Pernah nggak sih kamu udah capek-capek brainstorming ide, shooting video berjam-jam, sampai mikirin caption yang estetis, tapi pas di-posting, likes dan views-nya sepi banget? Rasanya pasti bikin down dan langsung overthinking nyalahin algoritma.
Padahal, algoritma media sosial itu sebenarnya didesain untuk mengikuti apa yang disukai audiens. Kalau kontenmu flop atau stuck di views yang itu-itu aja, mungkin masalahnya bukan di platformnya, melainkan ada strategi yang kurang tepat. Buat kamu yang sedang mengelola akun personal branding, komunitas, atau brand, meracik konten memang butuh taktik yang matang.
Biar karyamu nggak berakhir sia-sia, pastikan kamu menghindari 8 kesalahan fatal dalam membuat konten media sosial berikut ini!
Baca Juga:
- 10 Ide Konten Behind The Brand untuk Promosi Bisnis Mahasiswa
- 10 Tipe Konten Media Sosial yang Bisa Bikin Melek Digital
8 Kesalahan Pembuatan Konten yang Bikin Sepi Engagement
1. Gak Punya Target Audiens yang Jelas
Kesalahan paling dasar adalah mencoba membuat konten untuk “semua orang”. Kalau kamu menargetkan semua orang, pada akhirnya kontenmu tidak akan beresonansi dengan siapa pun. Tentukan niche atau persona audiensmu dengan jelas. Apakah kontenmu untuk mahasiswa yang butuh tips produktivitas, atau untuk pekerja fresh graduate yang butuh hiburan? Beda audiens, beda juga gaya bahasa dan visual yang harus disajikan.
2. Terlalu Hard-Selling
Ingat, orang membuka media sosial untuk bersosialisasi, mencari hiburan, atau mendapatkan informasi baru, bukan untuk menonton iklan terus-menerus. Kalau setiap kontenmu isinya cuma mempromosikan produk dan menyuruh orang beli, followers bakal cepat bosan dan unfollow. Terapkan formula 80/20: 80% konten edukasi atau hiburan yang memberikan value, dan 20% sisanya baru untuk promosi jualan.
3. Mengabaikan Kualitas Visual dan Audio
Di era gempuran konten short-form video (Reels/TikTok), rentang perhatian audiens sangatlah pendek. Video dengan pencahayaan yang gelap, resolusi buram, atau audio yang banyak noise akan langsung di-skip dalam hitungan detik. Kamu gak harus pakai kamera mahal smartphone dengan cahaya matahari yang cukup dan clip-on mic murah sudah bisa menghasilkan visual dan audio yang profesional.
4. Caption Panjang Lebar Tanpa Hook yang Menarik
Punya copywriting yang bagus itu penting, tapi kalau tiga detik pertama di video atau kalimat pertama di caption (biasa disebut hook) tidak memancing rasa penasaran, orang tidak akan membaca sampai habis. Hindari kalimat pembuka yang klise. Gunakan pertanyaan provokatif, fakta mengejutkan, atau pernyataan yang relatable dengan masalah audiens untuk menghentikan jempol mereka saat scrolling.
5. Hanya Ikut-ikutan Trend Tanpa Filter
Mengikuti trend audio atau dance yang lagi viral memang bisa mendongkrak views. Tapi, memaksakan semua trend tanpa melihat identitas brand atau akunmu justru akan terlihat aneh dan tidak profesional. Pilihlah trend yang bisa dimodifikasi dan relevan dengan pesan atau niche yang kamu bangun.
6. Tidak Konsisten
Algoritma platform mana pun sangat menyukai konsistensi. Kalau kamu posting lima konten dalam sehari, lalu menghilang tanpa kabar selama sebulan karena kehabisan ide atau sedang tidak mood, akunmu akan kesulitan mendapatkan reach (jangkauan) yang stabil. Lebih baik posting tiga kali seminggu tapi rutin dan terjadwal, daripada spam posting lalu vakum panjang.
7. Mengabaikan Interaksi
Media sosial adalah komunikasi dua arah. Kalau kamu cuma posting lalu membiarkan kolom komentar kosong atau tidak membalas DM yang masuk, kamu kehilangan esensi dari kata “sosial” itu sendiri. Membalas komentar, melempar pertanyaan kembali ke audiens, atau sekadar memberikan likes akan membangun komunitas yang loyal dan meningkatkan engagement rate akunmu.
8. Lupa Menyertakan Call-to-Action (CTA)
Ini kesalahan yang sering dilupakan para kreator pemula. Setelah audiens menonton atau membaca kontenmu yang bagus, lalu apa? Jangan biarkan mereka kebingungan. Selalu berikan instruksi yang jelas di akhir konten, seperti “Simpan postingan ini biar gak lupa!”, “Share ke teman kamu yang butuh tips ini!”, atau “Klik link di bio untuk info selengkapnya!”.
Membuat konten yang sukses tidak terjadi dalam semalam. Butuh proses trial and error untuk mengetahui format mana yang paling disukai audiensmu. Mulailah perbaiki kesalahan-kesalahan di atas, pantau insight datanya secara berkala, dan jangan pernah lelah untuk berinovasi!