Momen wisuda itu rasanya manis banget. Bunga bertebaran, foto studio bareng keluarga, dan status “Mahasiswa” resmi berubah jadi “Alumni”. Rasanya dunia ada di genggaman. Tapi, euforia itu biasanya cuma bertahan seminggu. Minggu kedua, mulai muncul pertanyaan horor dari tetangga, “Udah kerja di mana?”. Saat buka laptop mau lamar kerja, tiba-tiba kamu stuck. Bengong menatap layar kosong sambil batin: “Sebenarnya gue ini bisanya apa sih? Gue mau jadi apa?”
Fenomena ini nyata dan sering disebut sebagai Post-Graduation Blues. Gelar sarjana ternyata bukan kompas otomatis yang menunjukkan arah hidup. Kenapa banyak mahasiswa yang cerdas secara akademik tapi buta arah soal karir? Yuk, kita bedah 6 alasan utamanya!
Baca Juga:
- 10 Industri yang Banyak Dicari Fresh Graduate Tahun 2025
- 10 Hal yang Harus Dilakuin Fresh Graduate Setelah Wisuda
6 Alasan Fresh Graduate Sering Bingung Setelah Lulus
1. Kuliah Cuma Sekedar Menggugurkan Kewajiban
Selama 4 tahun, banyak mahasiswa yang menjalani kuliah kayak robot. Datang, duduk, catat, ujian, pulang. Targetnya cuma satu, IPK bagus. Mereka lupa bertanya pada diri sendiri “Ilmu ini nanti dipakainya buat apa ya?” atau “Skill apa yang harus saya asah di luar kelas?”. Akibatnya, saat lulus, mereka punya ijazah tapi nggak punya gambaran industri. Mereka jago teori, tapi bingung gimana cara “menjual” diri di dunia kerja.
2. Terjebak Mindset Karir Harus Sesuai dengan Jurusan
Masih banyak yang berpikir kaku “Lulusan Hukum harus jadi Pengacara”, “Lulusan Sastra harus jadi Penulis”. Padahal, realita dunia kerja sekarang itu cair banget (agile). Banyak lulusan Teknik yang sukses jadi Bankir, atau lulusan Pertanian yang jadi HRD. Ketika merasa nggak cocok sama profesi “standar” jurusannya, mereka langsung panik dan merasa salah jalan. Padahal, soft skill yang didapat selama kuliah (analisis, komunikasi, riset) bisa dipakai di bidang apa aja.
3. Kurang Eksplorasi
Mahasiswa yang jarang magang, jarang ikut organisasi, atau jarang volunteer, biasanya bakal kaget saat lulus. Dunia kampus dan dunia kerja itu dua planet yang beda. Tanpa pengalaman mencicipi dunia kerja lewat magang, kamu nggak akan tau job desc mana yang kamu suka dan mana yang kamu benci. Akhirnya, bingung mau melamar posisi apa karena semuanya terdengar asing.
4. Tekanan Ekspektasi Orang Tua vs Kata Hati
Ini dilema klasik. Hati pengen kerja di industri kreatif atau startup, tapi orang tua maunya kamu jadi PNS atau kerja di BUMN biar terjamin. Benturan ini bikin bingung. Mau ngejar passion takut kualat, mau nurutin orang tua takut nggak bahagia. Akhirnya diam di tempat, menunda-nunda lamaran kerja karena alam bawah sadarmu menolak pilihan yang ada.
5. Paradox of Choice (Terlalu Banyak Pilihan)
Dulu, pilihan karir itu terbatas. Sekarang? Ada Digital Marketer, Content Creator, Data Analyst, UI/UX Designer, sampai Esports Player. Bukannya senang, banyaknya opsi ini malah bikin lumpuh analisis. Kamu takut salah pilih. Liat teman jadi YouTuber sukses, pengen. Liat teman jadi Manajer di SCBD, pengen juga. Semuanya terlihat enak di Instagram, bikin kamu makin bingung menentukan fokus.
6. Belum Selesai dengan Diri Sendiri
Alasan paling mendasar, kamu nggak kenal siapa dirimu. Kamu nggak tau apa kekuatanmu (strengths), apa kelemahanmu (weaknesses), dan lingkungan kerja seperti apa yang bikin kamu berkembang. Selama ini kamu sibuk belajar mata kuliah, tapi lupa belajar mengenali diri sendiri. Tanpa self-awareness, mencari kerja itu kayak belanja baju tapi nggak tau ukuran badan sendiri. Asal ambil, eh pas dipakai nggak pas.
Bingung setelah lulus itu wajar Itu tanda kamu sedang bertumbuh dari fase remaja ke dewasa. Obatnya bukan diam dan meratapi nasib, tapi mencoba. Lamar aja dulu pekerjaan yang sekiranya menarik. Kalau ternyata nggak cocok, ya pindah. Karir itu maraton panjang, bukan lari sprint. Nggak perlu langsung benar di percobaan pertama, kok! Semangat mencari jalanmu, para Fresh Graduate!