Banyak orang mikir kalau investasi reksadana itu bebas risiko, padahal kenyataannya enggak gitu. Reksadana memang lebih praktis karena dikelola sama manajer investasi, tapi tetap ada risiko yang harus kamu pahami dari awal biar enggak kaget di tengah jalan.
Nah, biar makin siap, yuk kenalan sama 9 risiko reksadana yang wajib kamu tahu sebelum mulai investasi.
Baca juga:
- 11 Hal yang Harus Kamu Cek Sebelum Pilih Manajer Investasi
- 7 Strategi Diversifikasi Reksadana Biar Investasi Lebih Aman
Risiko Reksadana yang Perlu Kamu Pahami dari Awal
1. Risiko Pasar
Harga reksadana bisa naik turun karena kondisi pasar, misalnya inflasi tinggi, suku bunga naik, atau gejolak ekonomi global. Jadi jangan heran kalau nilai investasi kamu ikut turun.
2. Risiko Likuiditas
Ada kalanya manajer investasi susah mencairkan aset karena pasar lagi sepi. Akibatnya, proses pencairan reksadana kamu bisa lebih lama dari biasanya.
3. Risiko Gagal Bayar
Kalau reksadana kamu isinya obligasi atau surat utang, ada risiko pihak penerbit obligasi enggak bisa bayar bunga atau pokok utangnya. Ini bisa nurunin nilai reksadana kamu.
4. Risiko Manajer Investasi
Karena reksadana dikelola sama manajer investasi, kinerjanya sangat bergantung pada strategi mereka. Kalau manajer investasinya salah ambil keputusan, imbasnya bisa ke portofolio kamu.
5. Risiko Inflasi
Kalau return reksadana lebih kecil dari laju inflasi, daya beli kamu justru bisa turun. Jadi penting banget pilih produk reksadana yang hasilnya minimal bisa ngimbangin inflasi.
6. Risiko Nilai Tukar
Buat kamu yang pilih reksadana dengan instrumen luar negeri, perubahan nilai tukar rupiah bisa bikin nilai investasi naik atau malah turun drastis.
7. Risiko Politik & Regulasi
Kebijakan pemerintah, aturan baru, atau situasi politik bisa banget ngaruh ke dunia investasi. Misalnya ada aturan pajak baru, otomatis hasil reksadana kamu juga bisa berubah.
8. Risiko Ekonomi Global
Krisis ekonomi di negara lain bisa berefek ke pasar dalam negeri. Misalnya krisis finansial global atau perang dagang, yang bikin harga saham dan obligasi goyah.
9. Risiko Force Majeure
Hal-hal tak terduga kayak pandemi, bencana alam, atau konflik besar bisa bikin pasar keuangan terguncang. Dan otomatis, reksadana kamu juga bisa kena dampaknya.
Investasi reksadana memang cocok buat pemula karena praktis dan bisa dimulai dengan modal kecil. Tapi ingat, tetap ada risikonya. Semakin kamu paham risikonya dari awal, semakin siap juga kamu ngatur strategi investasi biar tujuan keuangan tetap tercapai.