Udah persiapin jawaban buat pertanyaan “Ceritakan tentang diri kamu” sampai hafal di luar kepala, tapi pas di akhir sesi HRD nanya, “Apakah ada pertanyaan?”, kamu malah jawab, “Nggak ada, Bu. Udah cukup jelas.” Wah, sayang banget!
Wawancara kerja itu bukan cuma ajang interogasi sepihak dari perusahaan, melainkan diskusi dua arah untuk melihat kecocokan. Mengajukan pertanyaan yang berbobot di akhir sesi justru menunjukkan kalau kamu kritis, antusias, dan benar-benar peduli dengan posisi yang kamu lamar. Kalau kamu cuma diam, perekrut bisa saja menganggap kamu kurang inisiatif.
Biar nggak blank dan berhasil meninggalkan kesan positif yang kuat, siapkan 8 pertanyaan cerdas ini untuk “menyerang balik” perekrut dengan elegan!
- Hindari 5 Kesalahan Interview Kerja yang Sering Dilakukan Fresh Graduate
- 8 Tips Percaya Diri Saat Interview Kerja Biar Nggak Grogi
8 Pertanyaan Cerdas untuk Ditanyakan Saat Wawancara Kerja
1. “Menurut Bapak/Ibu, apa indikator keberhasilan untuk posisi ini dalam 3 bulan pertama?”
Pertanyaan ini menunjukkan kalau kamu adalah tipe orang yang goal-oriented dan berniat untuk langsung memberikan impact positif sejak masa probation. Kamu juga jadi tahu ekspektasi perusahaan, sehingga tidak akan kebingungan mencari arah saat hari pertama mulai bekerja.
2. “Izin Bapak/Ibu Sekiranya apa tantangan terbesar yang sedang dihadapi oleh tim ini sekarang?”
Ini adalah pertanyaan level problem solver. Dengan bertanya seperti ini, kamu bisa mendapat bocoran mengenai masalah internal atau kendala teknis yang sedang dihadapi tim. Setelah mereka menjawab, kamu bisa langsung menimpali dengan bagaimana keahlianmu bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut.
3. “Dapatkah Bapak/Ibu menjelaskan bagaimana budaya kerja serta dinamika kolaborasi di dalam tim ini?”
Biar nggak kaget saat masuk, kamu wajib tahu culture kerjanya. Apakah kerjanya dituntut serba cepat dan mandiri, atau lebih mengutamakan kolaborasi tim yang erat? Jawaban HRD atau user akan memberimu gambaran apakah lingkungan kerjanya cocok dengan karaktermu atau berpotensi tidak sejalan.
4. “Bagaimana mekanisme evaluasi kinerja untuk posisi ini biasanya dilakukan?”
Setiap peran pasti memiliki metrik keberhasilannya sendiri. Misalnya saat melamar sebagai copywriter, kamu pasti butuh kejelasan apakah performamu dinilai dari engagement rate konten, kuantitas artikel yang dipublikasikan, atau konversi penjualan. Pertanyaan ini membuktikan bahwa kamu siap dievaluasi dan ingin terus mengembangkan diri.
5. “Bagaimana perusahaan mendukung pengembangan kompetensi dan jenjang karier karyawan di posisi ini?”
Sebagai anak muda yang masih haus ilmu, kamu berhak tahu apakah ada program mentoring, training, atau subsidi untuk mengikuti course tambahan. Pertanyaan ini menunjukkan kalau kamu memiliki growth mindset dan berniat untuk berinvestasi jangka panjang di perusahaan tersebut.
6. “Seperti apa gambaran aktivitas atau tanggung jawab harian dari peran ini?”
Terkadang, deskripsi pekerjaan (job description) di portal lowongan terlihat sangat keren, namun realitas kesehariannya ternyata banyak diisi oleh tugas administratif. Biar ekspektasi tidak patah, tanyakan langsung bagaimana gambaran jadwal keseharian dari peran ini agar mentalmu lebih siap.
7. “Menurut Bapak/Ibu, apa hal yang paling berkesan selama bekerja di perusahaan ini?”
Ini adalah pertanyaan psikologis yang sangat ampuh untuk mencairkan suasana. Kamu memutar posisi dengan meminta perekrut menceritakan pengalaman personal mereka. Jika mereka butuh waktu lama untuk memikirkan hal positif dari perusahaannya, itu bisa jadi red flag terselubung buatmu!
8. “Bolehkah saya mengetahui tahapan selanjutnya dalam proses rekrutmen ini, serta estimasi waktu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut?”
Ini adalah pertanyaan penutup yang penting. Selain menunjukkan ketertarikanmu yang kuat untuk segera bergabung, kamu juga akan mendapat kepastian timeline. Jadi, kamu tidak perlu cemas menunggu email HRD tanpa arah (alias terhindar dari ghosting perekrut).
Ingat, bertanya bukan berarti kamu tidak paham, melainkan bukti nyata dari tingkat profesionalisme dan kesiapanmu. Pilih dua atau tiga pertanyaan di atas yang paling relevan dengan alur diskusimu nanti. Good luck buat interview-nya!