Young On Top

Salah Jurusan atau Cuma Salah Ekspektasi? Cek Dulu Sebelum Buru-Buru Pindah!

 Salah Jurusan atau Cuma Salah Ekspektasi? Cek Dulu Sebelum Buru-Buru Pindah!

“Kayaknya gue salah jurusan deh.” Kalimat keramat ini biasanya muncul di semester 1 sampai 5. Pas lagi mumet ngerjain tugas, nilai jeblok pas UTS, atau liat story temen di kampus lain yang kelihatannya lebih asik. Rasanya pengen drop out terus daftar ulang tahun depan.

Tapi tunggu dulu. Sebelum kamu ambil keputusan drastis yang menghabiskan waktu dan biaya orang tua, kamu perlu jujur sama diri sendiri. Benarkah kamu Salah Jurusan (nggak punya bakat/minat sama sekali), atau kamu cuma Salah Ekspektasi? Biar nggak nyesel belakangan, yuk kita bedah perbedaannya!

Baca Juga:

Kategori 1: Kamu Cuma “Salah Ekspektasi”

Ini kondisi dimana sebenernya kamu mampu dan suka bidangnya, tapi realitanya beda sama bayanganmu.

1. Mengira Passion Selalu Menyenangkan

Kamu masuk Sastra Inggris karena hobi nonton film Hollywood. Pas masuk, ternyata disuruh bedah grammar kuno dan linguistik yang bikin pusing. Kamu stres, terus mikir salah jurusan. Faktanya, passion itu bukan berarti nggak ada bagian membosankannya. Suka makan enak bukan berarti suka proses masaknya yang ribet. Setiap jurusan pasti ada mata kuliah yang “kering” dan membosankan. Itu wajar.

2. Korban Mitos Jurusan

“Masuk Psikologi ah, biar nggak ketemu Matematika.” Eh, ternyata ada Statistika. “Masuk DKV ah, cuma gambar-gambar doang.” ternyata begadang tiap malam revisi nirmana. Atai “Masuk Ilmu Komunikasi ah, cuma ngomong doang.” ternyata ada teori sosial politik yang berat. Faktanya, kamu hanya kaget karena kurang riset. Ini bukan berarti kamu nggak cocok, kamu cuma perlu adaptasi kalau kuliah itu emang tempatnya belajar hal susah, bukan tempat main.

3. Membandingkan dengan Teman

Lihat teman di jurusan Seni Rupa tugasnya gambar doodle, kok asik banget? Sementara kamu di Teknik Sipil ngitung beton. Kamu jadi iri. Faktanya, rumput tetangga selalu lebih hijau. Temanmu yang di Seni Rupa mungkin lagi stres nyari inspirasi atau biaya cat yang mahal. Jangan jadikan story Instagram orang lain tolak ukur kebahagiaanmu.

Kategori 2: Kamu Benar-Benar “Salah Jurusan”

Nah, kalau yang ini tandanya lebih serius. Ini bukan soal malas, tapi soal ketidakcocokan fundamental.

1. Fisik dan Mental Menolak (Psikosomatis)

Setiap mau berangkat kuliah, perutmu sakit, kepalamu pusing, atau kamu merasa cemas berlebihan. Bukan karena takut dosen killer, tapi karena kamu benci materinya. Badanmu ngasih sinyal kalau kamu nggak nyaman di sana.

2. Nggak Punya Rasa Ingin Tahu (Zero Curiosity)

Dosen lagi jelasin penemuan terbaru di bidangmu, teman-teman lain antusias diskusi, tapi kamu malah kosong. Kamu nggak peduli mau nilainya A atau E, yang penting kelas cepat selesai. Kamu nggak pernah cari tahu soal jurusanmu di luar jam kuliah.

3. Usaha Keras Tapi Hasil Tetap Jeblok

Kamu udah belajar mati-matian, ikut les, begadang, tapi nilainya tetap C atau D. Sementara di mata kuliah umum yang nggak berhubungan sama jurusanmu, kamu dapat A dengan mudah tanpa belajar. Ini tanda otakmu mungkin memang didesain untuk bidang lain.

Solusinya Gimana?

Setelah baca di atas, kira-kira kamu masuk tim mana?

1. Kalau Cuma Salah Ekspektasi:

Bertahanlah. Semester awal (1-4) emang isinya mata kuliah dasar yang membosankan. Keseruan biasanya baru mulai di semester 5 atau 6 pas penjurusan. Kemudian cari “Sisi Asik”-nya. Kalau kamu benci teorinya, mungkin kamu suka prakteknya. Gabung organisasi atau komunitas yang sejalan biar passion-mu tetap nyala.

2. Kalau Beneran Salah Jurusan:

Pindah, kalau masih semester 1-2 dan orang tua mampu, pindah jurusan adalah opsi logis. Lebih baik “buang” 1 tahun daripada menderita 4 tahun + seumur hidup kerja di bidang yang kamu benci. Kamu juga bisa bertahan tapi belok (Pivot), kalau sudah semester 5 ke atas (nanggung), selesaikan saja. Degree is just a degree. Banyak sarjana Teknik kerja di Bank, atau sarjana Pertanian jadi Jurnalis. Gunakan sisa masa kuliahmu buat bangun skill dan portofolio di bidang yang benar-benar kamu mau.

Kuliah itu proses pendewasaan. Merasa salah tempat itu wajar, tapi jangan jadikan itu alasan buat malas-malasan. Ingat, ijazahmu mungkin tertulis “Sarjana X”, tapi masa depanmu ditentukan oleh skill dan attitude yang kamu bangun sendiri. Semangat mencari jalanmu sendiri!

Most Reading