukang masak di rumah sakit? Atau sekadar orang yang hafal jumlah kalori di setiap bungkus snack?

Faktanya, Ilmu Gizi jauh lebih kompleks dan keren dari sekadar mitos-mitos tersebut. Jurusan ini adalah perpaduan ilmu sains dengan seni komunikasi untuk mengubah pola hidup masyarakat. Di era di mana tren gaya hidup sehatsedang meroket tajam, lulusan Gizi kini makin dicari bak kacang goreng.

Tapi, sebelum kamu buru-buru menaruh Ilmu Gizi di pilihan pertama SNBT atau jalur mandiri, ada baiknya kamu membedah dulu apa saja sisi terang (pro) dan sisi gelap (kontra) dari jurusan yang satu ini. Yuk, kita bedah satu per satu!

Baca Juga:

Pro dan Kontra Jurusan Gizi

PRO (Kelebihan Jurusan Gizi)

1. Prospek Kerja yang Sangat Luas

Ini adalah daya tarik utamanya. Lulusan gizi (S.Gz) tidak melulu harus pakai jas putih dan kerja di rumah sakit sebagai Dietitian. Kamu bisa masuk ke industri FMCG (perusahaan makanan dan minuman besar) sebagai Product Developer atau Quality Control. Kamu juga bisa jadi Sports Nutritionist untuk atlet, PNS di BPOM atau Kementerian Kesehatan, peneliti, hingga membuka katering diet sehatmu sendiri.

2. Ilmunya Aplikatif untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Ada pepatah, “Dokter mengobati orang sakit, ahli gizi mencegah orang jatuh sakit.” Ilmu yang kamu pelajari di sini adalah ilmu pasti yang bisa langsung dipraktikkan sehari-hari. Kamu jadi tahu cara membaca label gizi yang benar, paham cara mencegah stunting, hingga tahu diet apa yang paling aman untuk orang tuamu yang punya riwayat diabetes.

3. Sangat Relevan dengan Tren Masa Kini

Kesadaran masyarakat akan mental health dan physical health sedang berada di puncaknya. Munculnya berbagai tren diet, maraknya makanan organik, dan menjamurnya fitness center membuat peran ahli gizi semakin krusial. Banyak ahli gizi muda yang kini sukses membangun personal branding di TikTok atau Instagram sebagai konsultan gizi online dan influencer kesehatan.

KONTRA (Tantangan Jurusan Gizi)

1. Selamat Mempelajari Biokimia dan Anatomi

Kalau kamu masuk jurusan ini karena menghindari Matematika atau Fisika, bersiaplah kena prank. Ilmu Gizi adalah cabang sains murni. Kamu akan bertemu dengan mata kuliah Biokimia, Anatomi, Fisiologi, hingga Metabolisme Zat Gizi. Kamu harus menghafal siklus Krebs, enzim-enzim pencernaan, hingga reaksi kimia tingkat sel saat tubuh mencerna segelas boba. Otakmu bakal dipaksa bekerja ekstra keras di semester-semester awal.

2. Praktikum yang Padat

Anak gizi itu sibuknya minta ampun. Di satu sisi kamu harus masuk lab pakai jas putih untuk meneliti bakteri pada makanan, di sisi lain kamu juga harus masuk dapur untuk praktikum penyelenggaraan makanan. Kamu akan sering patungan dengan teman sekelompok untuk beli bahan masakan, menimbang bahan makanan sampai ke hitungan gram yang presisi, lalu memasaknya sesuai standar diet penyakit tertentu.

3. Sering Kena Stereotip “Tempat Konsultasi Gratis”

Risiko sosial jadi anak gizi adalah kamu bakal sering ditodong pertanyaan seputar berat badan. “Eh, gimana sih caranya biar perut gue rata dalam seminggu?” atau “Gue makan ini bikin gendut nggak ya?”. Banyak orang awam yang mengira anak gizi itu punya tips untuk kurus instan, padahal ilmu gizi itu berbasis science yang butuh proses, bukan sulap.

4. Butuh Pendidikan Profesi Tambahan (Dietisien)

Sama seperti sarjana kedokteran yang belum bisa disebut dokter sebelum koas, Sarjana Gizi (S.Gz) juga biasanya harus menempuh Pendidikan Profesi Dietisien (selama kurang lebih 1 tahun) dan lulus Uji Kompetensi agar mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR). Tanpa STR, langkahmu untuk berpraktik klinis di rumah sakit atau membuka praktik konsultasi mandiri akan sangat dibatasi oleh regulasi.

Kalau kamu punya minat besar di dunia kesehatan, punya empati yang tinggi, dan tahan banting dengan teori biokimia, maka jurusan ini adalah pilihan menjanjikan buat masa depanmu. Tantangannya memang berat, tapi kepuasan saat melihat pasien atau klienmu membaik berkat pengaturan makan darimu, rasanya tak ternilai harganya.Nah, setelah membaca review di atas, apakah kamu makin mantap buat menjadikan Ilmu Gizi sebagai pelabuhan masa depanmu?

Most Reading