Imlek adalah waktu di mana diet seringkali cuti mendadak. Hidangan khas Imlek memang identik dengan lemak, santan, dan gula. Kombinasi ini adalah musuh utama sistem pencernaan jika dikonsumsi berlebihan dalam waktu singkat. Akibatnya, momen kumpul keluarga sering diakhiri dengan rasa begah, kembung, atau gerd yang kambuh.
Agar kamu tetap bisa makan enak tanpa harus berakhir memegang perut kesakitan, berikut adalah 5 strategi jitu menjaga pencernaan selama perayaan Imlek.
Baca Juga:
5 Tips Jaga Kesehatan Pencernaan Saat Santap Makanan Berlemak di Imlek
1. Terapkan Aturan Sayur Duluan
Sebelum kamu mengambil potongan daging berlemak atau nasi goreng, pastikan piringmu diisi dulu dengan sayuran. Alasannya, serat dari sayuran akan membentuk lapisan jaring di lambung yang memperlambat penyerapan lemak dan gula ke dalam darah. Serat juga membantu melancarkan pergerakan usus, sehingga risiko sembelit akibat kurang serat bisa dihindari. Anggap sayuran sebagai “bantalan” sebelum makanan berat masuk.
2. Hindari Air Es, Pilih Air Hangat atau Teh
Minum air es yang dingin saat makan makanan berlemak tinggi seringkali membuat perut terasa tidak nyaman atau “membeku”. Alasannya, lemak jenuh cenderung memadat pada suhu dingin, yang membuat sistem pencernaan bekerja ekstra keras untuk memecahnya. Solusinya ,pilihlah air hangat atau Chinese Tea (seperti Pu-erh atau Oolong) tawar. Suhu hangat membantu melarutkan lemak dan melancarkan sirkulasi di saluran cerna. Teh juga mengandung polifenol yang membantu metabolisme lemak.
3. Kunyah Perlahan
Di tengah keseruan ngobrol dengan sepupu, kita sering makan terlalu cepat tanpa sadar. Makanan yang tidak dikunyah halus adalah beban berat bagi lambung. Pencernaan karbohidrat dimulai di mulut dengan enzim air liur. Jika kamu menelan bongkahan daging besar-besar, lambung harus memproduksi asam lebih banyak, yang memicu kembung dan heartburn. Tips yang dapat dilakukan yaitu, letakkan sendok setiap kali makanan masuk mulut. Nikmati tekstur dan rasanya. Mengunyah perlahan juga memberi waktu otak menerima sinyal kenyang sebelum kamu nambah piring kedua.
4. Batasi Kombinasi Lemak dan Gula
Makanan berlemak yang kemudian ditutup dengan Kue Keranjang Goreng (gula dan minyak) adalah tiket ekspres menuju rasa begah. Kombinasi lemak tinggi dan gula tinggi memicu peradangan (inflamasi) instan di perut dan lonjakan insulin drastis. Ini yang membuatmu merasa sangat mengantuk dan lemas setelah makan. Strategi yang dapat dilakukan seperti jika sudah makan berat yang berlemak, pilihlah penutup mulut buah-buahan potong (jeruk mandarin atau semangka) daripada kue manis. Beri jeda minimal 2 jam jika ingin mencicipi kue lapis legit.
5. Jangan Langsung Tidur atau Duduk Lama
Godaan terbesar setelah makan kenyang adalah rebahan di sofa sambil main HP atau lanjut tidur siang. Ini adalah kesalahan fatal bagi pencernaan. Alasannya, posisi berbaring saat lambung penuh akan mempermudah asam lambung naik ke kerongkongan (reflux). Duduk diam juga memperlambat gerak peristaltik usus. Solusi yang bisa dilakukan yaitu, ajak keponakan bermain, bantu tuan rumah membereskan meja makan, atau sekadar berjalan santai di halaman selama 10-15 menit. Gravitasi dan gerakan fisik ringan akan sangat membantu makanan turun ke usus halus lebih cepat.
Kuncinya bukan melarang diri sendiri makan enak, tapi mengatur strategi. Dengan menerapkan 5 tips di atas, kamu bisa menyantap hidangan lezat Imlek dengan hati senang dan perut lebih tenang.