Young On Top

10 Kebiasaan Peduli Lingkungan yang Wajib Kita Terapkan Sekarang Untuk Mencegah Banjir

Banjir sering kali dianggap sebagai musibah tahunan yang tak terelakkan. Padahal, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir adalah bencana yang paling sering terjadi di Indonesia, dan penyebab utamanya seringkali berakar dari kerusakan lingkungan sekitar kita.

Air hujan yang turun seharusnya meresap ke dalam tanah, bukan menggenang di permukaan dan masuk ke rumah. Sayangnya, perubahan tata guna lahan membuat tanah kehilangan kemampuan menyerap air. Yuk, jadi pahlawan lingkungan dari rumah sendiri! Berikut adalah 10 kebiasaan peduli lingkunan dan melestarikannya yang terbukti efektif mencegah banjir.

Baca juga:

1. Stop Buang Sembarangan

Ini masalah sosial klasik yang paling susah hilang. Membuang sampah ke sungai atau selokan bisa menyumbat aliran air dan memicu banjir saat hujan deras. Mulai sekarang, jadikan “buang sampah pada tempatnya” sebagai attitude wajib, bukan cuma slogan.

2. Bijak Memilih Lokasi Hunian

Membangun rumah di pinggiran sungai (bantaran) memang menggoda karena lahan kosong, tapi ini mempersempit aliran air dan meningkatkan risiko banjir. Jadilah warga yang taat tata ruang demi keselamatan keluarga sendiri.

3. Buat Sumur Resapan atau Biopori

Langkah paling efektif untuk mengembalikan fungsi tanah adalah dengan membuat lubang biopori atau sumur resapan. Lubang-lubang ini membantu air hujan masuk ke dalam tanah dengan lebih cepat, terutama di area perkotaan yang tanahnya sudah tertutup bangunan atau aspal. Jangan biarkan seluruh halaman rumahmu tertutup semen, ya!

4. Penghijauan Skala Rumah Tangga

Akar pohon berfungsi seperti spons alami yang membantu air meresap ke dalam tanah. Karena itu, penting untuk memiliki taman atau menanam pohon di lingkungan rumah. Nggak punya lahan luas? Tenang, Kementerian PUPR menyarankan menanam tanaman dalam pot pun tetap bermanfaat untuk membantu penyerapan air.

5. Rutin Membersihkan Saluran Air

Saluran air atau got yang kotor adalah penyebab utama banjir lokal. Lakukan pembersihan saluran air minimal sebulan sekali, terutama saat musim hujan tiba. Angkat sampah plastik, daun kering, dan endapan lumpur yang menyumbat aliran agar air bisa mengalir lancar ke sungai.

6. Ganti Semen dengan Paving Block

Jika kamu ingin merapikan halaman atau carport, hindari penggunaan semen atau beton yang menutup pori-pori tanah secara total. Gunakanlah paving block. Material ini memiliki celah yang memungkinkan air tetap meresap ke tanah, sehingga menjaga keseimbangan air tanah dan mengurangi limpasan air ke jalan.

7. Manajemen Sampah yang Bijak

Sampah yang dibuang sembarangan, apalagi ke sungai, akan menyumbat aliran dan memicu luapan air. Gaya hidup modern itu harusnya eco-friendly. Cobalah memilah sampah organik dan anorganik dari rumah. Sampah plastik yang dibuang sembarangan adalah musuh utama drainase kota.

8. Jaga Bantaran Sungai

Bagi yang tinggal dekat sungai, hindari mendirikan bangunan di pinggiran atau bantaran sungai. Bangunan di area ini akan mempersempit lebar sungai dan menghambat aliran air, yang akhirnya meningkatkan risiko banjir bagi lingkungan sekitar.

9. Budaya Lapor dan Peduli

Jangan cuek kalau lihat tanggul retak atau selokan penuh sampah. Jadilah warga aktif dengan melaporkan potensi masalah banjir kepada pihak berwenang atau lewat aplikasi kota cerdas. Kepedulianmu bisa menyelamatkan satu kampung.

10. Kurangi Pemakaian Kertas & Tisu

Apa hubungannya? Kertas berasal dari pohon. Mengurangi penggunaan produk kayu berarti kita ikut melestarikan hutan sebagai daerah resapan air utama. Ingat, gundulnya hutan dan penebangan liar adalah salah satu penyebab utama banjir besar.

Mencegah banjir bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama dalam menjaga lingkungan dimulai dari kebiasaan kecil di rumah. Dengan menerapkan langkah-langkah kecil di atas, kita berkontribusi besar menciptakan lingkungan yang lebih hijau, resapan air yang baik, dan tentunya bebas dari genangan banjir.

Most Reading