Bikin to-do list itu keliatannya gampang. Tapi kenyataannya, banyak yang cuma jadi daftar panjang yang ujung-ujungnya gak disentuh lagi. Kalau kamu sering ngerasa to-do list cuma numpuk rasa bersalah, berarti cara bikinnya perlu dibenerin.
Tenang, to-do list itu bukan buat bikin hidup makin ribet. Justru harusnya bantu kamu jadi lebih fokus dan terorganisir. Ini dia 8 cara simpel bikin to-do list yang beneran kepake.
Baca juga:
- 10 Cara Bikin Catatan Belajar yang Rapi dan Mudah Dipahami
- 10 Do and Don’t di Hari Pertama Kerja Biar Nggak Salah Langkah
Cara Simpel Bikin To-Do List yang Beneran Kepake
1. Tulis Sedikit Tapi Jelas
Kesalahan paling umum: nulis semua hal sekaligus.
Padahal, to-do list yang kepake itu isinya realistis.
Cukup tulis 3–5 tugas penting per hari.
Lebih baik sedikit tapi kelar, daripada panjang tapi gak ada yang dicentang.
2. Pakai Kata Kerja yang Spesifik
Hindari nulis:
-
“Kerja”
-
“Belajar”
-
“Beresin laporan”
Ganti jadi:
-
“Bikin outline laporan”
-
“Review 10 halaman materi”
-
“Revisi laporan bagian A”
Semakin spesifik, semakin jelas apa yang harus kamu kerjain.
3. Pisahin Tugas Besar Jadi Kecil
Tugas besar sering bikin males mulai.
Makanya, pecah jadi langkah kecil.
Contoh:
❌ “Selesain skripsi”
✅ “Buka file skripsi”
✅ “Tulis 1 paragraf latar belakang”
Langkah kecil itu bikin otak kamu lebih mau gerak.
4. Tentuin Prioritas, Bukan Urutan
Urutan gak selalu berarti prioritas.
Yang penting belum tentu yang paling atas.
Pakai tanda:
-
⭐ untuk penting & mendesak
-
⏳ untuk bisa ditunda
-
🧠 untuk tugas yang butuh fokus
Dengan gitu, kamu tau mana yang harus dikerjain duluan.
5. Sesuaikan Sama Energi Kamu
Jangan samain to-do list hari ini sama hari produktif versi orang lain.
Kenali kapan energi kamu lagi tinggi atau rendah.
Tugas berat → pas energi lagi oke
Tugas ringan → pas lagi capek
To-do list yang kepake itu yang ngikutin ritme kamu.
6. Jangan Campur Tugas & Harapan
“To-do list” beda sama “wishlist”.
Kalau kamu nulis:
-
olahraga
-
baca buku
-
meditasi
-
kerja
-
bersih-bersih
dalam satu hari, pastiin itu emang mungkin.
Kalau enggak, kamu cuma lagi nyusun ekspektasi, bukan rencana.
7. Review di Akhir Hari
Luangin 5 menit buat ngecek:
-
Mana yang kelar
-
Mana yang belum
-
Kenapa belum kelar
Ini penting biar besok kamu bisa bikin to-do list yang lebih realistis, bukan ngulang kesalahan yang sama.
8. To-Do List Itu Alat, Bukan Hakim
Kalau ada yang gak kelar, bukan berarti kamu gagal.
To-do list itu alat bantu, bukan buat nge-judge diri sendiri.
Yang penting:
-
Kamu bergerak
-
Kamu sadar progres
-
Kamu mau lanjut besok
Itu udah cukup.
Penutup
To-do list yang beneran kepake itu bukan yang paling rapi atau estetik, tapi yang bikin kamu jalan. Gak perlu ribet, gak perlu banyak, yang penting jelas dan realistis.