Young On Top

7 Suplemen yang Sering Dikonsumsi Anak Muda, Perlukah?

YOTers, siapa di sini yang meja belajarnya penuh botol vitamin? Atau tiap ke gym wajib bawa shaker isi susu protein? Kesadaran kesehatan anak muda emang lagi tinggi-tingginya. Tapi, hati-hati terjebak tren. Nggak semua suplemen itu wajib, dan beberapa malah bisa bahaya kalau overdosis. Ini dia bedah fakta 7 suplemen favorit Gen Z dan Milenial

Baca Juga:

7 suplemen favorit Gen Z dan Milenial

1. Whey Protein 

Ini “bensin” wajib buat anak gym yang mau gedein otot. Faktanya, whey protein memang efektif meningkatkan pertumbuhan massa otot karena kaya asam amino leusin. Selain itu, protein ini bisa bantu menekan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme, jadi cocok juga buat yang lagi diet. Perlukah? Perlu JIKA asupan protein dari makanan (ayam, tempe, telur) kurang. Tapi kalau kamu jarang olahraga berat, hati-hati! Konsumsi berlebihan tanpa olahraga bisa bikin kenaikan berat badan (lemak, bukan otot) dan membebani ginjal.

2. Creatine 

Biasanya dikonsumsi bareng whey buat nambah tenaga angkat beban. Faktanya, creatine terbukti menambah energi instan (ATP) ke otot, bikin kamu kuat angkat beban lebih berat dan lari sprint lebih cepat. Bonusnya, creatine juga bantu pemulihan otot pasca-latihan dan bahkan bagus untuk fungsi otak. Perlukah? Sangat berguna buat kamu yang aktif olahraga intensitas tinggi (angkat beban/sprint).

3. Collagen

Minuman serbuk rasa stroberi atau gummy kolagen lagi merajalela di story selebgram. Faktanya, suplemen kolagen biasanya dikombinasikan dengan Vitamin C dan antioksidan untuk membantu regenerasi kulit, mencegah penuaan dini, dan bikin kulit lebih kenyal. Perlukah? Produksi kolagen alami tubuh memang menurun seiring usia. Suplemen bisa bantu, tapi bukan magic. Makan sayur, buah, dan tidur cukup tetap jadi kunci utama kulit sehat.

4. Vitamin C

Dikit-dikit minum Vitamin C 1000mg biar nggak flu. Faktanya, Vitamin C memang bantu jaga imun. Tapi, kebutuhan harian orang dewasa itu cuma 50-90 mg, lho!. Jadi, perlukah? Hati-hati overdosis! Tubuh punya batas toleransi sekitar 2000 mg per hari. Minum berlebihan (megadosis) dalam jangka panjang justru bisa memicu batu ginjal, diare, mual, hingga insomnia. Lebih aman makan jeruk atau bayam aja.

5. Vitamin D

Anak muda Indonesia sering banget kekurangan vitamin ini padahal kita negara tropis. Kok bisa? Karena kita sering berdiam di ruangan ber-AC dan jarang kena matahari. Faktanya, Vitamin D itu krusial banget buat tulang, mood, dan imun tubuh. Kekurangan vitamin D bikin kamu gampang lelah, tulang rapuh, dan moody. Perlukah? Sangat perlu kalau kamu jarang kena matahari. Cek darah dulu untuk pastikan kadarnya, ya!.

6. Multivitamin

Satu tablet isinya A sampai Z, solusi buat yang makannya sembarangan. Faktanya, multivitamin biasanya berisi kombinasi Vitamin B Kompleks, C, Zinc, dan mineral lain untuk jaga stamina. Perlukah? Dokter bilang tidak semua orang butuh. Kalau kamu sudah makan dengan gizi seimbang, multivitamin itu sia-sia karena akan dibuang lewat urin. Ini cuma pelengkap, bukan pengganti makanan sehat.

7. Zat Besi / Iron

Sering ngerasa lemas, letih, lesu, dan pusing pas bangun tidur? Faktanya, hampir setengah anak dan remaja di Indonesia mengalami kekurangan zat besi (anemia). Zat besi penting banget buat pembentukan sel darah merah dan energi. Perlukah? Perlu banget buat kamu terutama cewek yang haid yang sering ngerasa anemia. Tapi konsultasi dokter dulu ya, karena kelebihan zat besi juga nggak baik.

Suplemen itu fungsinya untuk melengkapi, bukan menggantikan makanan asli. Urutannya harus: Makanan sehat > tidur cukup > olahraga > baru suplemen. Jangan sampai ginjal kamu “menjerit” gara-gara kebanyakan nelan pil tapi lupa minum air putih, ya! Be smart, YOTers!

Most Reading