Pernah ditawari bisnis yang katanya “dropship gampang untung jutaan” tapi kamu malah disuruh bayar biaya pendaftaran yang mahal di awal? Hati-hati, itu biasanya skema ponzi atau MLM berkedok dropship!
Di era digital sekarang, dropshipping dan reseller sejatinya adalah model bisnis rantai pasok yang sangat legal dan wajar. Konsep aslinya adalah kamu bertindak sebagai pemasar atau perantara antara supplier tangan pertama dengan konsumen akhir, tanpa perlu menyetok barang di kamar kost yang sempit.
Biar kamu nggak salah langkah dan terhindar dari modus penipuan bodong, yuk kenali 7 model bisnis dropshipping dan reseller yang legal, aman, dan pastinya bisa mendatangkan cuan beneran!
- 6 Strategi Jitu Meningkatkan Penjualan Online Selama Bulan Ramadan
- 5 Kesalahan dalam Mengatur Keuangan Gaji Pertama yang Harus Dihindari
7 Model Bisnis Dropshipping dan Reseller yang Legal & Tidak Menipu
1. Reseller Resmi Brand Skincare dan Kecantikan Lokal
Daripada menjual produk racikan abal-abal yang legalitas BPOM-nya dipertanyakan, lebih baik mendaftar menjadi distributor atau agen resmi brand skincare lokal yang sudah punya nama. Carilah niche spesifik yang permintaannya selalu tinggi. Misalnya, kamu fokus menjadi reseller khusus produk perawatan kulit berjerawat, seperti serum berbahan dasar tranexamic acid atau retinol yang terbukti secara klinis ampuh merawat acne scars. Model bisnis ini sangat legal karena ada akad jual-beli yang jelas antara kamu dan pabrikan.
2. Affiliate Marketing
Ini adalah bentuk dropship paling aman di tahun 2026! Lewat program afiliasi (seperti TikTok Shop, Shopee, atau Tokopedia), kamu sama sekali tidak perlu mengurus pengiriman barang. Tugasmu murni mempromosikan produk menggunakan skill copywriting yang tajam dan konten video yang menarik. Saat ada orang yang membeli lewat link unikmu, kamu akan otomatis mendapatkan komisi.
3. Dropship via Marketplace dengan Sistem Resi Otomatis
Model ini sangat umum dilakukan. Kamu membuka toko di Shopee/Tokopedia, lalu bekerja sama dengan supplier besar (biasanya dari platform seperti Jakmall atau Dusdusan). Saat ada pesanan masuk ke tokomu, kamu meneruskan pesanan dan kode resi otomatis ke supplier. Supplier yang akan mem- packing dan mengirimkan barang menggunakan nama tokomu. Kuncinya, pastikan supplier tersebut terpercaya dan kecepatan responsnya baik.
4. Print on Demand (PoD) untuk Produk Kustom
Suka bikin desain grafis, tipografi, atau poster? Model Print on Demand adalah jawabannya. Kamu cukup mengunggah desain kreatifmu ke platform penyedia PoD. Saat ada pelanggan yang memesan kaos, tote bag, atau casing HP dengan desainmu, pihak platform yang akan mencetak dan mengirimkannya. Kamu hanya menikmati margin keuntungannya tanpa pusing memikirkan biaya mesin cetak.
5. Reseller Buku dan Karya Literatur
Dunia literasi juga punya ekosistem bisnis yang menjanjikan dan sangat elegan. Daripada menjual produk antah-berantah, kamu bisa menjadi reseller atau dropshipper resmi dari penerbit buku indie maupun mayor. Apalagi kalau kamu sudah punya pengalaman terjun langsung menerbitkan buku antologi bersama author lain, kamu pasti sudah paham betul bagaimana cara mempromosikan sebuah karya tulis ke komunitas pembaca dan lingkungan kampusmu.
6. Konsinyasi (Titip Jual) Produk UMKM Lokal
Kalau kamu lebih suka interaksi offline atau punya jaringan pertemanan yang luas di kampus, sistem konsinyasi adalah pilihan legal yang minim risiko. Kamu mengambil barang dari produsen lokal tanpa harus membayar di depan. Kamu baru menyetorkan uang setelah barang tersebut laku terjual. Jika tidak laku, barang bisa dikembalikan. Sangat win-win solution!
7. B2B Dropshipping
Jangan hanya fokus menjual satuan ke individu (B2C). Cobalah model Business to Business (B2B). Sebagai mahasiswa yang aktif, kamu pasti tahu kapan musim kepanitiaan atau ospek dimulai. Kamu bisa menjadi perantara (dropshipper) yang menghubungkan vendor konveksi atau percetakan lanyard dengan panitia acara kampusmu. Margin dari pemesanan dalam partai besar ini jumlahnya bisa sangat lumayan untuk menambah tabungan!
Bisnis dropship dan reseller yang legal mungkin tidak menjanjikan kamu kaya mendadak dalam semalam. Semuanya butuh proses, pelayanan pelanggan yang ramah, dan kemampuan memasarkan produk dengan jujur. Pilihlah satu model yang paling sesuai dengan minat dan modalmu, lalu mulailah berjualan secara profesional!