Bagi jutaan orang, kafein adalah bahan bakar wajib untuk memulai hari. Baik itu secangkir kopi panas di pagi hari atau teh di sore hari, zat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern. Namun, seberapa jauh Anda mengenal zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia ini?
Kafein bukan sekadar penghilang kantuk, ia memiliki cara kerja kompleks yang memengaruhi otak dan tubuh. Berikut adalah 10 fakta tentang kafein, mulai dari manfaatnya bagi performa hingga risiko efek sampingnya.
Baca Juga:
- 9 Cara Natural Ngilangin Ngantuk Tanpa Kafein
- 7 Bahaya Terlalu Banyak Kafein untuk Anak Muda yang Perlu Kamu Tahu
10 Fakta Tentang Kafein
1. Zat Psikoaktif Paling Populer
Secara teknis, kafein adalah obat stimulan sistem saraf pusat. Ini menjadikannya zat psikoaktif (zat yang mempengaruhi fungsi otak) yang paling banyak digunakan di dunia secara legal. Tidak seperti zat adiktif lainnya, penggunaan kafein diatur secara sosial dan diterima secara luas di hampir semua budaya.
2. Cara Kerja Memblokir Rasa Ngantuk
Kafein membuat Anda terjaga bukan dengan memberi energi, melainkan dengan memblokir reseptor adenosin di otak. Adenosin adalah senyawa yang membuat Anda merasa lelah. Ketika kafein menghalangi adenosin, otak tidak menerima sinyal lelah tersebut, sehingga Anda tetap merasa segar.
3. Meningkatkan Performa Olahraga
Kafein sering digunakan sebagai suplemen pre-workout. Zat ini dapat meningkatkan kadar adrenalin dalam darah, yang menyiapkan tubuh untuk aktivitas fisik intens. Selain itu, kafein membantu memecah lemak tubuh dan mengubahnya menjadi bahan bakar energi, yang dapat meningkatkan ketahanan fisik hingga 11-12%.
4. Membantu Membakar Lemak
Fakta menarik, kafein ditemukan di hampir setiap suplemen pembakar lemak komersial. Alasannya, kafein adalah satu dari sedikit zat alami yang terbukti meningkatkan laju metabolisme tubuh (3-11%), yang berarti membantu tubuh membakar kalori lebih cepat, bahkan saat istirahat.
5. Bukan Hanya Ada di Kopi
Meskipun kopi adalah sumber utama, kafein juga ditemukan secara alami di lebih dari 60 jenis tanaman, termasuk daun teh dan biji kakao (cokelat). Selain itu, kafein sintesis sering ditambahkan ke dalam minuman bersoda, minuman berenergi, dan obat-obatan pereda nyeri.
6. Batas Aman Konsumsi Harian
Menurut para ahli kesehatan, batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa sehat adalah sekitar 400 mg per hari. Jumlah ini setara dengan kira-kira 4 cangkir kopi seduh (tergantung kekentalan). Konsumsi di atas jumlah ini dapat memicu efek samping negatif.
7. Efek Samping Kecemasan (Jitters)
Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan over-stimulation. Gejalanya meliputi jantung berdebar, tangan gemetar, gelisah, dan serangan panik. Orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan kecemasan disarankan untuk membatasi asupannya.
8. Gangguan Tidur dan Waktu Paruh
Kafein memiliki waktu paruh sekitar 5 jam. Artinya, jika Anda minum kopi jam 4 sore, pada jam 9 malam setengah dari kafein tersebut masih aktif di dalam sistem tubuh Anda. Inilah mengapa minum kopi di sore atau malam hari sering menyebabkan insomnia atau penurunan kualitas tidur.
9. Efek pada Pencernaan
Kafein merangsang gerakan usus (efek laksatif), yang bagi sebagian orang bisa menyebabkan sakit perut atau diare. Selain itu, kopi yang bersifat asam dapat memicu naiknya asam lambung (GERD) pada individu yang memiliki perut sensitif.
10. Gejala Putus Kafein
Kafein dapat menyebabkan ketergantungan fisik. Jika Anda terbiasa minum kopi setiap hari dan tiba-tiba berhenti total, Anda mungkin mengalami gejala withdrawal. Gejala yang paling umum adalah sakit kepala, kelelahan ekstrim, sulit berkonsentrasi, dan suasana hati yang buruk selama beberapa hari.
Kafein adalah zat yang aman jika dikonsumsi dalam batas wajar. Kuncinya adalah mengenali toleransi tubuh Anda sendiri. Jika mulai merasa gelisah atau sulit tidur, itu tandanya tubuh meminta Anda untuk mengurangi dosis harian.