Young On Top

5 Makanan Sahur yang Bikin Kenyang Seharian 

5 Makanan Sahur yang Bikin Kenyang Seharian 

Bangun di sepertiga malam untuk makan sahur dalam keadaan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul memang butuh perjuangan. Seringkali, demi alasan praktis, kita hanya menyantap mi instan, gorengan, atau sekadar teh manis hangat yang penting perut terisi. Padahal, menu “asal kenyang” inilah yang menjadi biang kerok kenapa jam sepuluh pagi perut sudah keroncongan dan tenggorokan terasa setajam gurun pasir.

Bagi kamu yang jadwal hariannya sangat padat dan menuntut konsentrasi tinggi,  mulai dari merangkai kata demi kata untuk artikel copywriting, meneliti hasil cek Turnitin klien yang halamannya ratusan, hingga harus mengulang-ulang hafalan juz 30 agar lancar, memilih “bahan bakar” yang tepat saat sahur adalah kunci utamanya. Agar puasamu tetap produktif dan tidak dihantui rasa lemas, berikut adalah lima jenis makanan yang wajib ada di meja makanmu.

Baca Juga:

5 Makanan Sahur yang Bikin Kenyang Seharian

1. Oatmeal atau Nasi Merah (Karbohidrat Kompleks)

Tinggalkan nasi putih sesekali dan beralihlah ke karbohidrat kompleks seperti semangkuk oatmeal atau nasi merah. Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang langsung diubah menjadi gula dan memicu rasa lapar lebih cepat, karbohidrat kompleks dicerna oleh tubuh secara perlahan-lahan. Efeknya, perutmu akan terasa penuh lebih lama dan suplai energi ke otak akan terus mengalir stabil. Ini sangat krusial untuk menjaga fokus dan ketajaman pikiran kamu.

2. Telur Rebus atau Dada Ayam (Protein Padat)

Rasa lapar yang menyerang di tengah hari biasanya terjadi karena asupan proteinmu kurang saat sahur. Protein adalah zat gizi yang paling lama diproses oleh lambung, sehingga hormon pemicu rasa lapar bisa ditekan secara maksimal. Menyantap dua butir telur rebus atau beberapa potong dada ayam panggang tanpa tepung sudah cukup untuk mengunci rasa kenyang tersebut. Selain itu, protein juga mencegah penyusutan massa otot meski kamu sedang tidak makan atau minum belasan jam.

3. Buah Kaya Air seperti Semangka dan Melon

Rasa haus saat puasa seringkali jauh lebih menyiksa daripada rasa lapar. Untuk menyiasatinya, makanlah buah-buahan yang memiliki kandungan air di atas 90 persen, seperti semangka, melon, atau jeruk, sebagai pencuci mulut setelah sahur. Cadangan air dari buah-buahan ini akan diserap tubuh secara bertahap. Ini sangat membantu menjaga kelembapan tenggorokan, terutama saat kamu harus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk menyetor hafalan tanpa membuat pita suaramu terasa kering atau perih.

4. Tiga Butir Kurma Penuh Serat

Bukan tanpa alasan kurma menjadi makanan yang sangat disunahkan. Mengonsumsi kurma bukan hanya soal tradisi, tapi juga sains. Kurma mengandung gula alami yang memberikan suntikan energi instan di pagi hari, namun karena kaya akan serat, lonjakan gula darahnya tetap terkendali. Tiga butir kurma di akhir waktu sahur sudah cukup untuk memberikan tenaga cadangan agar kamu tidak mudah merasa gemetar atau sugar crash saat beraktivitas penuh.

5. Sayuran Berdaun Hijau dan Mentimun

Banyak orang malas makan sayur saat sahur, padahal sayuran adalah kunci agar tubuh tidak cepat dehidrasi. Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, atau tambahan potongan mentimun segar mengandung serat dan air yang sangat tinggi. Serat ini bertindak seperti spons di dalam lambung yang menyerap dan menahan air, sehingga cairan tubuhmu tidak langsung habis terbuang lewat keringat atau urine. Hindari memasak sayur dengan kuah santan kental yang justru bisa memicu rasa haus dan begah.

Nah, dari kelima daftar di atas, makanan mana nih yang bakal jadi menu andalanmu buat sahur nanti?

Most Reading