Young On Top

6 Cara Strategi Mengubah Masalah Menjadi Peluang Bisnis

6 Cara Strategi Mengubah Masalah Menjadi Peluang Bisnis

Banyak orang terjebak berpikir bahwa ide bisnis yang bagus haruslah sesuatu yang revolusioner, belum pernah ada sebelumnya, atau menggunakan teknologi canggih. Padahal, perusahaan raksasa seperti Gojek lahir dari masalah sederhana, susahnya mencari ojek pangkalan. Traveloka lahir karena susahnya membandingkan harga tiket pesawat satu per satu.

Rumus bisnis itu sebenarnya sederhana: Ada Masalah + Ada Solusi = Ada Uang. Orang rela membayar bukan karena idemu keren, tapi karena kamu menghilangkan kesulitan yang mereka alami. Berikut adalah 6 cara melatih strategi untuk menemukan peluang bisnis dari masalah sehari-hari.

Baca Juga:

6 Cara Strategi Mengubah Masalah Menjadi Peluang Bisnis

1. Mulai dari Keluhan Pribadi

Perhatikan momen ketika kamu merasa kesal melakukan sesuatu. Apakah kamu kesal antre lama di bengkel? Kesal karena sepatu kesayangan kotor tapi malas mencuci? Atau kesal mencari makanan sehat yang enak? Rasa frustrasi pribadimu adalah validasi pasar pertama. Jika kamu merasa itu masalah, besar kemungkinan ada ribuan orang lain yang merasakan hal sama. Solusi yang kamu ciptakan untuk dirimu sendiri bisa jadi produk yang laku dijual.

2. Amati Kebiasaan “Kaum Malas”

Manusia pada dasarnya ingin segala sesuatu yang instan dan mudah. Lihatlah hal-hal yang orang malas kerjakan, membersihkan kamar mandi, belanja sayur ke pasar subuh, atau mengupas bawang. Bisnis jasa seperti cleaning service panggilan, personal shopper sayur, atau bumbu masak instan, laku keras karena menjual waktu dan kenyamanan. Jika kamu bisa membuat hidup orang lebih santai, mereka akan membayarmu.

3. Cari Produk yang Hampir Bagus

Kamu tidak perlu menciptakan roda baru. Cukup perbaiki roda yang sudah ada. Lihat produk atau jasa yang sering dikomplain orang. Misalnya, jasa laundry yang bersih tapi lambat, atau katering yang enak tapi pengirimannya berantakan. Masuklah ke pasar tersebut dengan menawarkan solusi atas kekurangan kompetitor. “Laundry kami selesai dalam 4 jam” atau “Katering kami garansi tepat waktu atau gratis”. Perbaikan kecil pada kualitas layanan bisa merebut pasar yang kecewa.

4. Fokus pada Niche Spesifik

Masalah umum biasanya sudah diselesaikan oleh pemain besar. Coba cari masalah di komunitas spesifik. Contoh, baju olahraga (umum) vs baju olahraga khusus wanita berhijab (spesifik). Semakin spesifik masalah yang kamu selesaikan, semakin loyal target pasarmu karena mereka merasa dimengerti. Kompetisinya pun jauh lebih sedikit.

5. Ubah Biaya Mahal Jadi Terjangkau

Banyak masalah muncul karena solusi yang ada terlalu mahal. Dulu, naik taksi itu mahal. Sekarang ada ojek online. Dulu, sewa kantor itu mahal. Sekarang ada Coworking Space. Coba lihat barang atau jasa mewah di sekitarmu. Bisakah kamu membuatnya lebih terjangkau dengan mengubah model bisnisnya? Misalnya, menyewakan mainan anak mahal (daripada beli) atau menjual parfum dupe berkualitas. Demokratisasi produk mewah adalah peluang bisnis besar.

6. Validasi dengan Uang yang Nyata

Tawarkan solusimu ke orang yang punya masalah tersebut. Jangan tanya “Menurutmu ini bagus gak?” karena temanmu pasti bilang bagus biar kamu senang. Tapi tanyalah “Saya punya solusi ini harganya sekian, mau beli sekarang gak?” Jika mereka mau mengeluarkan uang (bahkan sebelum barangnya siap), berarti itu masalah nyata yang layak dijadikan bisnis.

Berhentilah mencari ide bisnis dengan melamun di kamar. Keluarlah, mengobrollah dengan orang-orang, dan dengarkan keluhan mereka. Di mana ada keluhan, di situ ada peluang. Jadilah “Penyelesai Masalah”, maka uang akan mengikuti sebagai akibatnya.

Most Reading