Dalam public communication, kata-kata aja nggak cukup. Cara kamu berdiri, gerak tangan, sampai ekspresi wajah punya pengaruh besar ke cara audiens nangkep pesan kamu. Bahkan, banyak riset bilang kalau bahasa tubuh bisa lebih “berisik” daripada ucapan.
Biar pesan kamu nggak salah tangkap, yuk pelajari 9 cara mengatur bahasa tubuh dalam public communication berikut ini.
Baca juga:
Cara Mengatur Bahasa Tubuh dalam Public Communication Biar Pesan Kamu Lebih Kena
1. Jaga Postur Tubuh Tetap Tegap tapi Santai
Postur tubuh nunjukin kepercayaan diri kamu. Berdiri atau duduk terlalu bungkuk bikin kamu keliatan ragu dan kurang siap. Tapi jangan juga terlalu kaku.
Posisi idealnya: punggung tegak, bahu rileks, dan badan sedikit condong ke audiens. Ini bikin kamu terlihat percaya diri tanpa kesan sok berwibawa.
2. Kontak Mata Itu Wajib
Ngomong tanpa kontak mata bikin audiens ngerasa diabaikan. Sebaliknya, kontak mata bikin pesan terasa lebih personal.
Cukup arahkan pandangan ke beberapa orang secara bergantian, jangan cuma fokus ke satu titik atau malah ke layar terus.
3. Gunakan Gerakan Tangan Secukupnya
Gerakan tangan bisa bantu menekankan poin penting. Tapi kalau kebanyakan, audiens malah ke-distract.
Pakai gestur yang natural dan sesuai konteks. Hindari gerakan berulang yang nggak perlu, kayak mainin pulpen atau mengetuk meja.
4. Ekspresi Wajah Harus Nyambung Sama Pesan
Ekspresi wajah kamu harus sejalan sama apa yang kamu omongin. Senyum pas lagi bahas hal positif, serius saat bahas isu penting.
Kalau ekspresi kamu datar atau nggak sesuai, audiens bisa bingung sama maksud pesan kamu.
5. Atur Jarak dengan Audiens
Jarak juga bagian dari bahasa tubuh. Terlalu jauh bikin komunikasi terasa dingin, terlalu dekat bisa bikin audiens nggak nyaman.
Sesuaikan jarak dengan situasi. Di panggung, manfaatkan ruang dengan bergerak pelan supaya interaksi terasa hidup.
6. Jangan Menyilangkan Tangan atau Kaki
Menyilangkan tangan atau kaki sering dianggap sebagai sikap defensif atau tertutup. Ini bisa bikin audiens ngerasa kamu nggak terbuka.
Usahakan posisi tubuh terbuka supaya pesan kamu lebih mudah diterima.
7. Gerak Badan dengan Tujuan yang Jelas
Berpindah tempat saat bicara boleh banget, asal ada tujuannya. Misalnya, pindah posisi pas ganti topik atau mau nekenin poin penting.
Hindari mondar-mandir nggak jelas karena bisa bikin audiens kehilangan fokus.
8. Sinkronkan Bahasa Tubuh dan Intonasi
Bahasa tubuh harus sejalan sama nada suara kamu. Kalau intonasi semangat tapi badan kamu lemes, pesannya jadi nggak kuat.
Pastikan energi suara dan gerakan tubuh kamu seimbang biar pesan terasa lebih meyakinkan.
9. Latihan di Depan Cermin atau Rekam Diri Sendiri
Cara paling efektif buat ngatur bahasa tubuh adalah latihan. Coba ngomong di depan cermin atau rekam diri kamu pas latihan presentasi.
Dari situ, kamu bisa sadar kebiasaan buruk yang sering nggak kamu rasain saat lagi tampil.
Public communication bukan cuma soal apa yang kamu ucapkan, tapi juga soal bagaimana kamu menyampaikannya. Dengan mengatur bahasa tubuh yang tepat, pesan kamu bisa terasa lebih jelas, meyakinkan, dan mudah diingat audiens.