Young On Top

4 Fakta Menarik UMKM Binaan Pertamina yang Baru Hari Pertama Sudah Kantongi Rp1,9 Miliar di Inacraft 2026

Siapa bilang produk lokal kalah saing sama barang impor? Buktinya, di ajang pameran kerajinan terbesar Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, UMKM Indonesia kembali unjuk gigi dengan prestasi yang bikin melongo. Bayangkan saja, baru hari pertama dibuka di Jakarta Convention Center (JCC) pada 5 Februari 2026 kemarin, stan UMKM binaan PT Pertamina (Persero) sudah berhasil mencatatkan transaksi penjualan sebesar Rp1,9 Miliar!

Angka fantastis ini bukan kebetulan semata, lho. Ada kerja keras dan strategi matang di baliknya. Penasaran gimana caranya mereka bisa se-cuan itu? Yuk, simak 4 fakta menarik dari kesuksesan UMKM Pertamina di Inacraft 2026 ini!

Baca juga:

 4 Fakta Menarik dari Kesuksesan UMKM Pertamina di Inacraft 2026

1. Bukti Kualitas Pembinaan yang Serius

Menurut Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, pencapaian Rp1,9 miliar dalam sehari ini adalah bukti nyata kalau produk UMKM kita punya kualitas jempolan. Ini adalah hasil dari program pembinaan Pertamina yang konsisten dan terarah. Produk-produk yang dipamerkan sudah dikurasi ketat sehingga nggak cuma jago kandang, tapi juga kompetitif dan sesuai selera pasar internasional. Targetnya jelas: omzet tahun ini harus lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

2.  Panggungnya Para Perempuan Hebat 

Ada yang spesial dari Inacraft 2026 ini. Mengusung tema “Exploring and Celebrating Womanpreneurs in Craft“, pameran tahun ini didominasi oleh karya-karya hebat dari pengusaha perempuan. Pertamina sangat mendukung hal ini. Mayoritas mitra binaan yang dibawa ke JCC adalah perempuan. Ini bukan cuma soal jualan, tapi misi sosial untuk memberdayakan ekonomi perempuan.

3. Dari Kebumen Tembus ke Amerika Serikat

Salah satu bukti suksesnya adalah cerita dari Novita Hermawan, pemilik Agrominafiber Handicraft asal Kebumen. Produknya unik banget, yaitu dekorasi rumah yang dibuat dari serat alam seperti eceng gondok dan pelepah pisang. Berkat binaan Pertamina, Novita nggak cuma jago bikin produk, tapi juga jago branding dan networking. “Ini kali kedua saya diajak Pertamina. Dampaknya sangat nyata, sekarang kami sudah rutin ekspor ke Amerika Serikat,” cerita Novita. Keren banget, kan? Dari limbah alam jadi devisa negara!

4. Kriya: Tulang Punggung Ekonomi Kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang hadir di lokasi juga memberikan apresiasi tinggi. Menurut beliau, Inacraft adalah tempat bertemunya tradisi dan inovasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 bahkan mencatat bahwa subsektor kriya menyumbang nilai ekspor sebesar 12,03 miliar USD (Januari-November 2025). Ini membuktikan kalau kerajinan tangan bukan sekadar hobi atau seni, tapi penggerak roda ekonomi nasional yang masif.

Prestasi Rp1,9 miliar di hari pertama ini jadi sinyal kuat kalau UMKM Indonesia punya masa depan cerah. Dengan dukungan yang tepat seperti dari Pertamina dan semangat inovasi dari para pengrajin, produk lokal kita siap merajai pasar global. Jadi, buat kamu yang punya usaha, jangan minder. Terus berkarya, karena pasar dunia sedang menunggu produk unikmu! Bangga buatan Indonesia!

Most Reading