Young On Top

Tim Teh Mari Merapat! Ternyata Minuman Ini Punya 4 Sisi Lain yang Mengejutkan

Kalau kopi sering dianggap sebagai “bensin” buat kaum pekerja keras yang butuh melek seharian, teh punya vibes yang beda banget. Teh itu ibarat tombol pause di tengah keributan dunia. Rasanya yang calming bikin minuman ini jadi sahabat terbaik pas hujan atau lagi butuh ketenangan.

Tapi, jangan salah sangka. Di balik kesan kalemnya, teh ternyata menyimpan sejarah drama dan fakta sains yang nggak kalah seru dari kopi. Kamu tahu nggak kalau teh celup yang praktis itu sebenarnya produk gagal yang justru sukses besar? Biar momen ngeteh kamu makin berfaedah, yuk simak 4 sisi lain dari teh yang jarang dibahas orang!

Baca juga:

1. Penemuan Gara-Gara Daun Jatuh

Beda sama penemuan teknologi canggih yang diriset bertahun-tahun, teh justru ditemukan karena ketidaksengajaan yang super random. Konon, ribuan tahun lalu di China, Kaisar Shennong yang terkenal higienis sedang merebus air di bawah pohon. Tiba-tiba, beberapa helai daun dari pohon liar jatuh masuk ke dalam panci air rebusannya. Alih-alih dibuang, sang Kaisar mencium aroma wanginya dan nekat mencicipinya. Ternyata rasanya enak dan bikin badan segar. Dari daun nyasar itulah budaya minum teh lahir dan menyebar ke seluruh dunia.

2. Teh Celup Awalnya Cuma Sampel Gratis

Zaman sekarang, bikin teh tinggal celup kantong, tunggu merah, terus jadi deh. Tapi, kepraktisan ini ternyata hasil dari kesalahpahaman pelanggan. Dulu, seorang pedagang teh bernama Thomas Sullivan ingin mengirim sampel teh ke pelanggannya dengan biaya murah. Dia memasukkan daun teh ke dalam kantong sutra kecil biar hemat tempat. Maksud hati ingin pelanggannya membuka kantong itu dan menyeduh daunnya, eh para pelanggan malah langsung mencelupkan kantongnya ke air panas karena dikira itu cara pakainya. Siapa sangka, kesalahan itu malah jadi standar cara minum teh modern sampai sekarang.

3. Satu Pohon, Beda Nasib

Pernah bingung bedanya teh hijau, teh hitam, dan teh putih? Banyak yang mengira mereka berasal dari tanaman yang berbeda-beda. Faktanya, semua jenis teh itu berasal dari satu tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Yang membedakan warnanya cuma proses pengolahannya atau oksidasinya.

  • Teh Hijau: Daun dipetik dan langsung dipanaskan biar nggak teroksidasi, makanya warnanya tetap hijau.
  • Teh Hitam: Daun dibiarkan teroksidasi sampai warnanya gelap dan rasanya pekat.
  • Teh Putih: Daun teh yang masih kuncup banget dan belum mekar, dipetik lalu dikeringkan alami.Jadi, mau warnanya apa pun, ibunya tetap sama!

4. Seruput Keras-Keras Itu Sopan

Kalau di sini makan atau minum bersuara itu dibilang nggak sopan, beda cerita kalau kamu lagi ngeteh di beberapa budaya Asia.Menyeruput teh dengan suara keras (slurping) justru dianggap sebagai pujian ke tuan rumah. Suara itu menandakan kalau kamu sangat menikmati tehnya. Selain itu, teknik menyeruput ini juga memasukkan oksigen ke mulut yang bikin rasa tehnya makin keluar dan membantu mendinginkan teh panas sebelum masuk tenggorokan.

Ternyata minuman yang kelihatannya sederhana ini punya cerita yang plot twist banget, kan? Jadi, lain kali kamu menyeduh teh celup atau menyeruput teh hijau hangat, ingatlah kalau kamu sedang menikmati sebuah “kecelakaan” sejarah yang nikmat di dunia. Selamat ngeteh!

Most Reading